Kamis, 17 Februari 2011

Karena Adam adalah Jawa dan Hawa adalah Cina

12979505951339547159
shutterstock.com



“ini bukan tentang perasaan, Jiwo. ini tentang keluargaku yang gak bisa nerima kamu.. nekad sekali kita bila mengajukan proposal pelaminan pada mereka”

“karena aku tidak putih dan mataku tidak sipit?”

“aku menghargai apa yang diturunkan nenek moyangku, Jiwo. tolong mengerti.. “

“memang siapa nenek moyangmu? Adam? Hawa?”

“ya, aku rasa mereka..”

“hahahaha lucu ya”

“lucu?”

“memang sejak kapan Hawa berselingkuh dengan Jet Li”

“Jet Li?”

“iya. mmm, atau mungkin Adam meniduri Ken Dedes ya”

“Ken Dedes? kamu melantur, Wo!”

“aku cuma berfikir”

“tentang?”

“manusia. aku, kamu, adam dan hawa”

“hubungannya apa?”

“bukannya semua kitab pun menyatakan sama. semua manusia keturunan Adam dan Hawa. Lalu siapa yang menyipitkan kamu dan menjadikan aku Jawa?”

“Tuhan”

“iya… aku tau. tapi Adam dan Hawa itu cuma dua manusia. seandainyapun mereka berbeda ras. berarti seharusnya hanya ada dua ras di bumi ini”

“Jiwo sayang, nenek moyang itu berproses dan beranak pinak seperti kita. kamu tau multi level marketing? ya seperti itulah mereka. lahir lalu lahir lagi lalu lahir lagi dan cabang lahir semakin banyak. mereka tersebar di seluruh bumi. lalu anak dari anak dari anak mereka tersebar dimana-mana dan beradaptasi dengan geografisnya masing-masing. Eropa itu dingin, sayang.. dan Afrika itu panas”

“kamu pernah nonton Blood Diamond? Afrika itu panas, Linlin sayang. tapi Leonardo Dicaprio yang hidup bertahun-tahun disana tetap putih dan tidak menjadi negro. iya cuma film. tapi sutradara tidak sebodoh itu tentang manusia. dan hey, bahkan di dunia nyata, Djimon Hounsou adalah Afrika yang menjadi model di London. apa dia menjadi putih? tidak sayang.. dia tetap hitam dan negro”

“Djimon Hounsou keturunan negro, dan dia lahir di Afrika..”

“cintaku… abad ke tujuh belas terjadi pengiriman besar-besaran budak Afrika ke Amerika dan Eropa. mereka menikah dengan dengan sesama negro. dan anak-anak mereka yang lahir di Eropa pun tetap hitam. masih kamu mau bilang kalau kita ini soal anak Adam dan adaptasi geografis?”

“jadi? Adam itu ras apa? dan kita keturunan siapa?”

“mana aku tau. kalau aku tau, aku tidak akan nekad ingin melamar kamu”

“kenapa?”

“karena kalau aku tau nenek moyangku dari suku apa dan ras apa. aku akan menghormati mereka dengan menikahi keturunan yang mereka inginkan. seperti kamu sekarang”

“berarti kamu sudah mengerti kenapa aku menghormati nenek moyangku? kamu sudah mengerti kan kenapa aku tidak bisa menerima lamaran kamu?”

“belum”

“belum?”

“kalau kamu sudah yakin bahwa Adam bermata sipit seperti kamu dan keluargamu. atau kamu yakin Adamku adalah Jawa seperti aku, maka aku akan mengerti”

“memang Adam dan Hawa ada berapa?”

“tanya saja pada keluarga-keluarga kita yang sibuk menolak calon pengantin anaknya hanya karena keturunan, ras, suku dan tetek bengek perbedaan itu”



——tamat——

Purwokerto, 17 february 2011

untuk mereka yang cintanya terhalang tembok perbedaan.

6 komentar :

  1. hahaha....
    *ikut prihatin pung dengan segala alasan untuk mempertahankan ras... ^_^

    BalasHapus
  2. aku nyanyi peri cintaku aja laaah...."tuhan memang satuuuu...kita yang tak samaaaaa"

    BalasHapus
  3. @fairsysha : hihihihi iyah nih banyak temen yang curhat ttg beginian coba, err banget deh T.T


    @perez : hey kreatif! nyanyi disini bayar tauuuk! :p


    @dayoe : makasyong yess :D

    BalasHapus
  4. Aku udah komen disono sih.Tapi,pengen aja nyampah disini. Maklum yak,hobby. :))

    Eh, kalo aku curhat juga bisa dijadiin tulisan dong yak..
    *Naik2in alis mata*

    BalasHapus
  5. entah gimana, anak hasil persetubuhan Adam dan Hawa itu wujudnya 4 ras utama. dr sanalah muncul ragam ras.

    Hm, Adam dan Hawa sendiri diusir dari surga, mungkin mereka bukan ras manusia yg kita kenal, tp tersendiri ras surga.

    Hm, barangkali... :D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...