Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Slider

Review: Parasol Face Sunscreen Cream, Cinta Matiku!


Kalau ngomongin sunblock (sunblock sama sunscreen apa bedanya sih?), udahlah, nggak ada yang bisa mengalahkan Parasol di hatiku. Baik yang ungu maupun yang oren, yang mana aku nggak tau bedanya apa hahahaha dua-duanya favorit, cinta matiku. Bagi seorang Pungky, pantang panas-panasan sebelum oles Parasol!

Pertama kali tau waktu di Phuket, Ifa yang bawa. Dia bilang, itu sunblock beli di apotik, enak dipakenya. Yaudah aku cobain, eh ternyata beneran, mandi matahari di laut selama 3 hari itu, kulitku baik-baik aja. Biasanya kan ngelopek-ngelopek, perih, dan jadi putih-putih kayak panu gitu. Ini enggak, biasa aja kayak nggak abis panas-panasan.

Parasol, di kulitku, beneran top markotop endos jelantos sip markisip. Bentuknya cream padat, tapi gampang banget ratanya. Kayak yang sekali oles langsung ngeblend gitu, nggak bikin putih-putih atau apa. Cepet meresap dan gak lengket sedikitpun. Teksturnya lembut, jadi di kulit nyaman dan enak.

Cantiknya Kain Besurek Khas Bengkulu


Kain yang aku pakai itu, kain Besurek khas Bengkulu. Cantik banget yaaa.. Eh, apa? Kain Besurek nggak boleh dijadikan rok? Nggak sopan? Kenapa? Boleh, kali. Motif yang ada pada kain Besurek, itu hanya ornamen yang menyerupai huruf arab gundul, dan enggak ada artinya. Jadi BUKAN ayat suci Alquran, ya!

Meskipun, he euh, Besurek secara harafiah berarti bersurat atau tertulis. Tapi menurut kak Asnody, guide yang menemaniku waktu di Museum Negeri Bengkulu, motif pada kain Besurek itu enggak membentuk kalimat dan enggak bisa dibaca. Jadi ya memang bukan surat dalam Alquran, hanya ornamen yang menyerupai.

Saking noraknya si Pungky, aku baru tau sebulan yang lalu kalau Bengkulu punya kain khas yang namanya kain Besurek ini. Waktu pertama kali lihat kain ini di Museum Negeri Bengkulu, aku melengos gitu aja karena sekilas kelihatan biasa aja. Cuma kain yang bermotif huruf arab gundul. Pun warnanya, yang dipajang di museum, kelihatan kuno di mataku. Jadi aku lebih tertarik nyantroni temen-temen blogger lain, yang lagi pada asik bahas cara penggunaan ranjang pengantin khas Bengkulu di pojok museum. Lebih panas dan seru. HAHA

Pembatalan Kompetisi Bali Funky Blogger Hunt

Saya Pungky Prayitno, pemilik blog www.pungkyprayitno.com, bersama tulisan ini, dengan segala kerendahan hati, secara terbuka, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada publik, terutama seluruh peserta Bali Funky Blogger Hunt, karena kompetisi tersebut resmi dibatalkan.

Seluruh peserta dipersilakan mencopot backlink, identitas, atau apapun yang berkaitan dengan Bali Funky dan www.pungkyprayitno.com dari postingan blog yang didaftarkan ke form http://bit.ly/BaliFunkyBloggerHunt, juga segala aktifitas sosial media yang berkaitan dengan postingan tersebut (follow, tag, mention, dll). 

Saya memilih berhenti karena saya tidak mau, saya dan seluruh peserta, terlibat dalam urusan yang bukan kapasitasnya. Jika saya teruskan, saya khawatir akan menimbulkan masalah baru yang tidak perlu.

Habiskan Kosmetikmu



Kemaren ketemuan sama temen, trus namanya perempuan ya, kalau ketemu pastilah yang digosipin seputaran isian lambe turah dan isian make up pouch. Dia pamer tuh koleksi gincu barunya yang aku belum punya, warnanya lucu-lucu. Trus kami saling icip gincu. Punyaku cuma tiga biji, dia berapa coba? sebelas. Itu baru yang di make up pouch, dia bilang di kosan masih ada belasan lagi nggak dibawa.

Dipake semua? Aku nanya. Dia bilang iya dipake, kesebelasannya itu semua favorit. Tapi buat setiap hari, andalannya cuma dua. DUA BIJI. Sembilan yang lain buat gonta ganti kalau pengen aja. Tapi tetep dibawa kemana-mana buat jaga-jaga. Nah sisanya yang di kosan, lebih jaga-jaga dari jaga-jaga. Beberapa dipakai cuma kalau pengen foto-foto buat ngasih makan instagram, sisanya bahkan cuma disentuh sekali dua kali. Trus ngedangkrak.

Aku pernah tuh kayak dia, beuh pernah banget. Dulu punya eyeliner sampe lima belas biji, dari yang hitam glossy, hitam dove, hitam glossy-enggak-dove-enggak, sampai warna belek sosialita macam biru mentereng, ijo gonjreng, silver, dan gold. Buat apaan coba eyeliner warna gold? Dipake kondangan juga kagak, malu kali. Itu kalo dipake, mata udah kayak toko perhiasan. Blink blink nggak jelas arah hidupnya.

Ngeblog untuk Apa?


Hampir tiga minggu ini aku nggak posting blog sama sekali, gilanya lagi, di tiga minggu ini juga aku nekat menolak beberapa tawaran sponsored post dan sponsored trip yang masuk ke email. Iya, ada tiga atau empat yang aku tolak baik-baik. Aku bilang gila karena setakabur itu aku menolak rejeki.

Entah ya, akhir-akhir ini aku lagi merasa kehilangan blog sebagai taman bermainku. Rasanya lebih banyak dia jadi mesin penghasil rejeki yang garing, kering, kosong, dan hampa. Tapi masih menyenangkan memang. Bohong kalau rejeki-rejeki itu nggak menyenangkan. Trip-trip gratisan, rupiah-rupiah yang bantu menghidupi keluargaku, atau sereceh sebatang gincu boleh endorse. Semuanya masih sangat menyenangkan.

Dicari: 4 Blogger yang Mau Diajak Liburan Ke Bali Gratis!


Kalau diingat-ingat, rasanya udah banyak hal yang aku coba di Bali. Mulai dari mandi sunset di pantai Kuta kayak kebanyakan orang, menjajal liarnya offroad di Munduk, duduk santai di cantiknya pantai Geger, sampai melihat dahsyatnya Devil’s Tears Bay di Nusa Lembongan.

Tapi begitulah Bali, rasanya udah berkali-kali datang, tetep ada aja yang manggil-manggil. Eksotisnya, kerennya, pesonanya, cantiknya, nggak abis-abis. Aku, pengin banget melunasi Nusa Penida. Satu titik yang sampai sekarang belum pernah aku datangi di Bali. Pengin ke pulau Kelingking, Angel's Billabong, dan tentunya melihat langsung Broken Beach.

Nggak cuma itu, aku juga mau banget mencoba rafting di Bali. Pulau Dewata ini identik dengan laut dan pantai, tapi nggak semua orang tau kalau dia juga punya sungai. Sungai yang airnya putih dan air terjunnya indah. Aku mau ke sana, menyicip sisi lain Bali dengan rafting.

Dan aku nggak mau sendirian, maunya sama kalian!