Rabu, 26 Februari 2014

Mudik ke Kampung Fiksi


Kalau mudik, apa yang kamu harapkan dari kampung? Kalo aku sih, ngarepnya itu suasana adem, damai, tenang, dan banyak oleh-oleh khas rumah yang siap di bawa ke kota. Ngangenin!

Nah, sebagai seorang fiksi mania kere, tentu aku berharap sama kalau lagi mudik fiksi. Pinginnya itu ya pulang ke kampung dimana otak dan hatiku ketemu tempat adem, damai, dan tenang. Selesai mudik, otak dan hatiku semacam recharge dan siap untuk beraksi lagi bersama ‘oleh-oleh’ dari kampung fiksi.

Dulu, setiap otak fiksiku butuh mudik, aku selalu ke sini nih: Kampung Fiksi. Tempat dimana fiksi membentuk bumi-nya sendiri. Tapi, sekarang aku kehilangan tempat mudik. Secara si kampung ini udah kena ewfek globalisasi moderenisasi dan cabecabeanisasi. Jadi udah jauh banget sama nuansa dan susana kampung. Yang ada, kampung fiksi ku sekarang jadi kota-metropolis-tanggung fiksi yang sangat gak asyik. Heuh.

Namanya sih kampung fiksi yah. Kampung. Tapi tiap mudik, yang menyambut aku adalah tulisan hebring warna ungu abu abu biru kuning putih. dengan sorotan lampu di belakang layar. Bho, ini kampung apa panggung fiksi idol? :))


Nah, di ulang tahun si kampung yang ke tiga ini, aku punya satu harapan buat doi. Harapan melihat kampung fiksi ku kembali ngampung. Mendesa. Mengembalikan suasana adem, damai, tenang, dan banyak oleh-oleh khas yang selalu memanggil minta aku dan segambreng fictionholic lainnya untuk sering pulang. Mudik asyik!

Pingin banget liat kampungku punya suasana yang khas. Kayak desain logo, web, sosmed, publikasi (pamflet, stiker, mug, pin, dll), konsisten dengan satu nuansa: Kampung Fiksi. Ada nuansa kampung dan ada nuansa fiksi. Jangan kayak sekarang, desain webnya ala ala panggung idol, merch gelasnya ungu hebring, kaosnya merah gonjreng, sosial media kadang ungu hebring kadang merah gonjreng kadang mas bunglon masih nongol. Gak jelas juga logonya yang mana. Masih si bunglon? Atau udah ganti jadi tulisan KF putih bergaris kuning ituh? Atau tulisan rame ungu putih yang di header?

Aduuuh, daripada pusing. Aku bikinin aja nih.. contoh logo dan contoh nuansa header web. Siapa tau bisa jadi inspirasi gitcu.... :D (udah plus siluet sapi nonggeng noh. Buahahahha)



Seingetku, dulu, pengurus kampung fiksi itu dipanggil Mak Bunglon. Untuk tukang ngetwitnya, disebut DjtwitKF. Entah sejak kapan panggilan itu berganti jadi.... admin? Cuma ‘admin’? Aduuuh, gak kece bingiits! Pinginnya aku, kampung fiksi punya panggilan-panggilan nyentrik yang kampung fiksi banget. Misalnya, pembaca disebut warga kampung, admin sebagai pengurus kampung, trus ada anak kampung, kepala dusun, atau itu admin yang cowok sendiri jadi tukang siskamling kampung kek gitu. Hahahaha.  Jadi, kampung fiksi punya ciri khas. Orang akan merasa dekat dan selalu tertarik pingin ‘mudik’. Kalo aku, request pingin jadi kembang desa yah. Ihik!

Aku selalu aneh soalnya sama sebutan DjtwitKF itu.. udah mana webnya ada lampu sorot, tukang ngetwitnya dipanggil DJ. Besok kalo aku maen ke web, jangan jangan kudu pake kostum dugem. Muahahaha

Udah ah segitu aja pengennya aku. Selamat ulang taun yah kampungku sayang :*


 Purwokerto, semoga dapet gadgetfebruary 2014

Syahrini makan nasi basi, kelojotan tak sadarkan diri.
Inilah kampung fiksi, tempat mudik fictionholic sejati.


----

http://www.kampungfiksi.com/

"Ikut memeriahkan ultah Kampung Fiksi yang ke-3 bersama Smartfren, Mizan, Bentang Pustaka, Stiletto Book dan Loveable."

12 komentar :

  1. waahh aku numpang lewat aja niihh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eee Ehh. di blog aku lewat doang bayar lhooo :D

      Hapus
  2. Dapet gadget lagi deh tar...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi amiiiiiiiiiiiiiin... :D

      Hapus
  3. Kwahahah... Ini harapannya bertabur kritik. Namun aku setuju sekali sama Mbak Pungky. Bakalan lebih punya identitas yg melekat di benak fictionholic kalau gambar2 & istilah2 yg dipakai lebih "ngampung".

    Dan aku kasih banyak jempol buat desain gambar2nya Mbak... Keren bangettt... Ajarin dong, hehe... Ini contoh kritik membangun, langsung dikasih solusi & contoh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. yang kampungan emang kadang lebih asik. wkwkwkwkw

      Hapus
  4. Balasan
    1. Bagi gadgetnyaaa.. bagi gadgetnya sekarang jugaaa.. sekarang jugaaaa :D

      Hapus
  5. pung... plis deh. ide2 keren itu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan keren kan.. menangin makanya yak :)))

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...