Kamis, 21 Mei 2015

Pahlawan Perbatasan



Saya ingat betul, dulu waktu kecil, Mama pernah mengajak melihat Papa latihan di Mega Mendung, Jawa Barat. Katanya, kalau Papa mau kerja, Papa harus latihan dulu di sana. Setiap sore, pemandangan yang saya lihat adalah Papa saya direndam di sungai kotor sambil dimarah-marahi. Saya kecil selalu bertanya, “Papa dimarahin terus kenapa gak melawan? Kan Papa sama teman-teman gak salah apa-apa”, dan laki-laki dengan badan bau lumpur itu selalu menjawab “Tadi gak dimarahi, tapi Papa lagi diajari supaya kuat dan gak cengeng. Kalau lemah dan cengeng, Papa sama teman-teman gak bisa kerja.”. Jawaban itu terus menggantung di kepala saya sampai akhirnya usia mengantar saya pada pengertian, bahwa Papa dan teman-temannya adalah pahlawan perbatasan. Mereka harus kuat, karena mereka harus berjuang.

Sekarang, Papa sudah pensiun. Beliau adalah pahlawan bea dan cukai paling keren yang saya kenal. Dia resmi diterima menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1990, tepat saat saya lahir. Kemudian pensiun saat saya sudah di bangku kuliah. Dua puluh dua tahun lebih, Papa mengabdi untuk lalu lintas perdagangan Indonesia. Dua puluh dua tahun lebih, Papa menjadi pahlawan. Papa adalah inspirasi yang membuat saya bangga akan mereka-mereka yang bekerja dan mengabdikan diri mengawasi perbatasan demi Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).


Papa :)
--

Tau Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kan? Secara sederhana, DJBC adalah instansi pemerintah yang melayani bidang kepabeaan dan cukai. Tugas dan fungsinya berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan negara. Sebagaimana diketahui, bahwa pemasukan terbesar kas negara adalah dari sektor pajak; termasuk didalamnya adalah bea masuk dan cukai yang dikelola oleh DJBC. Ada 4 tugas dan fungsi pokok DJBC yang saya rangkum dari berbagai sumber:
  • Mengamankan dan memungut penerimaan negara dari kegiatan impor, ekspor, dan cukai (revenue collection);
  • Melancarkan arus barang dari transaksi perdagangan internasional (trade facilitation);
  • Memberikan fasilitas kepabeanan dan cukai serta pencegahan unfair trading, demi  membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industri dan investasi (industrial assistance);
  • Menjamin perlindungan kepada masyarakat terhadap akses yang timbul sebagai   akibat dari masuknya barang-barang pembatasan dan larangan serta narkotika (community protection).
Dan tau juga kan, kalau Indonesia, seperti negara lainnya, berbatasan langsung dengan banyak negara tetangga? Baik darat, laut maupun udara. Nah, titik-titik perbatasan inilah yang menjadi jalur lalu lintas perdagangan international. Di titik-titik ini jugalah, para personil DJBC mengabdi dan menjadi pahlawan.

Pahlawan Perbatasan

Mengapa saya menyebut mereka pahlawan perbatasan?
Mereka mengabdi di lokasi-lokasi yang seringkali sangat jauh dari keluarga atau kampung halaman. Mereka bekerja siang dan malam mengawasi lalu lintas perdagangan yang masuk ataupun keluar Indonesia. Mereka memastikan tidak ada penyelundupan yang terjadi. Mereka mengkarantina hewan dan tanaman yang masuk ke Indonesia demi mencegah masuknya berbagai penyakit. Mereka bertaruh nyawa, kerap harus berhadapan langsung dengan penyelundup yang kadang nekat dan bisa saja membawa senjata. Mereka menjaga Indonesia di garis-garis batas. Mengawasi setiap barang yang masuk dan keluar negeri ini. Mereka, adalah pahlawan.

Coba bayangkan, jika DJBC lalai menjaga perbatasan. Akan banyak barang-barang larangan seperti narkotika dan zat adiktif lain yang masuk ke Indonesia, akan bertebaran penyakit-penyakit bawaan hewan dan tumbuhan negara tetangga di negeri kita tercinta, belum lagi barang-barang selundupan yang berusaha membebaskan diri dari bea masuk. Tanpa DJBC, bisa-bisa negeri ini inflasi tinggi.

Mengapa demikian?
Sederhananya begini,
Bea masuk ditetapkan oleh departemen keuangan, sebagai pungutan terhadap barang yang masuk daerah pabean.  Barang yang diimpor ke Indonesia wajib membayar bea masuk sebelum dikeluarkan dari kawasan pabean, kecuali dalam beberapa hal tertentu yang diatur dalam undang-undang. Salah satu fungsinya, adalah menekan limpahan produk impor yang masuk ke Indonesia. Kalau produk impor terlalu banyak masuk ke Indonesia, transaksi terhadap barang impor meningkat dan bisa meningkatkan inflasi. Nah, penyelundup adalah orang-orang yang berusaha memasukan barang ke Indonesia tanpa kena bea masuk. Semakin banyak barang yang diselundupkan, tentu barang impor semakin melimpah, inflasi melonjak.

Belum lagi barang-barang seperti narkotika, zat adiktif lain dan minuman keras. Untuk bisa masuk ke Indonesia, barag-barang ini diperlakukan dengan aturan khusus dan bea masuk yang lebih tinggi. Lagi lagi, penyelundup selalu berusaha memasukan mereka ke Indonesia agar terbebas dari aturan panjang dan bea masuk yang tinggi. Bayangkan jika arus masuk barang-barang ini tidak dikendalikan, bisa bisa Indonesia rusak dan hancur.

Sumber Foto
Lalu mengapa barang-barang ekspor juga dikenakan bea keluar?
Barang yang dikenakan bea keluar kebanyakan berupa barang mentah seperti kayu, rotan, dll. Tujuannya, agar para eksportir mengirim barang jadi, bukan barang mentah atau setengah jadi. Ini dilakukan demi menjaga kestabilan dan kemajuan industri dalam negeri. Kalau barang mentah kebanyakan di ekspor, dari mana industri dalam negeri bisa mendapatkan bahan baku? Masa impor? Lagi lagi, semua dilakukan demi kemajuan perekonomian bangsa.

Sumber Foto
Di sinilah, DJBC berjuang. Untuk hal-hal di atas lah, DJBC menjadi pahlawan. Tahun 2013, DJBC mencatat telah menggagalkan sebanyak 4.752 kasus penyelundupan sepanjang 2013. Mereka mengabdi di garis-garis batas, untuk setiap barang yang masuk atau keluar Indonesia. Membantu mengendalikan inflasi, membantu menjaga kestabilan ekonomi dan perdangangan Indonesia, memajukan industri dalam negeri, menjaga bumi pertiwi dari peredaran barang larangan, dan menghindarkan Indonesia dari penyakit dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber Foto
DJBC, pagi siang dan malam berjuang di perbatasan. Mereka telah dilatih untuk kuat dan setia melayani negeri. Setia menjalani Tugas DJBC dalam melindungi ekonomi Indonesia di perbatasan negara. Mereka, menjaga dan melindungi Indonesia.
--
Saya sangat berharap, DJBC dapat terus mengabdi tanpa pernah seperakpun korupsi. Saya selalu berdoa, agar DJBC menjadi instansi yang bersih dan tidak tergoda sogokan atau uang diam dari para penyelundup jahat. Karena penyelundup sejatinya adalah penjahat perbatasan, dan DJBC adalah pahlawannya.

Jaya selalu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hormat saya untuk kalian di titik batas manapun sekarang berada. Tetaplah berjuang, tetaplah menjadi pahlawan.

--

Sumber:
http://www.bppk.depkeu.go.id

Sumber video:
http://www.beacukai.go.id 

26 komentar :

  1. mereka adalah pahlawan yang sering terlupakan begitu saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, padahal mereka yang menjaga Indonesia dari apa-apa yang masuk :)

      Hapus
  2. kalo pas nyampe batam sering lihat petugas bea cukai mondar mandir mbk pung....kyk tentara juga ya latihannya pake di rendem juga.baru tahu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soalnya kalo mereka lembek, nanti kalah sama penyelundup :D :D

      Hapus
  3. Aku baru tahu kalau ternyata pelatihan utk petugas bea dan cukai kayak militer gitu juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bu.. karena tugasnya di lapangan lumayan berat. Fisik dan mentalnya harus oke. Kalo lembek, ya perbatasan kita bisa kejebolan yang enggak-enggak :D

      Hapus
  4. kira-kira diperbatasan masih ada sinyal smartfren nggak ya ? -.-a

    BalasHapus
  5. aku salut dengan pahlawan yang satu ini,,,benar2 pahlawan...jauh dari keluarga demi mengabdi pada negara :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, demi tugas dan pengabdian :)

      Hapus
  6. Pahlawan Pernbatasan...sukses yo lombanyaah

    BalasHapus
  7. kalo gitu saya juga pahlawan dong....
    wakakakaaa...
    :P

    BalasHapus
  8. disebut pahlawan perbatasan asalakna jujur ya

    BalasHapus
  9. saya berkecimpung di dunia pembelian dan expor impor. saya sangat tahu tugas dan kewajiban seorang pengawas Bea Cukai, berat ... sungguh sangat berat

    BalasHapus
  10. pa kabar mbak..saya bangga sama sosok Eyangnya Djiwo :) sudah pensiun jadi sering jumpa cucu ya mba??

    BalasHapus
  11. Saluuuut sama Papanya Mak. Semua Ayah memang hebat, aku sendiri sangat mengidolakan Ayahku Mak...

    BalasHapus
  12. dunia perbatasan sungguh penuh misteri yang harus disembunyikan dari berita umum. harus masuk ke pemerintahan dulu. bahaya. saya sebagai orang yg dekat dengan perbatasan kadang ngelihat yg disiarkan di tv ama yg dilihat langsung, bisa beda jauh. kalo diungkapkan semuanya di tipi, beh, bisa perang kita.

    salut dengan mereka yang menjaga kesejahteraan dengan tidak mengumbar perselisihan perbatasan.

    BalasHapus
  13. Sergio video xxx gratuit des un marquer victoire une bayern

    scene porno italiane gratis www.mammaking.co.kr/

    BalasHapus
  14. Kirain pekerja bea cukai kerjanya didalam kantor terus

    BalasHapus
  15. pasti bangga banget nih punya papa pahlawan bea dan cukai :)

    BalasHapus
  16. Mereka punya andil yang besar ternyata ya, Mbak.. :D

    BalasHapus
  17. KAK PUNG KAK PUNG KAK PUNG! *kangen alert*

    AKU KANGEN! Sekarang blognya udah keren nggak pake label blogspot cie cie cie~~~ header baru cie cie cie~ aku kembali ke dunia blogging kak hohohoho ^^ banyak pr bacaan nih XD

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...