Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Slider

Wow, Lomba Blog Ini Hadiahnya 19,5 Juta!


Kenapa ya kalau ramadhan gini hasrat belanja jadi menggelora banget? Setan boleh dikerangkeng, tapi jiwa-jiwa yang haus shopping malah merajalela bhahahaha ini ngomongin diri sendiri sih. Kebutuhan jadi kayak nambah aja, sirop lah, teh lah, gula lah, cemilan buat tajil lah, padahal waktu makan kan malah berkurang jadi dua kali sehari. Kenapa coba?

Apalagi kalau deket lebaran gini, aduhilah itu mall udah kayak konvoi anak SMA baru lulusan. Rame bianget. Belum kalau ketemu ibu-ibu yang pejuang keranjang diskonan, dia yang nyerobot dia yang nyolot. Belom kalau belanjanya pas deket jam buka, duh itu bukannya bikin seneng malah bikin puasa batal. Bawaannya pengen berkata-kata kasar hahahahaha udahlah belanja online aja!

Saya Indonesia, Saya... Pancasila?



Aku hapal Pancasila, hapal banget. Ngelotok luar kepala dari jaman SD. Dulu map yang buat baca teks Pancasila di sekolahku udah rusak, kertasnya sobek. Dan aku sering ditunjuk jadi petugas upacara, baca Pancasila karena aku salah satu siswi yang hapal luar kepala. Nilai PMP ku selalu 9, sampai mata pelajarannya berubah jadi PPKN, nilaiku nggak pernah di bawah angka delapan.

Minggu kemarin ada Pekan Pancasila, wogh ikut juga dong aku pajang hestek sana sini #SayaPancasila #SayaIndonesia. 

Tapi.. benarkah aku seorang yang Pancasila?

Unik Deh, Masa Donat dari Ubi Ungu!


Iya beneran, donat tapi adonannya dari ubi ungu. Another makanan canggih yang mengisi perutku selain lunpia cap go meh. Asli, aku langsung norak gitu. Nggak langsung dimakan, tapi difoto-foto dulu sampe lama banget karena ya gitu deh, emang kapan pungky gak norak? 😂

Rasanya sih sekilas mirip tapi kayak donat pada umumnya ya, cuma dia nggak terlalu manis dan itu aku suka banget! Manisnya malah kerasa manis ubi gitu, enak deh. Dan yang bikin beda itu teksturnya sih, dia nggak lembut kayak donat tepung. Agak kasar dan berongga banget adonannya, tapi malah itu yang bikin lezat. Duh susah jelasinnya pokoknya enak! Wajib cobain sendiri.

Donat ubi ungu ini membuktikan kepadaku kalo kamu nggak perlu lembut untuk disukai banyak orang, cukuplah berbeda dan jadi dirimu sendiri. Itu jauh lebih penting. Pungky, plis.

Perkampungan Tua Bitombang, Secuil Kemesraan Kepulauan Selayar




Matahari lagi ganteng-gantengnya waktu jalan yang aku tapaki mulai menanjak dan membawaku ke perkampungan tertinggi di Kepulauan Selayar. Sekalipun terik, aku gak bisa menolak keinginan untuk menengadahkan kepala.

Beberapa meter dari batu besar yang menjadi ‘gerbang’ masuk, aku dikepung rumah-rumah tinggi khas suku Bugis. Bedanya, yang ini tinggi banget. Beneran tinggi sampai-sampai mataku perih karena seperti menantang matahari. Aku menarik napas dalam, senyum-senyum norak dan bilang bangga sama diri sendiri.. akhirnya sampai juga.

“Selamat datang di Bitombang, mbak. Perjalanan jauh, ye?”

Seorang bapak berbalut kaos dan kain sarung menyambutku dengan senyum. Kepala desa. Kata ye di akhir kalimatnya, mengisyaratkan bahwa beliau asli Selayar. Seraya mengembangkan sebelah tangan, aku diajak naik ke bukit yang lebih tinggi, menuju pintu masuk rumah-rumah yang mengusik rasa penasaranku sejak tadi.

Zenfone Live, Karena Perempuan Berhak Merasa Cantik


Kalo kamu nggak bisa belajar menghargai orang lain, minimal jangan belajar menyakiti. Setuju gak? Eh hubungannya apa sama foto?
 
Jadi gini, banyak perempuan yang butuh hape dengan kamera bikin cantik kayak gini. Kadang bikin jauh banget dari aslinya, kulitnya jadi mulus mencling bagai sang surya menyinari dunia. Jadi lebih tirus, lebih putih, bibirnya lebih merona cipokable padahal aslinya gak gitu. Sebutlah Beautyplus, Beautify, atau fitur Beautylive kayak di hape ini, digandrungi sama banyak perempuan.

Kenapa? Karena kebanyakan kita lebih memilih menyakiti daripada diam. Emang kalo orang jerawatan harus dikomen ya, ih jerawatnya serem banget gradagan. Emang kalo cewek kulitnya gelap kenapa sih? harus ya dikomen "di tempat gelap jangan ketawa nanti giginya doang keliatan". Emang kalo cewek pipinya tembem kenapa, trus kita yang rugi? Emang kalo jidatnya seluas angkasa bikin hidup kita susah, jadi harus dinyinyirin? Kan enggak.

Menanti Zenfinity




Satu siang yang terik di Jakarta, sebuah pesan whatsapp mendarat ke hapeku.

"Jadi datang mba?"
"Jadi, om. Ini lagi di uber, bentar lagi sampe"
"Oke, hati-hati ya.."

Aku senyam senyum sendiri bacanya. Gimana enggak, pesan itu datang dari om Firman, head of public relation ASUS Indonesia. Waktu itu, aku lagi dalam perjalanan ke acara launching notebook ASUS yang harganya 95juta itu lho. Aku senyum karena ya ampun, om Firman kan pasti lagi sibuk banget ngurusin event, lagi ribet pakuwet di lokasi dan masih sempet-sempetnya nanya aku jadi datang atau enggak.

Buat aku ini penghargaan kecil yang mewah banget. Mereka memperlakukan blogger nggak sebatas relasi media atau yaa sekedar buzzer tukang promosi yang bisa dibayar lalu kelar. Kami sudah seperti teman, seperti sahabat, bahkan sekarang rasanya kayak keluarga.