Rabu, 09 Maret 2011

Masturbasi Fotografi

Kenapa mereka selalu mempersoalkan istilah yang satu itu? apa? Focus? Iya. Focus. Memangnya aturan darimana semua yang ditangkap harus focus? Kenapa selalu dipermasalahkan ketika satu kotakan foto yang aku dapatkan tidak terlihat tajam. Kenapa harus focus, kalau ketika foto yang tidak focus malah sanggup bercerita soal semuanya yang dilukis cahaya.


Photobucket
Foto oleh : Topan A. Pramukti



Dan, ah. Kenapa mereka selalu mempersoalkan bersih? Kenapa dengan debu-debu dalam persegi panjang foto yang aku hasilkan. Memangnya aturan mana yang menyalahkan ketika fotoku kotor dan penuh debu. Iya. Debu foto yang kalian sebut grainy. Makhluk berbentuk titik bergerombol yang mereka bilang hanya akan membuat si foto rusak tidak karuan. Kenapa harus bersih, kalau ketika foto berdebu malah membuat ceritanya semakin terasa. Kekuatan fotonya semakin ada. Dan ya. Bukannya grainy yang aku hasilkan adalah bagian dari lingkaran seni fotografi?


Photobucket
foto oleh : Pungky Prayitno



Ini fotografi, teman! Pematian gerak oleh cahaya yang kamu lukis dengan kamera. Aturan mainnya adalah bagaimana kamu bercerita dalam lukisan cahaya dengan caramu disana. Bukan aturan entah siapa yang hanya membuat lukisanmu terkekang sedemikian rupa. Paling tidak, hanya dengan caramu sendiri kamu bisa menikmati puncak orgasme ketika masturbasi fotografi! Bukannya kamu sendiri yang hafal dimana titik puasmu ketika masturbasi? Lalu kenapa harus mendengar orang lain tentang titik itu di tubuhmu, di hatimu, di mahakaryamu.



purwokerto. 29 november 2010

—————–

kolaborasi curhat bersama pacar.

Maaf kalo watermarknya kegedean. masih gemes sama maling foto yang minta banget digampol idup2! hahaha.

5 komentar :

  1. Bener mbak, everbody have their own satisfaction point that never be the same with others...

    dalam seni, apapun itu bentuknya..ga ada ada istilah aturan baku, yang ada kreativitas mutlak...

    dengan blur dan grainy, malah bisa memperkuat akses gambar dan menambah sensasi "misterius"...:)

    BalasHapus
  2. tentang fotografi, itu sebenarnya hanya tergantung pada bagaimana menikmati.. satu foto yang sama dilihat oleh dua mata kepala berbeda, interpretasinya beda.. jadi, daripada membatasi kreativitas kita untuk memenuhkan kepuasan orang-orang, mending berkarya demi kepuasan pribadi.. perkara orang mau ngomong apa, just say : i dont give a damn for that!

    BalasHapus
  3. mungkin yang melhat tidak paham tentang cerita yang dismapikan oleh gambar tersebut,,
    harus terus kreatif tentunya..jangna menyerah dengan segerling omongan orang...
    salam kenal, foback yagh..
    nice blogg

    BalasHapus
  4. "Fotografi:Pematian gerak oleh cahaya yang kamu lukis dengan kamera"
    setuju banget, fotografi kan masalah perspektif dan seni, bukan melulu soal teknis dan tetek bengek semacamnya

    BalasHapus
  5. indeed... but u have to masters the rules before break it ;)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...