Senin, 15 Desember 2014

Menaklukan Ketinggian Bersama Toyota Rush

Kira-kira dua tahun lalu, seorang teman suamiku memperkenalkan sebuah olahraga yang cukup menantang adrenalin, slackline namanya. Sebenernya simple, kita hanya harus berjalan di atas seutas tali, webbing. Tapi menjadi sangat gak simple, karena perjalanan beralas seutas tali itu dilakukan pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi jarak tali dengan bumi, semakin olahraga ini menantang nyali. Sedangkan aku dan ketinggian sama sekali bukan sahabat baik. Aku takut ketinggian, tapi suka tantangan. 
Slackline (pic source)
Water Slackline (pic source)
Aku punya satu impian, menantang adrenaline sendiri dengan melakukan slackline di ketinggian yang jadi batas keberanianku. Ketinggian itu menakutkan, tapi dengan nyali, pasti bisa ditaklukan. Saking pinginnya, mimpi ini bahkan sudah memilih tempatnya. Sebuah pantai yang relatif jarang tersentuh wisatawan, namun memiliki keindahan maha-megah yang tak kalah dengan pantai-pantai Indonesia lainnya. Pantai Menganti, Kebumen, Jawa Tengah. Namun, yang utama dari Pantai Menganti bukan indahnya, melainkan tersedianya tebing-tebing tinggi yang berjodoh dengan Slacklining. Tebing-tebing yang memagari laut, bercokor mantap seakan siap diutaskan tali untuk kemudian aku lalui selangkah demi selangkah. Menaklukan ketakutanku akan ketinggian.
Pantai Menganti (pic source)
Tapi, ada satu masalah di sana. Jarak antar tebing di pantai Menganti cukup jauh, dan jarang banget ada webbing yang panjangnya ratusan meter. Masalah ini bisa diatasi, asal aku bisa menemukan sebuah titik anchor kuat yang bisa jadi ujung pertama webbing.

"Pakai mobil aja. Mobilnya diparkir di bukit mercusuar, tinggal pasang anchor di tebing yang deket situ." Suamiku memberi saran, aku diam dan pelan-pelan menyetujui. Solutif!

Yap, ide itu luar biasa masuk akal. Tapi, aku kan gak punya mobil yang bisa mencapai puncak bukit dekat mercusuar. Mobil keluargaku, hatchback kecil yang sangat gak mungkin dibawa naik bukit. Track dari jalan aspal ke mercusuar sebenarnya gak terlalu liar, hanya aja, memang diperlukan mobil dengan groundclearance tinggi dan kekuatan yang cukup untuk dibawa sedikit ber-offroad ria. Namun tak perlu sampai spec khusus seperti 4WD yang dilengkapi winch dan ban pacul.

Lagi-lagi, suamiku menyeletukkan ide brilian. "Sewa aja, cari yang tinggian. Toyota Rush bisa tuh diajak kesana.".

Pilihan supertepat! Di kota kami, sewa mobil gak terlalu mahal, dan Toyota Rush adalah mobil yang ada di hampir semua rental mobil. Meski belum menentukan kapan kami akan berangkat, aku sudah bisa kebayang pemandangan saat melakukan slackline. Satu ujung webbing diikatkan ke rangka atau as roda Toyota Rush, sementara ujung lainnya dipasang di tebing. Ide ini bahkan membawa sebuah bayangan yang lebih menarik lagi, camping di puncak bukit dan ber-offroad singkat sebelum sampai kesana. 
http://www.toyota.astra.co.id/product/new-rush
Toyota Rush (Pic Source)
Toyota Rush (Pic Source)
Toyota Rush adalah SUV dengan bentuk tubuh ramping yang memungkinkan menerobos medan-medan sulit. Plusnya, desain body yang dinamis dan ganteng itu, klop buat temen selfie setelah slacklining! Hihihi. Meski ramping, Rush tidak meninggalkan karakter utama mobil-mobil keluarga keluaran Toyota. Kabin besar nan nyaman tetap dipertahankan. Jadi, barang bawaan macam poin, webbing, tenda, sampai logistik bisa masuk mobil. Nggak ribet. 
Kabin yang Luas  (Pic Source)
Daerah di sekitar menganti merupakan kawasan yang relatif masih perawan. Jadi, di beberapa titik, penerangan masih sangat-sangat minim. Ini masalah banget kalau mobil yang kami pakai gak berbekal lampu mumpuni. Tapi, karena kami akan bawa Toyota Rush yang sudah punya lampu projector plus foglamp, cahaya minim gak akan jadi masalah. BBM mahal? Kalau bawa Rush sih santai aja sama urusan bahan bakar. Dari pengalaman pribadi aku, Rush ini irit banget! Dengan mesin 1,5 liter dan punya EFI (electronic fuel injection) yang dibuat sama Toyota, indikator bahan bakar udah di posisi paling bawah dan mulai kedip aja masih bisa diajak jalan sampai 20 kilometer.

Wah, bener-bener enggak sabar. Menganti, tebing, dan ketinggian, tunggu aku menaklukan kalian!

28 komentar :

  1. ditunggu foto-fotonya ber slacklining hehehehe...yang water slackline kayaknya seru tuuuh..palingg ngg aku positif nyebuuur ke laut hehehe....suksees yaaaa....

    BalasHapus
  2. Kok kamu bisa sih nulis tentang mobil! Aku aja pasti kebingungan merangkai kata kata. HAHAHA Bukan anak otomotif akunya.

    BalasHapus
  3. Moga menang ya Mak. Aku juga pengen banget nyoba olahraga slacklining gitu. Nguji adrenalin :D

    www.sierrasavanna.blogspot.com

    BalasHapus
  4. kalau aku gak berani slackline deh mak kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun takut ketinggian.. tapikan takut harus dikalahin sendiri. Hihihi gaya banget ya :D

      Hapus
  5. Wedeeewww, lihat gambarnya aja, dengkulku udah gemeteran :))

    Mak Kandi, semoga Juara yaaa... Yayyy!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe kan pakai pengaman, mak..
      Amiiin.. makasih yaa :)

      Hapus
  6. Wah seru banget pastinya... tapi aku nunggu di bawah aja deh sambil bawa pom pom...
    Sukses mak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nunggu di bawahnya, bareng oleh2 hasil membelah sumatera ya mak. Hihihi

      Hapus
  7. aku juga mau tuh...bertualang pakai toyota...goodluck mak kandi

    BalasHapus
  8. keren banget ya rush ini... pengen juga berpetualang pake mobil kece ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang paling aku suka dr rush ini, iritnya. Pengalaman pribadi, asli irit banget :D

      Hapus
  9. slackline ini pake pengaman ga sih?
    seru ih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk ketinggian yg membahayakan, jelas pakai :)
      Tapi kalau bawahnya air atau ketinggian aman, enggak pakai pun gak apa ^_^

      Hapus
  10. wow wow wow :O kalau soal tali temali biasanya aku sukarela jadi korban rescue hhohho. tapi aku sangsi bisa deh, wong angkat satu kaki dan jaga keseimbanganku aja susah apalagi ini kali yak :D ditunggu foto2nya

    BalasHapus
  11. Permainan-permainan yang mengundang andernalin pengin banget aku coba.. mupenging deh.

    BalasHapus
  12. mana nih bisa naklukin slackline nya ga ? ingin tau dokumentasi pas slackline nya :)

    BalasHapus
  13. Aku nggak berani nyobain olahraga yang memicu adrenalin Pung, nggak kuat deg-deg annya.
    Nyoba banana boat di Bali aja sudah ketar-ketir hahaha :)
    Semoga menang ya.

    BalasHapus
  14. cita2mu mengerikan :o
    Aku jiper kalo gini2 xD

    BalasHapus
  15. Selama ya menang "Adrenaline Rush Blogging Competition"

    BalasHapus
  16. selamat ya mbak telah menjadi pemenang "Adrenaline Rush Blogging Competition"

    BalasHapus
  17. Pantesan menang, tulisanmu apiiikk banget dekbeb. Selamat yaaa... blaik kowe harus slacklining ditemani leak wkwkwkk...

    BalasHapus
  18. Aku nyerah mbak, liat ketinggiannya aja udah kamigilan, eh suruh naik slicklining... kayak gini kayak latian meniti jembatan shirath ya :3

    BalasHapus
  19. Tulisan yang bagus,, pantesan aja menang... Selamat yah ^_^

    BalasHapus
  20. Selamat, menang :) etapi satu hal yang aku gak yakin buat nyobain slacklining ini, itu talinya jenis apa ya? kuat nahan bobot tubuhku gak ya? qiqiqi

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...