Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Pungky dan 2014

Hari ini hari terakhir di 2014. Setahun ini buanyak buanget berkah, rizki dan pencapaian yang aku dapat. Rasanya sayang kalau gak dicatat. Kan bisa jadi pengingat, sekaligus cambuk untuk ke depan lebih baik lebih baik lagi. Atau menjadi catatan bahwa aku pernah gagal tapi bukan alasan untuk menyerah. Lebih norak lagi, lumayan akhir tahun isi blog dengan pamer-pamer buahahahaha *lalu takabur*

2014 ini tahun yang wow banget buat aku. Tahun yang penuh kerja keras dan keringat. Dihiasi banyak air mata dan mata panda. Tahun yang langganan banget sama tukang pijet saking pegal-pegal dan nyeri bahu datang seminggu 7 hari. Tiga ratus enam puluh lima hari yang bikin onlineshop langganan makmur orderan eyecream karena mataku bengkak hampir setiap hari gegara kurang istirahat. 8760 jam yang banjir notifikasi email, wasap, sms, dan kepala gliyengan kebanyakan urusan.

Tapi semuanya terbayar, tahun ini banyak pencapaian dan mimpiku yang lunas. Keringat berbayar berkat. Air mata bertukar lega. Kerja keras berbuah hujan rejeki yang deras. Alhamdulillah..

Baju Jahitan Ibu

Dear Pungky,
I may look like enjoying making fun of you whenever I had the chance. But believe me, I'm probably one of the happiest people in your life hearing about your graduation. bright future ahead!

Love,
Maktir

Tadinya, postingan ini akan berisi foto-foto ala fashion blogger salah gaul, sebagai ucapan terimakasih atas dua potong baju dari ibu. Trus semalem aku iseng buka-buka hadiah notes dari beliau, hadiah ini masih diplastik karena emang belum mau dipake. Ternyata di halaman pertama notesbooknya, ada surat cinta. Kenapa pas banget aku bacanya di malam hari ibu ya, kan jadi melow, mewek deh. Heuh..


---

Karena Pertumpahan Lendir Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Kalau orang yang membaca Galaksi Pungky sejak 2011, pasti tau, di blog ini dulu pernah ada label Selangkangan. Label ini berisi catatan-catatan tentang hal yang kata orang-orang saru, tabu, jorok, gak sopan, dan negatif-negatif lainnya. Aku pernah bermimpi menulis buku tentang sisi lain kehidupan pekerja-pekerja seks, gak sekedar mengangkat fenomena keberadaan mereka yang lantas salah, dosa, sampah masyarakat, dlsb. Aku bermimpi menulis buku tentang mereka dan detil-detil hidupnya yang jarang kelihatan orang, bagaimana mereka berbahagia, misalnya. Atau sesederhana, apa yang membuat mereka tetap semangat bangun pagi lalu mandi setiap hari.

Menaklukan Ketinggian Bersama Toyota Rush

Kira-kira dua tahun lalu, seorang teman suamiku memperkenalkan sebuah olahraga yang cukup menantang adrenalin, slackline namanya. Sebenernya simple, kita hanya harus berjalan di atas seutas tali, webbing. Tapi menjadi sangat gak simple, karena perjalanan beralas seutas tali itu dilakukan pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi jarak tali dengan bumi, semakin olahraga ini menantang nyali. Sedangkan aku dan ketinggian sama sekali bukan sahabat baik. Aku takut ketinggian, tapi suka tantangan. 
Slackline (pic source)
Water Slackline (pic source)

Kamu Tau Apa yang Lebih Melangit dari Langit?

Harga pertemuan yang tidak pernah kita rencanakan, tak juga kita inginkan, tapi selalu kudoakan dalam-dalam.

--
titik dua bintang.

MITO A60 Fantasy U, Tekhnologi dan Gaya dalam Satu Genggaman





Sebagai seorang sosial media specialist nyambi blogger, buat aku, smartphone itu nyawa. Gak perlu bagus-bagus amat sih ya.. yang penting, harus punya kamera depan belakang yang bagus, ram nya kuat buat diinstalin ini itu, baterainya tahan lama, responsif, loadingnya cepet, ringan, layarnya kuat, stylish, dan paling penting banget, harganya terjangkau. Buahahaha emang ada?

Kemaren-kemaren sih gak ada.. Asli, susah banget nyari smartphone serba guna serba bisa dengan harga terjangkau. Sampai akhirnya aku gak sengaja tuh liat di twitter lagi heboh flash sale MITO A60 Fantasy U. Penasaran dong, emang sefantastis apa sih ini smartphone sampai pre-ordernya bikin heboh begitu? Dan ternganga lah aku pas buka webnya, bhoooo flash sale nya ngasih potongan sampai 50%! Yes, dengan harga asli 1.590.000, aku bisa mendapatkan smartphone wow ini cuma dengan 795ribu sajaaaa hahahaha *sujud syukur*

Mimpi Mimpi Bangun

Bisa dibilang, aku ini orangnya pemimpi kelas berat. Hal-hal yang jadi mimpi aku, jumlahnya gak cuma satu, tapi segambreng sejubel seabrek-abrek. Aku selalu yakin, di dunia ini ada jutaan hal keren yang sangat wow kalau bisa digapai sebelum kita meninggal. Hidup terlalu indah, kan ya? Dan bagian-bagaian paling indah dari indahnya hidup, aku sematkan menjadi mimpi mimpi bangun.


Arti Teman Lebih dari Sekedar Materi

Deri, Dudi, Revi, Ines, Fahmi, Faisal..

Masih inget gak jalan terakhir kita bareng-bareng? Ngerayain ulang taun Dudi waktu itu. Kita malem mingguan di cafe D'best pesen seabrek makanan dan tahu gejrot nambah sampe 3 kali. Abis itu kita karaokean di Cherry, nyanyiin lagu-lagu andalan: Lucky nya Jason Mraz, Sahabat Sejati nya Sheila on 7, Jagoan nya Sherina, dan Kisah Klasik untuk Masa Depan. Suara cempreng enggak peduli, pokoknya kita nyanyi, joget-joget, jerit-jerit. Pulang tengah malem kita mampir dulu di Bandeman, Pasar Wage. Ngemper di pinggir jalan makan mendoan saus kacang pake es teh dan cofeemix. Udah kayak ritual wajib, di emperan toko itu kita main Truth or Truth. Jujur-jujuran tentang semua hal yang masing-masing kita punya.

Lagu Sahabat Sejati nya Sheila on 7. Gak pernah absen dari playlist karaokean kita. Kita selalu jerit saat liriknya sampe di kalimat "Arti teman lebih dari sekedar materi..". Kita pasang foto bareng-bareng di tembok atau kaca lemari kamar kost masing-masing. Kita tau ada penyemangat hidup yang lebih dari sekedar uang, dari sekedar senang-senang, dari sekedar pasangan.

Legoland Adventure (3) : Serunya Legoland Malaysia!


Sering pasti dong denger orang Indonesia liburan ke Legoland Malaysia? Atau liat orang upload foto di sosmed, lagi pose di depan pintu masuk Legoland Malaysia? Kok banyak sih yang liburan ke sana, emang ada apa? Emang seru ya? Ada Ganteng-Ganteng Srigala nya?

Ya Jadi Srikandi Blogger Lah! Masa Ya Jadi Srikandi Blogger Dong?

Pic courtesy Blogdetik

Beberapa bulan lalu, sebuah komunitas blogger besar memberikan aku gelar: Srikandi Blogger 2014. Walaupun postingnya angot-angotan, gaya nulisnya gak karu-karuan, foto narsisnya segede alaihim gambreng, tema blognya lebih random dari pecel bu Anwar depan komplek, menulis semaunya posting sesukanya, belom lagi kadang banyakan muahahahaha nya daripada tulisan benernya. Tapi ada segambreng orang yang mengakui bahwa aku seorang blogger. Ada yang mengakui bahwa Galaksi Pungky itu ada, dan dibaca. Itu lebih dari cukup.

Curhat Akademik, Ngik.

Pernah gak sih ngerasa, hidup kamu kebanyakan nulis blog sama baca novel? Ditambah kebanyakan belajar nulis fiksi tapi enggak pernah praktek sama sekali. Isi otak kamu penuh sama rangkaian ide dan jalan cerita tapi giliran mau ditulis di blog malah buntu. Gak keluar entah kenapa. Sekalinya harus nulis cerita, rasanya kayak keluar segala kemampuan merangkai ide dan kata,

sekalipun gak pada tempatnya.

Begitulah kira-kira kondisi aku sekarang. Bho, pusyingnya jangan ditanya. Harus banget ngedit segambreng-gambreng halaman demi meng-ilmiah-kan tulisan yang udah bermalam-malam diketik dengan sangat menyenangkan. Harus banget baca ulang-mikir-sunting-baca lagi-mikir lagi-sunting lagi---seabrek halaman demi tanda tangan dosen enggak pake revisi.

Legoland Adventure (2) : Main Air di Legoland Waterpark

Masih lanjutin cerita jalan-jalan ke luar negeri untuk pertama kali yaa.. Kenapa bersambung terus sih postingannya? Yaeyalah, kalo postingannya cuma satu, nanti gak dapet trafik banyak dong ah! Muahahahaha Kalo kata Mas Ndop, jadiin novel sekalian :))))

--

Legoland Waterpark dari skyview Legoland Theme Park

Untuk Debu,

Hahahaha kayaknya kamu udah berkali-kali banget ya baca surat dengan judul yang sama? Biarin deh biar khas. Siapa tau kalau dikumpulin jadi keren. Surat berseri, dari jaman pacaran sampai kawin trus kakek nenek, untuk Debu. Bhahahahak


Makasih ya..

Untuk gak pernah marah saat kamu pulang ke rumah kelaperan, dan ternyata aku lupa nasi sama beras kita abis. Gak cuma sekali, kamu ngingetin aku udah berkali-kali banget. Sampai kamu nyuruh aku bikin list tempel gede-gede di kulkas apa aja yang abis. Tapi aku tetep mengulang kesalahan lagi dan lagi, dan kamu tetep pulang dengan senyum.

Legoland Adventure (1) : Sehari Jadi Anak Gaul Amaris

Mau lanjutin cerita soal kenorak-an aku jalan-jalan ke luar negeri untuk pertama kali yaa.. Jalan-jalan gratis ini aku dapat karena menang lomba resep yang diselenggarakan Okky Jelly dan Tabloid Nova. Hihihi *sujud syukur*


Jadi, tanggal 23 September, aku melakukan perjalanan Purwokerto - Jakarta. Karena menurut jadwal, rombongan pemenang akan berangkat 24 September subuh-subuh. Aku dan Abyan janjian di stasiun Gambir dan akan istirahat di hotel Amaris dekat bandara. Kami harus ke bandara pagi buta, jadi mau gak mau harus menginap di hotel yang jaraknya ke bandara gak sampai 15 menit.

Di kereta menuju Jakarta, aku gak berenti senyum-senyum tuh.. Iyalah, udah ngebayangin besok bakal ke luar negeri untuk pertama kali. Tas yang isinya paspor, aku kekepin terus sepanjang Purwokerto - Jakarta. Kalau norak itu ada ratingnya, dari 1 - 10, norakku saat itu ada di angka 12. Ditambah lagi, pas senyam senyum sarap di kereta, ada email masuk dari pihak Okky Jelly. Pas dibuka, ternyata informasi soal rundown acara selama kami di Malaysia. Kontan aku cengengesan cantik, pas baca, ternyata kami akan turun dan naik pesawat di bandara Changi, Singapore. Malam dan hari terakhir wisata, juga akan kami habiskan di Singapore.

Wombat, Teruslah Menggali...



Aku inget banget, waktu aku kecil, Papa punya rejeki lebih dan bisa memberangkat dirinya ibadah haji. Berselang dua tahun, Papa punya rejeki lagi dan rindu tanah suci. Dia dengan gampangnya, ngajak adik kecilku (yang waktu itu baru 6 tahun) untuk berangkat umroh. Padahal Papa tau anaknya yang paling genggeus ini selalu ngimpi-ngimpi bisa keluar Indonesia. Menginjak tanah dan menghirup udara di negeri orang. Tengilnya si adek saat itu jangan ditanya. Ngeselinnya udah sebelas dua belas sama orang-udah-tau-lampu-merah-masih-ngelakson.

Papa bilang, Papa bisa dua kali ke tanah suci bukan perkara enteng. Ada perjuangan bertahun-tahun dan doa berjuta-juta kali. Aku dan kakak-kakakku cuma bisa menghela napas dengan cantik. Intinya satu, kalau mau keluar negeri, kami harus usaha sendiri. Adik kami diberangkatkan cuma buat jadi bahan iri-iri. Pfft, tambang mana tambang..

Simply Stay by Mustika Ratu

Sebagai perempuan yang kulitnya Indonesia banget, buat aku, agak-agak susah nyari basic make up yang warnanya pas dan klop sama warna kulitku. Banyak sih produk kosmetik lokal yang menyediakan foundation atau bedak dengan warna sawo matang, kuning langsat bahkan sangat gelap. Tapi tetep aja, susah nemu yang cocok! Paling sering karena shade nya terlalu terang sehingga di kulit aku jadinya kayak dodol udah jamuran. Dekil banget, bho!

Makanya, waktu Bblog menawarkan coba dan review produk basic make up Mustika Ratu, aku langsung semangat banget. Ya siapa tau kan, ternyata jodoh kulit sawo kematenganku ini adalah Mustika Ratu ;)

Basic make up Mustika Ratu punya nama Simply Stay. Rangkaian produk yang diformulasikan khusus untuk wanita Indonesia. Berisi Mosturizer, Liquid Foundation, Stick Foundation, Loose Powder dan Two Way Cake. Lengkap!

Kita review satu-satu ya..  :)

Menanam di Diapers Bekas Pakai

Ibu ibu yang punya anak, pasti pernah dong mengalami fase hidup 'bersahabat dengan diapers'? Popok sekali pakai atau yang dalam bahasa Jawa disebut Diapers ini, emang bikin dilema banget. Udah mana harganya ngalahin harga cabe, cuma bisa dipakai sekali, trus abis dipake harus langsung dibuang. Tapi kalau gak pakai diapers? Beuuuuh, hanya emak emak tangguh nan rajinlah yang sanggup menjawabnya :))))

Nah, disaat aku lagi seneng-senengnya berkebun ini, adaaa aja temen yang ngasih link di sosmed yang isinya pasti tips dan trik berkebun di rumah. Macem-macem deh, dari mulai pot-pot kreatif sampai resep pupuk kandang yang gak boleh dibaca kalau lagi makan. Salah satu link berisi tips yang paling aku inget adalah dari Mak Isti. Blogger blasteran Klaten-Irak ini, ngasih aku link yang isinya cara unik menanam menggunakan diapers bekas pakai. Ha? Popok bekas pakai buat menanam? Yak tul!

Berkebun di Tembok


Sejak aku heboh di sosial media kalau aku lagi mewujudkan pertanian FAITH (Food Always In The Home), banyak banget orang yang protes ke aku. Rata-rata protesnya sama, "Kamu mah enak punya halaman luas, lah aku tinggal di perumahan, mana ada lahan". Oke, satu dua orang aku tampung lah ya.. Eh makin aku hebring, makin banyak yang ngeluh "Curang.. punya lahan.. yang gak punya lahan kayak aku mana bisa". Errr.. Baiklah sodara-sodara.. Kalo emang kalian gak punya lahan, kenapa gak berkebun di tembok aja. Iya, tembok.. tempat para jomblo curhat dan meratap. Muahahahaha

Mewujudkan Pertanian FAITH (Food Always In The Home)


Sejak pindah rumah, aku emang udah berencana untuk berkebun di pekarangan. Secara ya, rumah baruku ini halamannya luas buanget, pas banget deh buat berkebun ala-ala petani rumahan gitu.. Kebetulan juga, beberapa bulan lalu, aku nemuin artikel tentang pertanian rumahan di blognya Paman Syam. Semua orang tau lah ya.. betapa aku mengidolakan Paman yang satu ini beserta metode pertanian malasnya yang asik dan seru buat dicoba.

Waktu itu, paman nulis tentang metode pertanian FAITH, singkatan dari Food Always In The Home. Metode pertanian ini adalah ide dari para petani di Philipine. Nah, sejak paman nulis waktu itu, aku udah tertarik banget dan bercita-cita untuk punya kebun FAITH sendiri. Gimana enggak, kita menanam sayur mayur dan buah-buahan di pekarangan rumah. Jadi beneran makan hasil kebun sendiri. Duh... mingini pisyan :3

Nikmat dan Segar Manisan Carica Wonosobo

Sebagai orang yang hidup di Banyumas, tentu aku deket banget sama aneka makanan dan minuman dari daerah tetangga, Wonosobo. Dari mulai Mie Ongklok, tempe kemul, sampai kripik jamur. Nah, sampai hari ini, makanan atau minuman khas Wonosobo yang jadi favorit aku banget adalah manisa Carica. Pernah coba? Duh, rugi banget kalau belum pernah. Ini tuh manisan paling enak sejagat raya.. Rasanya asam dan manis dalam satu sruputan. Ditambah es dan telor-teloran kodok, hmmm, nikmate puol!

Gula Plastik, Ketika Berbagi Tak Harus Memiliki


“Mbak Pung.. Aku mau jujur.. Jangan marah ya..”

“Kenapa bu?”

“Kemaren aku pulang jalan kaki, gak jadi ngangkot. Ongkosnya aku pake buat beli tahu, soale di rumah cuma ada kangkung buat buka puasa”

Namanya bu Asanah, perempuan berusia setengah abad lebih yang sudah dua tahun ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumahku. Setiap hari, bu Asanah berjalan  kaki satu kilometer untuk sampai ke rumahku.  Pulang pergi, jadi dua kilometer. Tapi itu dulu, jauhnya begitu. Sekarang, sejak aku pindah rumah, jarak yang harus ditempuh bu Asanah buat sampai ke rumahku bertambah jauh dua kali lipat. Kalau jalan kaki, apalagi untuk perempuan di atas 50 tahun, mungkin sampai tujuan, kaki rasanya keram dan pegal-pegal. Makanya, setiap hari, aku selalu ngasih bu Asanah uang untuk ongkos naik angkot. 

Surat


Pindah Rumah Yipikayey!

Sejak tragedi 'tiba-tiba rumah harus dikosongin', jadilah aku dan keluarga mau gak mau pindah rumah. Yah, namanya juga kontraktor, apa-apa harus ngikutin si empunya rumah, eyke kan cuma ngontraks!

Ini rumah lama aku, kecil dan buerantakan :D
 


Tips Memotret Anak di Rumah

Suka sirik gak seeeeh, liat foto anak orang yang bagus baguuus? Secyara beberapa orang Indonesia kentutnya duit, jadi bayar mahal fotografer biar anaknya punya foto bagus, enteng enteng aja. Apalagi kalo saldo rekeningnya sampe susah disebut, saking banyaknya, bayar mahal studio foto demi anak tercinta, pasti bukan masalah.

Yang masalah, yang kayak aku gini. Pingin punya foto anak yang bagus dan kece buat dipajang, apa daya beli beras aja masih ngap-ngapan. Bayar fotografer cuma buat foto anak? Aduuuh.. bukannya gak mau, tapi nanti deh yaa kalo Zayn Malik yang duitnya segabrek-gabrek itu udah mempersunting. Mueh?

Nah, aku punya tips nih, memotret anak di rumah tapi hasilnya gak burek-burek amat. Biar tetep punya foto anak yang bagus bin kece, tapi enggak perlu keluar duit banyak. Cekidots!

Untuk Pergi yang Tidak Bertakdir dengan Pulang



Gambir, Agustus 2008


Seharusnya dulu kamu bilang sama aku, bahwa langkah pertama kita, tidak akan berakhir di titik yang sama. Kamu bilang sama aku untuk mengemas semuanya. Semuanya! Jadi sekarang aku enggak ribut minta balik untuk sekedar mungutin hal kecil di tempat yang jaraknya berjuta-juta mil jauh di belakang. Hal kecil yang menurut kamu remeh tapi buatku berharga. Hal kecil yang kamu anggap sampah, tapi kalau mereka ikut, senyumku sepanjang kepergian enggak akan berseling sesungukan kayak sekarang.

Ini sakit, tau!

Aku kepingin pulang. Kenapa sih dulu kamu enggak bilang, kalau kamu, mengantar aku pada jalan yang gak pernah bertakdir dengan pulang? Kenapa? Janjinya kan kita cuma pergi sebentar. Cuma sebentar! Kamu waktu itu bohong? Kamu jahat. 

Kepergian kita jadi enggak istimewa lagi. Enggak. Aku kepingin pulang. Kamu bisa gak sih bilang sama Tuhan? Bilang dong! Biar Dia aja yang belokin pergi ini. Jadi pelan-pelan,

Menuju pulang.


Purwokerto, Juni, 6 tahun setelahnya.

Pictalogi, Solusi Cetak Foto Masa Kini


Sebagai istri fotografer yang punya anak lagi lucu-lucunya, ketebak dong apa yang memenuhi hardisk komputer aku? Betcul! Foto anak. Si baby huny gembul menjebul berjambul Sujiwo Arkadievich. Jumlah fotonya Jiwo di hardisk itu, ibarat bulu mata, ini tuh koleksi bulu matanya Syahrini, banyaknya sampai gak bisa dijelasin! Kalau dicetak, mungkin album foto tebelnya bakal ngala-ngalahin skripsi aku. Eh, wait, skripsi? Tambang mana tambang..

Asiknya Liburan di Rumah (Tetangga)

Kemana sih biasanya anak-anak menghabiskan liburan sekolah? Biasanya kan yah ke pantai, gunung, museum, mall, taman bermain, dan tempat-tempat lain yang emang wajar dijadiin tempat liburan. Nah, entah ada setan apa yang merasuki anak-anak tetanggaku, setiap liburan sekolah, tempat tujuan utama mereka adalah rumahku. Langka ini langka, liburan sekolah bertamasya di..... rumah tetangga :))

Seperti liburan-liburan sebelumnya (iya, ini rutinitas SETIAP liburan -_-), liburan dalam rangka kelas 6 UN kali ini, geng centil komplek bertamasya di rumahku. Pagi siang, sore, malem, sampe emaknya jerit nyuruh pulang pokoknya, mereka habiskan seharian di rumahku. Ngapain? kata mereka sih liburan ya.. tapi kata aku, berantakin rumah orang x))

Take Me to England, Mister!




Dear Mister,

Imagine this, you wake up in the morning, the first thing that say “Good morning..” to you is delicious smell of poached egg, sausages, baked beans, grilled tomato, and of course, bacon. The sun will perfectly rise with the tea in your mug. Turn on the television, and let George Alagiah bring your morning to the world with his Six O'clock BBC News. Take a bath then wear your jeans, tees and boots. The city is waiting for you..

Surga Tersembunyi di Baturaden

Jalan-jalan ke Purwokerto, biasanya nempel banget sama Baturaden dan nyicip tempe mendoan. Dua hal yang kata orang, Purwokerto banget. Biasanya, orang-orang akan mengunjungi lokawisata Baturaden dan sekedar main air di curugnya. Padahal, ada surga tersembunyi yang super sayang banget kalau dilewatkan. Namanya, Pancuran Pitu (pancuran tujuh).

Pancuran Pitu adalah salah satu objek wisata alam yang masih berada di kawasan Baturaden, berupa sumber air panas yang turun langsung dari Gunung Slamet melalui tujuh saluran (pancuran). Air hangat yang keluar, konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan menghilangkan pegal-pegal serta nyeri otot. Beberapa masyarakat juga masih memercayai adanya kekuatan magis dalam air tersebut jika digunakan pada malam-malam tertentu. Makanya, setiap malam selasa kliwon, kawasan Pancuran Pitu diramaikan oleh mbak-mbak PSK dari lokalisasi Gang Sadar yang mandi biar semakin cantik dan menggoda. Jadi, kalau mau main air panas sekalian ngintip bidadari, ya monggo ke sana pas malam selasa kliwon. Awas bidadarinya ketuker sama kunti ya :))

Sang Patriot, Gemuruh Perjuangan dalam 266 Halaman

Pic Source
Judul Buku   : Sang Patriot Sebuah Epos Kepahlawanan 
Penulis          : Irma Devita
Penerbit        : Inti Dinamika Publisher
Tebal            : 266 Halaman
Harga           : Rp.65.000
ISBN            : 978-602-14969-0-9


Sebagai seorang yang anti banget pelajaran sejarah, pertama kedatangan novel ini, sejujurnya gak tertarik dan malas untuk mulai baca. Terlanjur males sama segala yang berhubungan tentang sejarah Indonesia gegara dari SMP, pelajaran sejarah selalu menyebalkan, penuh hafalan dan bikin ngantuk. Tapi, demi menghargai sang penulis yang mengirim buku ini langsung, karena aku jadi salah satu pemenang syukuran bulan maret, aku memaksa diri untuk mulai membuka dan membaca.

Dan semua, berubah sejak halaman satu, prolog. Dimana penulis dengan sangat lihai membuka novelnya dengan penutup cerita. Aku, sebagai orang yang anti dengan sejarah, tiba-tiba tersihir untuk terus dan terus membuka lembar demi lembar sampai titik tamat. Baru ini sejarah ditulis sebegini asyiknya. Dan baru ini aku betah menghabiskan satu buku sejarah dalam dua hari. Bayangkan, sodara-sodaraaa.. satu buku sejarah dalam dua hari. Bagi seorang Pungky, ini prestasi yang harus banget dikeprokin. Ayo coba tolong keprokin.. x)

Bermain di Kampung Sri Rahayu


Lihat anak yang berdiri di tengah pakai baju merah, namanya Serli, dia adalah anak yang aku ceritain di postingan ini. Masih inget? :D

Akhirnya, dengan ijin dan kuasa Tuhan yang maha segala, aku dan beberapa teman berhasil juga ngadain acara bermain di Kampung Rahayu. Acaranya diadakan minggu, 4 Mei 2014 kemaren. Walaupun sederhana, tapi serunya jangan ditanya! Minggu pagi kami full dengan ketawa, bercanda dan cengengesan. Bikin pengen ke sana lagi, lagi dan lagi :D

Aku udah bilang sejak awal, ini bukan acara serius. Murni cuma ngajak anak-anak di kampung Rahayu ini main-main. Mengajak mereka ngerasain kalau yang namanya bermain itu asyik bianget! Kami bernyanyi, bercerita, senam, joget, games berhadiah, mendengarkan dongeng, sampai unjuk kebolehan masing-masing. Wah wah.. gak nyangka, ternyata mereka pinter-pinter dan berbakat. Ada yang jago nyanyi, ada yang pinter joget, ada yang ngelotok soal hafalan Al-Quran, ada juga yang bakatnya bikin temen-temennya ketawa. Hari minggu kami. indah! :D

Ganjelan Pintu Pertama


Pic Source
Namanya Odong, warnanya biru gelap dan selalu mengawali dirinya dengan tulisan bissmillah huruf arab yang-pada jamannya, kalo punya tulisan arab itu di hape berarti si empunya keren pake banget. Gaul abis.

Namanya sih handphone, tapi pada kenyataannya, fungsinya gak sekedar sebagai alat komunikasi. Kadang jadi sasaran empuk buat dilempar ke tembok kalo liat gebetan jalan bareng cewek lain, kadang buat nyambit adek kalo susah dibilangin, kadang buat mukul paku payung biar nancep kalo lagi bikin mading sekolah, kadang buat dimatiin seharian asal bisa gonta ganti casing, kadang buat dipencet-pencet sok sibuk smsan padahal gak punya pulsa biar keliatan oke di depan gebetan, dan yang paling sering, jadi ganjelan pintu kamar biar gak nutup terus.

Pondok Bujang, Tempat Pemuda Pemudi (Katanya) Gak Punya Masa Depan


Namanya Pondok Bujang. Bukan tempat istimewa, gak ada pantai, gak ada gunung, gak ada pemandangan indah, gak ada orang-orang baik, gak ada banget. Yang ada cuma 6 ruang kotak 2x3 meter yang bau asep rokok dan berserakan kartu remi. Yang ada cuma tiga ekor anjing, beberapa bujang yang kerjaannya main game dari pagi sampai pagi lagi dan seorang gadis yang bangun paginya selalu di atas jam 12 siang.

Namanya Pondok Bujang. Bukan tempat istimewa, pemandangan sehari-hari di sana adalah sekumpulan bujang main kartu atau karambol sambil bahas game online semalam bersama berpuluh-puluh puntung rokok, tiga ekor anjing berantem rebutan keset tempat tidur, seorang gadis dengan celana pendek dan kaos belel ketrak ketruk depan komputer atau asik main kertas lipat, dan beberapa cewek gaul pake banget dari tempat sebelah numpang makan atau sekedar gosip.

Ini Mak Winda

Dengan celana jeans, kaos kedombrongan, sendal, jalan ngangkang, lengkap jilbab asal pakai, emak satu ini bener-bener mirip Mama. Lebih lagi cara ngomongnya yang susah dibedain sama klakson kopaja, Mama banget. Bedanya, Mama adalah pengrajin genteng, kesehariaannya mengolah tanah jadi atap. Kalau klakson kopaja yang satu ini, pengrajin kata. Kesehariannya mengolah kalimat jadi karangan mantap.

Anaknya dua, suaminya satu setengah. Mungkin dia kerturunan semacam wonder woman yang kurang greget ngurusin anak dua. Kurang capek. Jadilah aku, diangkat anak juga sama beliau. Sebenernya males, punya Mama satu aja bawelnya alaihim gambreng, segala-gala dicerewetin. Emak-emak banget deh. Lha ini, Mama nya jadi ada dua, dengan tingkat kecerewetan yang sebelas dua belas. Coba tolong itu Travis Barker disuruh berbaring, saya pingin pengsan.

Tutorial Membuat Stopmotion Sederhana

Tutorial ini adalah lanjutan dari curhatan 3 taun lalu, di sini. Muahahahaha laba-laba udah bukan bersarang lagi, udah beranak pinak tujuh turunan delapan setopan. Postingan blog bersambung setelah tiga taun, pungky doang yang dah punya kelakuan :))

Oke, jadi ini adalah (ceritanya) tutorial sederhana membuat stopmotion. Ini kayaknya tutorial pertama aku di bidang gini-ginian. Jadi kalau kurang jelas, ya mohon diterima dengan lapang bola :')


1. Siapkan Cerita
Mau stopmotion tentang apa? ceritanya gimana? Tentukan dari mulai sampai tamat. Syaratnya, gak boleh lama-lama! Durasi waras stopmotion itu 1 - 3 menit. Di atas 3 menit, aku gak tanggung kalo situ setres sendiri. Muehehehe. Di tutorial ini, aku contohin stopmotion aku yang tentang metode penelitian ya. Intinya, aku pengen di stopmotion itu, si tokoh membedakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan memisahkan kepingan puzzle dan memboyongnya ke tempat seharusnya.

2. Buat Storyboard
Storyboard itu apa? Plis, jangan kayak lagi marahan gitu deh sama bang google. Cari tau sendiri yes :D
Buat storyboard termasuk sudut pengambilan gambar dan perkiraan gerakan objek secara detil. Jangan sampe, pas udah take, ternyata si objek gak memungkinkan untuk bergerak sesuai jalan cerita. Nanti ribet lagi bongkar-bongkar atau pindah-pindah :D


Lusiana Trisnasari, Semangat Kartini di Bumi Loh Jinawi


Kalau Kartini lain berjuang untuk negeri, maka Kartini satu ini, adalah sebenar-benar berjuang demi bumi pertiwi. Demi tanah yang ia pijak, demi air yang ia minum, demi udara yang ia hirup, semangat tumpah darah di negeri gemah ripah.

Banyak tulisannya yang bikin aku pingin memeluknya erat-erat saking bangganya. Saking terinspirasinya. Saking pingin seperti dia. Perempuan tangguh dan sosmed banget bernama beken Lusitris ini, menuliskan segala yang ia bisa, yang ia tahu, dan yang ia ingin suarakan. Ada satu hal dari beliau yang bikin iri setengah mati: kemampuan menulisnya jempolan. Kalau ada kontes nulis atau blogging dan tertulis namanya sebagai pemenang, udah gak ada yang heran. Saking seringnya. Saking langganannya.

Kepada Mereka

Ada cerita lucu cenderung menyayat hati, datang dari seorang sahabat, kakak sekaligus ibu bagi sebuah kampung di Purwokerto. Kampung ini kampung ajaib.. Namanya kampung Rahayu, atau biasa juga disebut kampung dayak. Penduduknya adalah orang-orang marginal yang kebanyakan datang dari luar Jawa. Mereka, ke pulau Jawa, niat awalnya adalah merantau dan mengadu nasib. Namun, bagaimanapun nasib selalu punya jalan sendiri yang sukar diadu-adu. Mereka ‘nyangkut’ di Purwokerto dan akhirnya menghabiskan hari di kampung ini. Makanya, kampung ini lokasinya dekat dengan tempat yang dulunya terminal bis. Karena menurut sejarahnya, para penduduk di sana adalah perantau pengadu nasib yang baru turun bis langsung-malah diadu oleh nasib.

Kebanyakan masyarakat di kampung ini hidup bahagia tanpa KTP. Yaiyalah, wong mereka perantau yang kesangkut. Sekali lagi, pengadu nasib yang malah diadu oleh nasib. Kebanyakan mereka bekerja sebagai pemulung, perempuan pekerja seks, waria, pengamen, pengemis, bahkan preman. Beragam, mulai dari lansia sampai balita atau bayi merah. Namanya juga kampung, semuanya ada. Betul, anak-anak di sana hidup berdampingan dengan waria, pekerja seks, preman, dan sudah sangat biasa.

Giveaway, Gak Ada Orang Tua yang Gak Bisa Dongeng!


Setiap aku bicara soal mendongeng pada orang tua lain, komentar paling sering yang keluar dari mulut mereka adalah "Kamu mah enak bisa ngedongeng, aku mana bisa". Bener-bener gak ngerti deh, emang ada ya orang tua gak bisa dongeng? Setauku, dongeng itu gampange pol! Gampang pakai banget. Nah, yang susah dan susah banget adalah kemauan untuk mencari tau, mencoba, lalu memulai.

Apakah aku bisa mendongeng? Enggak. Sama sekali enggak. Membuat cerita, mengolah suara, sampai pada olah gerak dan bagaimana menjadi berbagai karakter dalam waktu bersamaan, itu susahnya lebih lebih daripada nyolong monas tengah hari bolong. Tapi, apakah kesulitan mendongeng lantas membuat aku berhenti mendongeng? Hihihihi malu ah sama Upin Ipin :P

Mari kita jabarkan satu-satu, dimana susahnya mendongeng.

1. Membuat Cerita
Sekalipun pernah nulis buku dongeng anak, tapi suer deh, aku itu selalu kesulitan dalam hal membuat cerita anak. Memilih tokoh, meringkan bahasa dan alur, sampai menyempilkan pesan-pesan moral, aku pasti angkat tangan. Eh, tapi.. buku dongeng bukannya banyak dijual di toko-toko buku ya? Buku Kumpulan Dongeng Anak karya ibu Hastira Soekardi, misalnya. Dongeng gak harus ciptaan sendiri kan? Ambil dari buku, dongeng juga kan? Apa? Males belinya? Kalau dongengnya nyomot dari internet, gimana? Banyak lho website-website dalam dan luar negeri yang menyediakan dongeng dengan sangat gratis. Contohnya, Blog Dongeng Anak, Cerita Kecil, Anak Nusantara, Dongeng Bocah dan masih seabrek lagi yang lain. Apa? Pulsa internet abis? Mmm.. gimana dengan pasang aplikasi dongeng di smartphone? Kalau mau sedikit aja usaha nyari, banyak lho aplikasi dongeng gratisan untuk smartphone. Tinggal download, dan puluhan dongeng bisa kita baca kapanpun dimanapun. Apa? Hape masih nokia 3310? Eng... gimana dengan pinjam buku dongeng teman? Atau sewa di rental-rental buku terdekat? Atau bikin kliping dongeng-dongeng dari majalah anak bekas? Apa? Gak ada waktu? Berantem aja yuk! >:(

Patriot yang Jahat

Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang mencintaiku dengan mengajak menembus abu vulkanik saat erupsi Gunung Merapi, 2010. Bermodal jaket tebal dan masker, bersepeda motor kami melakukan perjalanan Purwokerto – Jogjakarta. Katanya, peduli tak cukup berdiam di sini. Maka bergeraklah kami, merasakan sendiri sesaknya abu vulkanis membekap pernapasan dan nurani manusiawi.


Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang rela menolak suap jutaan rupiah saat kami dijerat akhir bulan. Katanya, masyarakat butuh berita benar, bukan berita bayar. Nasi akhir bulan kami tuntaskan dengan air mata dan pelukan.

Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang mencintaiku dengan pergi saat Gunung Slamet dinyatakan naik status. Erupsi bisa terjadi kapan saja, dan dia memilih meninggalkan aku dan buah hati hanya berdua. Katanya, ada kewaspadaan yang harus dia sampaikan, mengeruk informasi di pos pengamatan adalah satu-satunya jalan. Masyarakat tidak butuh kabar asal. Keselamatan banyak nyawa jadi taruhan.

Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang tega membiarkan perempuan dengan kandungan empat bulan dorong motor sendirian siang-siang. Katanya, kesombongan harus diberi pelajaran. Ibu hamil yang nekat pergi sendirian biar belajar dari pengalaman. Untung gak keguguran di jalan!

Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang membiarkan balita tujuh belas bulan terjatuh, luka dan menjerit. Katanya, kalau terus dituntun dan dibantu, selamanya dia akan merengek begitu. Biarkan saja menangis. Manusia butuh luka untuk belajar bisa, manusia butuh jatuh untuk belajar tangguh.

Dialah patriot dalam hidupku, orang jahat. Seseorang yang memilih tidak punya televisi sekalipun sanggup membeli. Hiburan kami setiap hari adalah buatan sendiri. Tontonan kami paling bergengsi adalah film boleh download gratis setiap pulsa modem penuh terisi. Katanya, anak satu-satunya adalah harta paling harta. Tak akan masa emasnya ditukar dengan kebodohan ala televisi masa kini. Rumah kami ceria dengan sentuh tawa dan canda. Rumah kami bikin betah sekalipun gosip pisah Sheeren Sungkar dan Teuku Wisnu ketinggalan tetangga sebelah.



Purwokerto, the power of deadline, 31 Maret 2014

Dialah patriot dalam hidupku. Mengajari tangguh dengan jatuh. Bisa dengan luka. Pengalaman dengan kesalahan. Dan bahwa menjadi hebat, butuh sedikit jahat.


---
Tulisan ini diikutsertakan pada:

Cantik dari Dalam



Sebagai perempuan (alhamdulillah asli) yang menjelang usia 25 tahun, salah satu hal yang bikin aku rada-rada parno adalah berubahnya bentuk tubuh, kulit dan rambut. Duh, bukannya gimana ya, namanya juga perempuan. Sejak tau kalau penuaan dini dimulai usia 25 tahun, otak aku yang space nya melompong ini gak bisa gak kepikiran macem-macem soal itu. Apa kabar kalau nanti, di usia 25, muka aku udah berkerut-kerut, udah ngampleh dan rambutnya udah semi semi kusam mulai beruban. Aduuuh, jelek-jelek gini, kan aku tetep menyimpan jiwa Syahrini yang tertukar. Pinginnya selalu kinyis kinyis meskipun usia udah gak abege lagi. Ihik.

Bongkar Hadiah Srikandi Blogger




Ngeblog membawa berkah dan rejeki, itu bener lho! Aku setuju pake banget. Kalau dijalani dengan bahagia dan memang dari hati, ngeblog itu bisa mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

Contohnya aku nih..
Dulu, awal pertama ngeblog, gak ada sama sekali punya tujuan ngeblog supaya jadi Srikandi Blogger. Boro-boro, penyelenggara aja kayaknya belom kepikiran bikin tuh ajang. Hihihihi Buat aku ngeblog adalah bernapas dari rutinitas. Melepaskan satu satu jejal yang menumpuk di hati dan pikiran. Apa-apa, kalo cuma dipendem, ujung-ujungnya gak enak. Bikin sakit doang. Perasaan kamu ke dia gitu juga kan, Mblo? *dirajam*

Tapi namanya Tuhan ya.. udah mana baiknya mentok, tajirnya juga mentok banget. Ada aja jalanNya buat kasih aku rejeki. Salah satunya ya dari ngeblog. Salah satunya lagi, dari Srikandi Blogger 2014.

Ini nih rejeki yang buanyak banget dari Srikandi Blogger 2014 kemarin. Iya, rejeki-rejeki yang seabrek ini datang karena ngeblog. Ngeblog yang awalnya hanya aku niatkan untuk menulis dan berbagi. Ngeblog yang dulu, gak pernah kepikiran sama sekali bisa mendatangkan rejeki sebegini banyak. Alhamdulillah... :D

--

Terimakasih banget, Acer.. tau aja blogger kere ini gak punya laptop dan lagi sangat mengidam-idamkan laptop biar gak rebutan komputer mulu di rumah. Makasih makasih makasih makasih :')



2. Paket Produk dari Sariayu
Makasih Sariayu... suka banget sama warna eyeshadow Inspirasi Borneo nya. Cantik dan bagus buat kulit gelap aku. Jadi eksotik-eksotik gimanaaa gitu :D
Suka banget juga sama aroma Hijab Shampo nya. Asli deh, ini shampo kayak artis banget. Tiap ada temen main ke rumah trus kepo sama hampers berujung nyium wangi shampo-nya, pasti diminta :/


3. Satu Kardus Deterjen dan Goodie Bag dari Rinso
Dear Rinso.. ini aku bingung mau makasihnya kayak gimana. Deterjen sekardus.. itu.. eng... Rinso, itu idenya siapa? Yang punya ide cowok bukan? Kok pengertiannya minta banget dijadiin suami gitu sih. Deterjen sekardusssss... emak-emak mana yang gak terharu dikasih begituaaan? Semacam ketiban duren runtuh dari kayangan eh bidadara berwajah Joe Taslim ikut nyungsep. Hahahahahaha Makasih banget ya Rinso yaaaa :*



4. Paket Produk dari Sarihusada
Aku rasa, karyawan Sarihusada tuh ada yang dukun deh. Mereka bisa pas banget gitu ngasih aku SGM 3 untuk anak 1-3 tahun. Seingetku, finalis lain ada yang dapet SGM buat 4-6 tahun. Tau darimana Baby Nguwil sekarang baru mau 2 taun? ha? ha? ha? Dukun ya? >:(
Hahahahaha tapi makasih lho... Aku suka banget sama tas dan kaosnya. Jarang-jarang ada merchandise produk bagus dan kece buat dipake kemana-mana. Biasanya kan kualitasnya jelek dan tulisan brand-nya segede gambreng. Nah, merch Sarihusada ini bagus-bagus! Tas nya keren, payungnya terkesan eksklusif banget dan kaosnya udah aku pake kemana-mana saking sukanya. Hihihihi Makasiiiiih ^_^



5. Tas Batik dari Chic Distro
Paduan warnanya favorit aku banget. Tabrak-tabrakan tapi kece dan cantik! Muat banyak tapi tetep keliatan imut. Hihihihihi makasi yaaa...



 6. Hadiah dari Blogdetik
Satu kaos Blogdetik dan satu kaos Detik Forum. Kesukaan aku adalah yang ungu! Gambarnya keren dan glow in the dark. Hahahhaa *ketawan noraknya*
Terimakasih Blogdetik ^_^



7. Scarf dari Savana Hijab
Dimana coba ada scarf gambarnya gitar-gitar kece begini? Aaaak.. suka pake bangeeeeet. Keren, lucu dan unik. Bisa dipake buat begaya walau aku gak berhijab. Jadi scarf atau headwrap atau bagscarf atau sekedar diuntel-untel di pinggang. Ah, gak sabar mau foto pake ini trus begaya-gaya. Trus pajang di blog dong pastinyaaa.. Muehehehe *gak narsis gak pungky*



8. Tali Asih Super-special dari Komandan Blogcamp
Pakde.. hiks, speechless nih. Terharu banget tiba-tiba ada buku yang tertulis nama aku sebagai salah satu penulisnya. Aku.. nulis... buku. Duh, Pakde beneran deh. Ini surprise sekaligus berkah.
Apalagi surat yang nyelip di dalemnya "Tali asih menerbitkan buku solo.. silakan siapkan naskah". Hyaampun.. aku? serius aku? aku bakal nerbitin buku solo? Ah, Pakde.. Love you pisyan ya :')

  

9. Kaos dari MakBoard KEB
Ini nih kaos yang bikin finalis terharu biru waktu acara penganugerahaan kemarin. Ada cerita super wakwaw dibalik kaos-kaos ini. Gak akan aku ceritain di sini, tapi, asli deh, tiap liat atau pake dua kaos ini.. selalu pingin mewek cantik. Terharu banget nget nget.
Kaos yang kiri (hitam) adalah hadiah dari MakBoard KEB. Kaos yang kanan (putih), adalah tanda kebersamaan 50 finalis Srikandi Blogger 2014. Seperti Yin dan Yang, hitam dan putih, mereka keliatan harmonis dan keren ya? :')
 

10. Cokelat dari Mak Isti (Blogger Kurdistan)
Setelah selama ini cuma bisa haha hehe di dunia maya, akhirnya kemarin kesampean juga ketemu langsung dan peluk-pelukan. Sama sekali belum puas sih.. Tapi, cokelat dan buku yang kami tukar mungkin jadi tanda, bahwa sekalipun dibentang jarak ribuan kilometer, kami pernah ketemu dan berpelukan. Hiks. Makasih ya Mak buat cokelatnya.. Isinya udah abis dari kapan tau, tapi bungkusnya aku cuci dan aku simpen sampe sekarang. Semoga kita ketemu lagi ya :')
 

---

Mau makasih juga buat Bebek Judes Resto, buat makan siangnya yang sangat mengerti aku. Hihihihi tau aja sih orang lagi kelaperan dikasih bebek goreng. Kan jadi kalap :D

Buat Aqua yang menjadi penyelamat saat Srikandi Blogger ini sempoyongan keausan di hari penganugerahaan. Hahahahaha Makasih Mak Waya yang dengan sangat baiknya ngambilin aku Aqua di meja panitia :')

Buat Depkominfo untuk dukungan dan konsumsinya. Enak dan bikin lipstik aku blepetan saking lahapnya. Hahahaha ini Srikandi Blogger gak pernah dikasih makan apa gimana sih X)

Juga untuk Hijabermom atas suguhan fashion show cantiknya yang sedikit menenangkan hati saat neneng Srikandi lagi nervous berat mau naik panggung x))


Purwokerto, Akhir bulan diselamatkan Rinso, 20 Maret 2014
 
Terakhir, spesial makasih buat Mak Grace atas kiriman buku dan mainannya. Aku anggep itu hadiah Srikandi Blogger boleh ya? Hihi love you bingit, Maks!

Pemenang Galaksi Pungky Giveaway

Kalau kalian kira Giveaway aku akan dinilai berdasarkan kriteria khusus secara adil, objektif dan jujur. Kalian salah besaaaar. Giveaway aku adalah GA paling ngawur sejagad blog. Jadi, juri - juri kita, MakTir dan Kangmas Bojo, memilih pemenang bedasarkan kriteria suka-suka mereka. Ada yang menang karena tulisannya emang bagus, ada yang karena udah muji-muji MakTir, ada yang karena visualisasinya oke, ada juga yang karena kasian udah nulis panjang-panjang masa gak menang? Muahahahahaha. Maafkan sayah, maksud hati pengen bikin GA serius nan adil serta objektif, apa daya cuma bisa bayar juri sekaliber MakTir. Juri asal todong yang sangat gak mau diatur masalah penilaian. Itu juga bayarnya pake mendoan ama nopia. Ya jadi aja deh pemenang GA aku dipilih suka suka dia banget :)))
Maafkan yah, temans.. Kalian boleh kok menyesal pake banget ikutan GA aku. Boleh banget. Besok besok gak mau temenan sama aku lagi juga enggak apa apa. Aku mah udah pasrah bin ikhlas. Ya abis gimana.. Tadinya mah mau ngaku-ngaku kalau pemenang dipilih secara objektif, adil dan dengan sederet kriteria. Tapi, boong kan dosa yak? yaudah dah eyke jujur aja apa ada dong :,)

Dan inilah dia para pemenang Giveaway Galaksi Pungky. Syelamaaaat!

1.  Kettyhusnia
Mendapatkan 1 buah kaos kece dari sapulidiproject

2. Kopiah Putih
Mendapatkan 1 buah buku Srondol Gayus ke Italy (bertanda tangan penulis)

3. Richo A. Nogroho
Mendapatkan 1 buah buku Kejutan! (bertanda tangan penulis)

4. Intan Novriza Kamala Sari
Mendapatkan 1 buah buku Macaroon Love (tanda tangan penulis diwakilkan pin unyu)

5. Happy Fibi
Mendapatkan 1 buah buku Dunia Patah Hati (bertanda tangan penulis)

6. Reni Judhanto
Mendapatkan 1 buah buku Peri-Peri Bersayap Pelangi


7.  Nurtanio Ramadhan
Mendapatkan 1 buah buku Peri-Peri Bersayap Pelangi



Bonus:
Pemenang favorit pilihan Pungky (pengen juga milih pemenang aku nyaaaa):
Mei Wulandari
Mendapatkan 1 buku Peri-Peri Bersayap Pelangi. Makasih untuk gambarnya ya neng geulis! :D

Dan ini dia, blogger yang mendapatkan award Blogger Ter Galaksi Pungky. Buahahahaha. Sayangnya doi gak ikutan GA aku. Huhuu. Tapi gak apa.. aku udah milih dia sebagai pemenang sejak sebelum GA ini diadain. Hihihihi doi adalah temen blogger aku yang paling aku. Dia setia jadi pembaca blog aku sejak pengunjung Galaksi Pungky masih puluhan sampe sekarang udah puluhan ribu. Sejak blog aku masih jelek sampe sekarang jadi jelek banget. Bahkan dia pembaca juga di blog aku yang lain, padahal aku jarang banget main balik ke blog instannya itu. Aaaaah i love you so much, Aman! Kamu mendapatkan hadiah sederhana tapi spesial dari Galaksi Pungky :D
Selamat untuk:

Yippiiie! Demikianlah pengumuman pemenang Giveaway Galaksi Pungky. Tadinya, mau nambah hadiah dan pemenang. Tapi, aku baru abis dari Jakarta kemarin, duit abis banget buat ongkos. Hahahahaha maap yak kejujuran. Jadi, memenuhi janjiku untuk bikin GA sukuran Srikandi Blogger, Insha Allah bulan depan yak.. atau bulan depannya lagi. Ya sedapetnya rejeki deh. Doain ajah! :D

Buat yang belom menang, aku gak pengen bilang jangan kecewa.. karena pasti kalian kecewa banget udah capek-capek nulis tapi gak dapet apa-apa. Hihihihi mau bilang makasih ajaaa.. makasih udah ikutan.. makasih makasih makasih makasih. Sukses terus ya untuk blog masing-masing. Kalau bikin GA jangan lupa eyke dicolek. Ihik!

Kepada seluruh pemenang, mohon kirim Nama, alamat lengkap dan nomor kontak ke email aku ya.. alamat emailnya ada di bawah header gambar amplof. Ditunggu!

Gak tau kenapa, pengen aja majang poto ala ala cabe cabean ini di mari :))))

Purwokerto, tanggal berapa sekarang eyke lupaaa? Maret, 2014

Spesial makasih buat Adityar dari http://www.planetyar.com/. Tulisanmu bikin aku terharu biru.. Tapi, aku cuma bisa terharu dan berusaha, segalanya juri lah yang menentukan.. Muehehehe

*peluk*

Dibalik Make-Up Srikandi Blogger 2014

Pic: courtesy tante Maria Citinjaks

Walaupun belum pasti bakal menang, tapi, aku udah dari jauh-jauh hari nyiapin perlengkapan lenggak lenggok buat hari H Srikandi Blogger 2014 kemarin. Niatnya itu, siapa tau ketempelan salah satu gelar, lumayan kan difoto banyak orang penampilan lagi kece-kecenya. Dari mulai keliling Purwokerto salon ke salon demi kebaya ala ala miss universe, berhari-hari ngubek puluhan online shop demi wedges 10 centi super cetar, sampai heboh tanya sana sini salon mana yang kece buat bikin dandanan ala ala miss world. Muahahahaha pliss gak usah takjub. Pungky emang begituh. Noraknya gak ketolong :))

Mendekati hari H, aku belom juga dapet salon kece di sekitaran Musium Nasional (tempat acara Srikandi Blogger). Paniknya jangan ditanya, dalam hati mah udah wara wiri aja, masa dandan sendiri? Bedakan aja blepetan :/

Sampai akhirnya, tante panitia dengan sangat baiknya ngasih tau “Seluruh finalis, pada hari H, akan didandani oleh tim Sariayu”. Weks, Sariayu? Aku? Bakal di make up tim Sariayu? Jangan ditanya, girangnya itu lebih lebih dari menang undian tugu monas. Girang buanget. Bho.. di make-up tim Sariayu.. DI MAKE UP TIM SARIAYU. Aaaaak terimakasih tante panitiaaaaa >.<

---

Hari H datang, dengan muka polos super kucel karena gak pake apa-apa sama sekali, masuklah aku yang haha hoho ini ke ruang make-up. Pas masuk, beuh, isinya itu... kayak lagi ada lomba dandan! Hahahaha beauticians dari Sariayu banyaaaak dan semuanya lagi sibuk ‘garap’ modelnya masing masing. Iya, jadi pas acara kemarin itu, yang di make-up pertama adalah deretan Mak Panitia, Mak Model, Mak Acara, baru kemudian Mak Pinalis. Aku masuk ke ruangan pas lagi giliran make-up model.  Semuanya serius dan hening. Herannya, biar kata lagi serius, tim Sariayu tetep pada cantik cantik. Kalo aku mah lagi posisi serius dandanin orang begitu, gak janji gak mangap mangap. Hahahahah *plak*

 

Hal yang paling aku suka dari tim Sariayu adalah aura cantik para beauticians. Dengan rambut rata-rata pendek, kaos dengan bawahan batik casual, apron hijau bertulis Sariayu, sederet tukang rias dan penata rambut ini keliatan cantik dan menyenangkan. Sariayu kayak sengaja gitu milih tim rias yang emang cantik dari sananya, jadi, kita-kita yang akan di make-up sama mbak-mbak ini merasa akan ‘disulap’ jadi princess. Kan ada tuuuh, tukang rias yang mukanya belepetan. Make-up  di mukanya sendiri belepetan dan rambutnya gak klop sama bentuk muka. Gimana kita bisa percaya bisa dibikin cantik kalo dianya sendiri bentuknya gak banget begitcu. Ya kan ya kan?

--

Giliranku tiba, aku dipegang sama salah satu mbak Sariayu yang aku lupa nanya namanya. Hahahaha. Maap ya mbak cantik! Dia dengan tangan alus bangetnya, memoles mukaku sana sini yang aku sama sekali gak tau diapain. Iyaaa soalnya gak ada kacaaa. Jadi aku pasrah diapain aja :))

Kerennya, tim Sariayu ini selalu memulai acara make-up mereka dengan sopan dan ramah. Dibuka dengan pertanyaan “mau make up kayak apa?”. Jadi, kita bisa request mau tebel atau mau tipis tipis unyu gitu. Boleh request juga mau pake bulu mata atau maskara aja, alisnya dikerok atau enggak, lipsticknya tipis atau tebel, dan lain sebagainya yang menurut aku... sangat menyenangkan! Kecuali para Mak Model ya.. kalau mereka, make up nya udah ada ‘template’ nya. Hihihi jadi ya warna dan tipe riasannya sama semua. Namanya juga model kan, kalo beda-beda semua, nanti gak kece di kamera.

BEFORE. Jeleknya gak ketolong :)))

Kata mbak Sariayu yang dandanin aku, muka aku dipoles dengan rangkaian produk Sariayu Trend Warna 2014. Inspirasi Borneo, The Colors of Asia. Pertama, warna muka aku dirata-haluskan dengan alas bedak Mousse Foundation Natural. Alas Bedak dengan tekstur empuk yang hasilnya sangat menyatu dengan wajah. Terus, mata aku disulap dengan Eye Shadow Inspirasi Borneo 3. Eye shadow ini memiliki warna-warna natural seperti krem, coklat, dan hitam yang terinspirasi dari warna Tikar Bidai, kerajinan unik dari rotan dan serat kayu khas Suku Dayak asal Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang yang tinggal di perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak. Disempurnakan dengan eye liner, pensil alis, bulu mata dan segambreng peralatan tempur make up yang aku sendiri sampai lupa. Hihihihi banyaaaak.

Seingetku, ada tahapan dimana pipiku dibubuhi Marshmallow Blush On. Blush On dengan semburat warna merah lembut yang teksturnya empuk dan mudah diaplikasikan. Tahapan terakhir (yang aku ingat), bibirku dibuat seksi dengan pulasan Lipstick Borneo 1 yang diaplikasikan tipis. Warna cantik lipstick ini terinspirasi dari keindahan Coelogyne marthae S.E.C. Sierra atau Anggrek Marthae dari Kalimantan. Wah, sempurna deh. Pas mbak Sari Ayu nya bilang “sudah selesai mbak..”, sampai lupa bilang makasih, aku langsung ngibrit ke kaca deket kamar mandi. Hahahahaha. Surpriseeee... aku... jadi.... cantik.... bangeeeet... :D
Senangnyaaaaa...
AFTER. Cantiknya ngalahin Jupe :))

Selesai di make-up, saatnya duduk di bangku tata rambut untuk disulap jadi lebih cuantik! Nah, penata rambut dari Sariayu ini namanya mbak Linadi. Orangnya baiiiiik banget. Baik dan sebelas dua belas sama aku. Suheri, suka hebring sendiri. Buahahahaha. Sambil ngurusin rambut aku, doi bisa tiba-tiba nyanyi gak jelas atau ngikik karena hal yang gak jelas juga. Hahahaha pokoknya orangnya seru dan asik banget. Ditata rambut sama dia bawaannya ketawa dan bahagia terus.

Nah, mbak Linadi ini yang nanya ke aku “Rambutnya mau diapain mbak?”, pas aku bilang terserah, dia bilang “Aku bikin gaya yang pas buat dipakein mahkota ya..”. Waktu itu sih aku cuma bisa ngakak ya, sambil menganggap kalau apa yang mbak Linadi lakukan adalah doa. Duh, kalau mbak Linadi baca ini, aku mau bilang makasih makasih dan makasih. Bener deh mbak, finalis lain gak ada yang rambutnya sesiap aku untuk pakai mahkota Srikandi Blogger. Hihihihi. Pas kejutan tante Alaika naro mahkota di kepala aku, yang terlintas di otakku cuma “Makasih mbak Linadi.. Doamu kesampaian nih..”.

 
Hebring bareng Mbak Linadi. Erornya kompak :))
---

Pengalaman di make up sama tim Sariayu, buat aku, adalah pernak pernik tersendiri di perjalanan Srikandi Blogger 2014. Beauticians yang ramah, cantik dan baik. Mbak Linadi sang penata rambut yang seru, baik dan menyenangkan. Ditambah polesan make-up Trend Warna Sari Ayu 2014 Inspirasi Borneo yang bener-bener ciamik. Perfecto. Bahagianya mentok banget!

Pic source


 Purwokerto, 5 hari setelah Srikandi Blogger, 14 Maret 2014

Terimakasih Sariayu, terimakasih mbak Linadi, semoga kita ketemu lagi di lain kesempatan yaaa... muah!