Sabtu, 28 Agustus 2010

Mahasiswa Pemakan Kertas

ah gilaaa, tugas makalah minggu ini bejibun bangett !”

fiiiiuuuh, satu mata kuliah satu makalah. Bisa mendadak rebonding jadi lurus otak gue !”

tega amat tu dosen, perasaan minggu kemaren udah tugas paper masa minggu ini paper lagi. Gue maennya kapaaan !”

makalaaah jahanaaaam. Kenapa banyak banget sih :’( huks huks”

Status seperti itu sangat-sangat sering terjenjreng manis di home situs muka buku ku. Tak terkecuali aku, status “singing : makalah ini membunuhku.. syalalalala” sering sekali aku ulang kembali dalam jenjrengan panjang status facebook yang lain. Sepertinya tugas makalah atau papper memang sudah menjadi konsumsi mahasiswa sehari-hari. Kecuali libur panjang, setiap minggu adaaa saja dosen yang iseng nyeletuk “ya tugas makalah minggu ini adalah blablabla syalalalala dumbreng dumbreng”. Terusannya bumi gonjang ganjing langit runtuh meteor jatuh dan kepada google sang maha tahu kami bersimpuh. Hahahaha


Aku curiga kalau hari ini jarum jam lagi diare. Sejak kuliah dimulai pukul 9.40 tadi, menuju angka 12.00  rasanya lamaaaaaaa banget. Gak juga selesai kuliah panjang ini. Mungkin karena kecurigaanku benar  jarum jam lagi diare, makanya lima menit sekali harus ke kamar mandi. Tambah lamaaa deh muternyaaa. Dan tidak juga berujung kuliah maha lama ini.

Tiga puluh menit sejak kuliah dimulai, aku dan seabrek mahasiswa lain masih bersemangat untuk mendengar ceramah dosen. Tapi lewat dari 1800 detik itu ada kata maaf bertubi-tubi untuk sang dosen. Otak kami tidak sanggup melanjutkan perkuliahan karena dibunuh rasa bosan dan akhirnya sibuk bermain sendiri dengan otak kesana kemari. haha.
Menghilangkan bosan, aku iseng coret-coret sketchbook durhaka. Dari urek-urek bikin Gambar muka dosen sampe gambar ultraman pletat pletot andalan berusaha mengusir sopan si rasa bosan yang ngeyel gak mau pergi. Sampai tiba-tiba otak kekurangan cc ini teringat akan tugas makalah yang harus dikumpulin 22 jam dari sekarang. Jegerrrrrrrrrrr… makalah acomodation communication theory blahblehbloh toreng toreng belum sempet aku garap sama sekali. Jangankan garap, inget juga enggak. Hahahahaha
Ternyata ingatan manis akan makalah yang dikumpulin besok itu mengurek-ngurek satu itungan panjang di kertas yang udah rame sama berbagai ekspresi wajah dosen. Itungan iseng. Dari hasil ngerata-rata otak sotoy pungky si pembela kebetulan. Haihaihaihaihaihaihai.

Jadi gini itungannya,
Dalam satu minggu rata-rata seorang mahasiswa menghabiskan 20 lembar kertas untuk pembuatan makalah dan bangsa ajaibnya. Kalau dalam satu jurusan ada 100 mahasiswa. berarti 2000 kertas untuk satu jurusan. Rata-rata angkatan yang masih aktif kuliah itu ada empat angkatan. Berarti kalikan empat. Udah 8000 ya? trus kan di rata-rata aja dalam satu fakultas ada lima jurusan. Berarti kali kan lima. Sama dengan 40.000. trus kalo misalnya di kampus itu ada 10 fakultas, berarti kalikan 10. Sekarang menjadi 400.000 lembar kertas. Itu dalam seminggu. Kalo diitung sebulan berarti angka berubah menjadi 1.600.000. Gimana kalo satu semester, eh setahun sekalian. oke. saya mendapat angka ini, sodara-sodara : 19.200.000 !! tunggu!  ini bukan satuan rupiah lho, angka sebanyak ini baru aja aku itung sotoy dalam satuan LEMBAR KERTAS !

Berarti dari itungan sotoy ini, di dapat kesimpulan kelewatan kasar : bahwa satu universitas dalam setahun menghabiskan kira-kira 19. 200.000 untuk tugas makalah atau papper atau kertas yang dikumpulin buat tugas. pokoknya kertas buat tugas kuliah !. SEMBILAN BELAS JUTA DUA RATUS RIBU LEMBAR KERTAS.

Kalau ada temen-temen yang ngerasa kampusnya beda jumlah fakultas atau jurusan, ya silakan itung sendiri. itu Cuma itungan iseng bin sotoy seorang pungky yang sedang diserang monster bosan.


nih itung-itungan sotoynya (dok. pribadyii)

Masih dibangku kuliah yang sama, kali ini otakku berkhayal tentang akhir riwayat sembilan belas juta sekian kertas tersebut. Biasanya kalau tugas sudah dikumpulkan, makalah akan dikembalikan atau disimpan oleh sang dosen. Lebih banyak di simpan dosen. Trus ya bayangin sendiri deh tu makalah-makalah pasca nilai dikemanain. Masa iya disimpenin sama dosen? berjuta-juta makalah dari seabrek angkatan bisa bikin rumah dosen berlantaikan makalah. Hahahha. Oke. Mungkin beberapa makalah bagus akan disimpan dosen, tapi kayaknya makalah copy paste dari neng google mah paling bagus nasibnya jadi temen maen tukang loak. Didaur ulang atau digunakan kembali menjadi sesuatu yang berguna untuk umat manusia. Tapi yang nasibnya buruk yaa ngejublek dah di tong sampah. Dari tanah kembali ke tanah, cuuy!  Dan yang nasibnya agak sial akan berujung di tumpukan teman-temannya mendampingi teriakan “kacaaaang kacaaaang…”. ngiyahahahahahha.

Otak sotoy kembali beraksi. Teringat dunia maya yang sedang menggila. Mahasiswa jaman sekarang bhooo, gak mungkin gak konsumsi dunia maya. Kalo makanan mingguannya adalah makalah, maka makanan hariannya adalah dunia maya! dunia krisdayanti ama dunia syahrini lagi sibuk ama infotainment sih. Wowowow. Terus dosen-dosen jaman sekarang kan juga deket banget sama dunia maya. Orang-orang seumuran mereka aja udah hot banget ngegaul di dunia maya. mau ngelepas suami pergi kerja aja apdet status duluuuu. Itu yang edisi istri solehah. Sampe ada orang sebaya dosen yang lagi macul aja inget dunia maya. berarti kan dunia maya udah sangat dekaaat dengan semua generasi. Dan boong aja dosen gak ngerti dunia maya.

Lagi-lagi sotoy. Aku kebayang. Untuk sekedar pengumpulan tugas kan gak sampe lima menit di kirim lewat e-mail. Meriksa tugasnya juga lebih ringkes. Gak butuh bolak balik halaman. Tinggal baca terus kebawah file yang dikirim mahasiswanya dan bisa nyambi apdet status “lagi meriksa makalah anak-anak nich, haduuh mana sejam lagi harus ngisi acara lagi.. kudu buru-buru nih *edisi dosen supersibuk”. Lumayan kan tuuuh. Sekali dayung dua tiga empang terlampaui, sekali tepuk dua nyamuk mati dua cicak patah hati. Tapi kenapa gak banyak dosen yang memanfaatkan itu yah? padahal sekedar tugas mingguan kan gak sepenting skripsi yang harus dicetak dan di arsipkan.

Atau karena pengumpulan tugas kuliah emang udah budaya nya pake kertas dijilid trus ditumpuk-tumpuk di meja dosen? atau karena emang makanan mahasiswa itu kertas? konsumsi kertas sembilan belas sekian juta per tahun dan dunia maya tetep jor-joran ngabisin listrik untuk sekedar apdet status atau hahahehe lewat chatting. Padahal kalo disambi penggunaan dunia maya bisa sangat mengurangi jumlah kertas yang dikonsumsi mahasiswa.

tanya kenapa.

warnet moonlight, 9 may 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...