Rabu, 21 Januari 2015

Menguji Adrenaline di Surga Bali


“Yakin nih kita nanjak di jalan rusak begini?”

Krik, gak ada jawaban. Kami terlanjur berhadapan dengan jalan kecil, menanjak, penuh batu dan lubang, dengan sisi kanan... jurang. Modal nekat, atau lebih tepat pasrah karena terlanjur gak bisa kemana-mana lagi, Toyota Rush yang kami naiki, kami ajak menghajar jalanan di depan. Aku jelas panik, karena kalau Ariev sedikit aja melakukan kesalahan, habislah kami masuk jurang. Satu-satunya yang bisa kami harapkan saat itu adalah kemampuan dan kekuatan Toyota Rush untuk terus jalan, sekalipun yang digilas adalah jalan menanjak curam dan rusak. ENG ING ENG.

---

Menang kompetisi blog berhadiah petualangan, gak pernah ada dalam bayanganku. Tapi Tuhan selalu mendengar doa, setuju? Doa-doa lah yang mengantarku sampai ke Bali, 16 Januari kemarin. Toyota dan Idblognetwork (Ibn) membawa aku dan Irfan, menikmati adrenaline rush 3 hari 2 malam di pulau Dewata, sebagai hadiah atas kemenangan kami pada kompetisi blog yang mereka helat sebelumnya. Pas pengumuman pemenang keluar, aku jerit histeris sampai disamperin tetangga, dikira ada apa. Ya namanya juga Pungky, urat noraknya udah bukan putus lagi, mblarah-mblarah.

Kami sampai di Bali Jumat siang, disambut mbak Wiwik dari Ibn dan dua orang guide kinyis-kinyis. Dari Jakarta, keberangkatan kami ditemani oleh Thia dari Ibn dan Karlin dari Toyota. Supaya lebih seru, mereka juga mengajak Ariev, penulis Backpackstory, sebagai blogger tamu.

Bersama sunset di Woobar Restaurant, kegiatan pertama kami di Bali adalah dinner yang superromantis dan instagram-able. Ya bayangin aja, disuguhi makan malam lezat, sambil dihujani cahaya merah kekuning-kuningan dari matahari tenggelam dan iringan debur ombak. Walaupun porsinya kayak porsi buat godzila, tapi demi, enak banget! Apalagi dessertnya, ada kue bola-bola dengan isi cokelat yang meleleh setiap gigitan. Kami menyebutnya Munro, muncrat di jero.




Selesai makan malam, kami diantar menuju hotel tempat kami akan menginap. Ini nih best moment-nya. Pas bellboy buka kamar, semuanya mangap gak selesai-selesai. Kamar hotelnya, wow! Nuansa alam dengan private jacuzzi, sauna, dan segambeng hal romantis yang bikin pengen bulan madu buru-buru sama Travis Barker. Tidur malam itu bener-bener serasa pulang, ke khayangan. Sembuh deh pusing pala bidadari.

---

Hari kedua, pagi-pagi betul kami dibangunkan lalu diminta bersiap untuk menuju Munduk. Munduk? Saat itu yang aku bayangkan adalah pantai atau bagian kota penuh cafe dan pertokoan, standar Bali. Thia meminta semua peserta membawa baju ganti dan memakai sepatu olah raga. Irfan sempat mau pakai sandal, gak boleh. Pokoknya semua yang ikut harus pakai sepatu olah raga.            
Wah, mau ngapain nih?

Pertanyaan itu terjawab dua setengah jam kemudian. Kami sampai ke sebuah lokasi yang kerennya bikin bersyukur, bahwa kami orang Indonesia. Danau kembar namanya, Buyan dan Tamblingan. Suer, indah! Danau yang kelilingi pepohonan asri dengan suasana sejuk khas pegunungan Indonesia. Jangan wow dulu, ini baru permulaan. Keindahan danau kembar adalah ucapan selamat datang sebelum masuk Munduk bagian surga.

Duo pemenang, blogger tamu dan Thia, diberi kesempatan membawa sendiri satu Toyota Rush sampai ke tujuan. Sip deh, saatnya membuktikan kemampuan mobil yang membawaku ‘pergi’ sejauh ini. Ariev, sebagai orang yang paling syariah diantara kami berempat, ditunjuk memegang kemudi. Jadi kalau kami kenapa-kenapa, paling enggak kami kenapa-kenapa bersama imam yang baik. Begitu kira-kira pertimbangannya. Jalan terus menanjak dan semakin sepi, hingga mobil kami sampai di medan yang mulai bikin was-was. Makin lama makin nanjak, makin lama makin rusak. 

“Yakin nih kita nanjak di jalan rusak begini?”

Sudah terlanjur sampai sini, mau gak mau kami memaksakan Toyota Rush yang kami bawa untuk terus menghajar jalanan. Ayo Rush, kamu pasti sangghup! Pinta kami yang sebenarnya menghibur diri sendiri.

 

Pengujian adrenaline itu berlangsung kurang lebih setengah jam, disertai panik (banget) dan deg-degan tapi muka sok tenang, SUV berbodi ganteng ini sukses membawa kami selamat sampai tujuan. Puncak pegunungan mahaseksi bernama Munduk. Kalau kamu bilang gebetan kamu itu indah banget, kamu kalikan sejuta hitungan, maka hasilnya adalah Munduk. Dan kalau hitungan itu kamu lakukan sambil nembak istri orang, begitulah Munduk Wilderness. Indah, tapi liar dan mendebarkan!

Merasa selamat sampai tujuan, aku mulai cengengesan girang. Lalu senyumku berhenti pas tau kalau di situlah adrenaline rush kami baru akan dimulai. Lah lah lah, daritadi apa? Yang kayak begitu belum adrenaline rush?  *pingsan kemayu*

Munduk Wilderness adalah wisata penjelajahan yang terletak di puncak Munduk, Bali. Basecamp nya, beuh.. Cakepnya gebetan kamu mah gak ada apa-apanya, mblo. Barang bawaan wajib kalau mau ke sini adalah kamera, kamera dan kamera. Kamu gak akan rela meninggalkan Munduk tanpa memanen ratusan foto dari basecamp Munduk Wilderness. Semilir kesejukan, teh hangat, langit biru, hamparan Bali dari ketinggian, ditemani tawa bareng teman-teman, kamu akan tau kalau surga itu dekat.

Basecamp Munduk Wilderness
---
Petualangan diawali dengan offroad menggunakan Fin Komodo, mobil buatan Bandung yang memang di desain untuk medan ekstrem.  Setiap peserta dibekali gogle, masker, buff dan sebuah kalimat sangat manis.

“Kak, nanti kalau mobilnya terbalik atau masuk jurang, tangannya dilipat di dada ya..”

Apa? Gimana? Mobil terbalik? Masuk jurang? Halo? Kok suaranya putus-putus?
Sungguh, aku cuma bisa pasrah dengan sungguh-sungguh.

Nyetir? Ogah. Egois saat kepepet itu penting. Aku satu mobil dengan Adam, salah satu videografer yang mendokumentasikan kegiatan kami selama di Bali. O jelas, kemudi aku serahkan padanya. Jadi kalau kenapa-kenapa, masuk jurang misalnya, aku tau bisa menyalahkan siapa. Muahahaha 

Awalannya, adalah melintasi jalanan yang tadi kami lewati saat menuju basecamp. Aku langsung pegang dada, cek kesadaran. Jadi, jalanan rusak parah menanjak yang tadi kami lewati naik Rush, adalah jalanan untuk Fin Komodo. Mobil yang memang sudah didesain khusus.
Sedangkan Kami. Melewati. Itu. Naik. Rush.
Seketika aku merasa nekat sekaligus keren.




Offroad sangat-sangat-sangat seru dan liar ini menerobos hutan di tengah Munduk, melewati medan yang sangat gak mobilsiawi, tabrak-tabrakan dengan pohon daripada nyemplung jurang, miring-miring dengan posisi ban terangkat satu bagian, lalu berakhir di rumah penduduk karena petualangan akan dilanjutkan dengan sepeda. Iya, sepeda. Terakhir aku naik sepeda itu kelas 2 SMA, itupun di jalan aspal lurus yang sepi dan begitu-begitu aja. Peserta dikasih pilihan, mau naik sepeda, atau boleh meneruskan perjalanan dengan Fin Komodo. Tanggung sudah sejauh ini, sikat deh naik sepeda. Gak urusan medannya nanti kayak apa, iyain aja dulu biar kelihatan berani. 

Bener aja, medan bersepedanya adalah uji adrenaline selanjutnya. Turunan, berbelok-belok dan sesekali curam. Sampai ada satu turunan curam yang bikin aku gak berdaya. Dengkul lemes. Aku turun dari sepeda dan... dorooong :D

Selesai? Belum.. Kegiatan melemaskan dengkul ini masih dilanjut dengan naik Fin Komodo lagi, yang sudah menunggu di pinggir sawah. Kami beriringan menuju lokasi yang kanan kiri cuma ada pepohonan rimbun, lalu turun di sana. Sudah? Belum juga.. Masih harus lanjut lagi dengan jalan kaki, menyeberangi sungai kecil, melewati pepohonan, tanah licin menurun, dan terlihat ajaib karena kami bawa-bawa handuk. Pernah lihat Nyi Iteng jalan kaki mau mandi di sungai? Yak, begitu. Sampai di sini, korban jatuh kepleset sudah satu orang. Korban Fin Komodo mogok, ban sepeda bocor, dan dompet terendam air, juga satu orang. Orang yang sama. Jangan tanya siapa.

Klimaksnya, kami sampai di surga lain di cekungan Munduk. Ucapkan hai pada Haunted Valley Waterfall. Di sini, kamu bisa mendadak bidadari dengan khusuk.

Haunted Valley Waterfall (Pic courtesy Celin Ong)
Bidadari-bidadarian di air terjun menutup petualangan kami, setelah semuanya selesai haha-hehe dan selfie gak rampung-rampung, kami kembali ke basecamp dengan Fin Komodo melewati jalur yang lebih mobilsiawi dan manusiawi. Bersih-bersih, makan siang (pisang gorengnya turun dari surga, enaknya mentok!), dan menghangatkan badan. Setelah rapi dan kembali kece, kami pulang ke hotel untuk istirahat dan mengeraskan dengkul kembali. 

Di perjalanan pulang, kami terjebak kabut tebal karena memang hujan baru berhenti dan matahari mulai turun. Jarak pandang betul-betul pendek, driver kami (karena seluruh peserta sudah tepar, jadi setir kami kembalikan pada driver), menurunkan kecepatan mobil karena ngeri. Tapi semua juga tau, kalau Toyota Rush punya foglamp yang oke, kabut tebal malam itu diterobos dengan lancar dan kami turun Munduk dengan selamat. Yay!

Toyota Rush kami menembus kabut tebal.
--
Hari ketiga, adalah jadwal kami untuk watersport. Kami akan menjajal wisata air flying fish dan donut di Pandawa Marine Adventures. Seru? Enggak. Gimana bisa seru, wong kami semua bangun kesiangan. HAHAHAHA. Penerbangan kami ke Jakarta untuk pulang, jam setengah empat sore. Gak akan kekejar. Jadi karena tidur kepulesan, acara watersport dengan menyesal dibatalkan. Pagi itu kami diberikan spa gratis sebagai ganti. Baik banget ya Toyota? yang bangun kesiangan siapa, yang tanggung jawab siapa :))

Dan acara makan siang di restoran Bebek Tepi Sawah, mengakhiri rangkaian petualangan adrenaline rush kami di Bali. Gak dikasih waktu beli oleh-oleh, karena ternyata, pihak Toyota menyediakan segambreng oleh-oleh yang bisa dibawa pulang masing-masing peserta dengan gratis. Whoa! Saat itu dipikiranku cuma satu, kalau Toyota mengadakan kompetisi blog lagi, bisa dipastikan aku akan jadi peserta..
tergigih.

Cuma tiga hari memang, tapi petualangan bersama Toyota Rush ini super super menyenangkan dan berkesan. Apalagi kami semua, menjalaninya sama-sama seperti sudah saling kenal lama. Saling tertawa, saling cerita, saling gosip, sampai saling bertukar akun sosial media. Menulis ini, punggung kananku masih terasa nyeri karena offroad yang banting tulang itu. Tapi dada kananku, bahagia. Karena nyeri punggungnya masih terasa, berarti liburan kami masih bersisa. Masih membekas dan masih bikin senyum-senyum sendiri setiap lihat foto-fotonya.

Terimakasih Toyota! (Pic courtesy Thia Soediro)
Terimakasih Toyota, terimakasih Idblognetwork.             
Terimakasih Thia, Mbak Wiwik, Irfan, Ariev, Celin, Adam, dan Mas Bram. Semoga kita bertemu lagi di trip gemesh berikutnya!

Terimakasih semesta, selalu mengantar doa, sampai tepat ke tujuannya.

66 komentar :

  1. Selamat ya Pung!! *dalam berbagai arti* Seru deh ceritanya..untung gak jadi nyemplung jurang tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masuk jurang, blog ini gak begini sekarang tulisannya. Hahahaha makasih anteu :*

      Hapus
  2. mak pungky...sukses bikin iri.....baca tulisannya aja bikin saya merasa yg jd pesertanya..asyik banget petualangannya....selamat ya mak..thn dpn klu ada lomba toyota lg ..mak pungky ga boleh ikuut....nanti saya kalah hahahaha.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahahaha kalau Toyota lagi yang ngadain, aku bisa dipastikan jadi peserta lagi mak. Saingan ya! x))

      Hapus
  3. asik bener,kesiangan aja diganti sama spa hahahaha..oleh2 dibeliiin,moga toyota rush ada lomba blog lagi,hadiahnya couple donggggg..biar dibolehin sama suami gitu hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa asik bangeeet. Aku norak banget pas dikasih oleh-oleh banyak. Baru kali ini sampai oleh-oleh disediain. Hihihi

      Hapus
  4. Balasan
    1. Munduk bagus banget lhoooo... *tambah bikin pengen* *diguyur*

      Hapus
  5. OMG *udah gitu aja* *mupeng*

    BalasHapus
  6. Seru! Berasa ikutan.... n deg deg plusnya jga terasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe aslinya memang seru banget kok. Makasih udah baca yaa ^_^

      Hapus
  7. fotomu yang pertama kek chef cantik ntu Pung. Seru banget yang namanya munduk. Toyota tepat memilihmu menjadi pemenang, aklau ibu-ibu wes teriak daach *eh dikau juga ibu-ibu yaa..heheee,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, aku jadi geer.
      Berarti besok-besok kalau ada lomba lagi, aku pantes menang lagi yaa... *lalu takabur* *ditabok*

      Hapus
  8. Woooowww keren mak Pung, baru tau ada Mundug dibali, kayaknya perlu banget dicoba yaaaa,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu bangeeeeet! Munduk Wilderness ini sangat sangat rekomendid kalau ke Bali. Kan bosen ke Bali pantai lagi pantai lagi. hihihi

      Hapus
  9. Ngecesss maaakkkk, kapan gtu yak saia menang beginian **TengadahTanganBerdoa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun masih gak percaya bisa menang beginian. Hehehe. Tetep ngeblog aja.. ikutan lomba dan doa. hihi :D

      Hapus
  10. Fotonya kurang banyaaak,Maaak...Duh! jadi pengen...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe nanti bakal ada video lengkapnya kok. Menyusul yaa :D

      Hapus
  11. Seru banget, mbak pung >.< Ngiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehehe iya emang seru banget. Ayoh, kalau ada lomba blog berhadiah jalan-jalan, jangan lupa ikutan :D

      Hapus
  12. pungkiiiiiik nama hotelnya apaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. The Amala Vila & Spa. Lokasinya di Seminyak.. :)

      Hapus
  13. Uwow seruuuuu.... *mupeng* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeeeet. ihihihihi *biar tambah mupeng* :D

      Hapus
  14. Ya ampuun seru bangetttt pung..., hotelnya apa namanya??? munduk wilderness tho kalo ditembak suami org. Loh... :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. The Amala Vila & Spa.
      Iyak, betul sekalee x))

      Hapus
  15. uwoo seruuu, ngga ada lompat2an dari tebing seperti yang kau bayangkan sebelumnya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak adaaa. Adanya lompat bareng Fin Komodo. muihihihi

      Hapus
  16. Ya ampunnn mak pung, baca tulisanmu bikin daku cenut cenut, kepingin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihihihihihi Hayuk mak cari lomba berhadiah jalan-jalan lagi :D

      Hapus
  17. Ya ampunnn mak pung, baca tulisanmu bikin daku cenut cenut, kepingin

    BalasHapus
  18. Wooo asli seru bangetttt. *mulai cari-cari lomba blog* Hahaha. \:D/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayoook... nanti kita menang bareng yaa.. trus hore hore bareng. Ahahahahamiin

      Hapus
  19. alhamdulillah... selamat yaaa... ini ngos ngosan bacanya sambil tangan dilipat ke dada...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok cobain ke Munduk Wilderness.. Biar ngos-ngosan beneran hampir nyemplung jurang :D

      Hapus
  20. Selamat Mak Pungky, kueren abiez cerita petualangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih maak.. Alhamdulillah rejeki gak kemana teh bener :D

      Hapus
  21. Allhamdulillah lancar perjalanannya ya pungky. Dari galau jadi seneng :-p

    BalasHapus
  22. Keren abizzz mak!!! Bacanya sampe berasa ikutan juga :)
    Selamat ya... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi makasih ya maak.. Alhamdulillah lagi rejekinya ^_^

      Hapus
  23. Kerennnn, super keren...alhamdulillh yaaa bidadari sudah fresh lagi hihii, eh pung fenasaran sama kicimiti konengnya itu :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu Goggle, tapi gak dipake soalnya mengurangi kekecean Ahahaha :D

      Hapus
  24. Balasan
    1. Ini kalo gue iyain, lo mau tanggung jawab apa ha ha ha? *malak*

      Hapus
  25. wihhh kalo macam begituan sih keren banget mak..mau juga donk nginep di hotelnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa hotelnya baguuus bangeeet, akupun norak pas pertama dateng. hihihi

      Hapus
  26. Waaaaakkkk....seru sekaliiiiiiii :D *ngelap iler

    BalasHapus
    Balasan
    1. *sodorin tisu* *tisu sirih* *disambit*

      Hapus
  27. asikkk.. punyaku juga dah published ^^

    https://ifanishere.wordpress.com/2015/01/25/memacu-adrenaline-di-bali/

    BalasHapus
  28. Oh Man! Keren banget! Jadi pengen ke Bali, deh.

    BalasHapus
  29. Huahahaha.. ceritanya pendek banget yaaaa.. gak kerasa setengah jam aku membacanyaaa.. (((SETENGAH JAM)))

    Kalau tulisanmu konsisten kayak begini terus, setiap lomba, jurinya bakalan susah gak menangin kamu hahaha.. Aku pas baca tulisanmu tentang toyota kapan itu, udah kayak gak baca postingan lomba loh haha.. Natural sekali..

    Untungnya dirimu gak ikutan giveaway kado terindahku, bisa-bisa kalau kamu nyamar jadi 6 orang berbeda, kamu doang dong yg menang HAHAHAHA

    BalasHapus
  30. wahh mbak pungky bersyukur banget ya kesempatan jalan2nya...membacanya aku ga terputus...suka dgn gaya bercerita kamu yg oke mengalir deras.ga butuh penampungan hehehe..sukses terus ya mbak :)

    BalasHapus
  31. Wiih seru apalagi setalah caper langsung berengang

    BalasHapus
  32. Meski jalannya cukup exstream tpi pemandangan'a ga bikin rugi yah mba

    BalasHapus
  33. Asyiik orang purwokerto ada yang sekeren ini. Kece badaayh. . .

    BalasHapus
  34. AAAAA... keren bangeet kakk. pengin liburan lagiii :))))

    BalasHapus
  35. yuuuk yuuuk kita berpacu adrenalin....diving et bungy jumping puuuuung :)

    BalasHapus
  36. Kalo aku jadi Mbak Pungky paling udah pusing pala hayati diajakin offroad begitu. Hebat nih Mbak, tahan banting!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...