Sabtu, 28 Maret 2015

Sarjana untuk Papa



"Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu.. Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu"
Ada Band - Yang Terbaik Bagimu

Dear Papa..

Papa selalu mengulang sejak aku kecil, Papa bermimpi aku masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Sampai di usiaku harus kuliah, aku membuat mimpi itu betul betul hanya mimpi. Sarjana ilmu komunikasi, nyatanya cita-cita ini yang selalu aku doakan dalam-dalam. Dan demi itu, Papa mengubur mimpi sendiri.

Papa..

Ada sumingrah yang melebar di suatu pagi saat Papa mengantarku ke stasiun Gambir. Ini pertama kalinya dalam sejarah keluarga kita, Papa melepas anak perempuan menempuh ilmu di perantauan. Purwokerto, satu pagi enam tahun yang lalu kereta Purwojaya Pagi mengantarku ke sini. Tangan Papa yang terakhir aku kecup. Papa ridha, anak perempuan ini menempuh pendidikan ilmu komunikasi, bukan perpajakan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Ada haru yang meledak saat suatu pagi, tangan Papa erat di genggamanku. Mantap, kita memasuki gedung tempat aku akan menunaikan mimpi. Pagi itu aku tau, Papa sudah ikhlas atas mimpi yang aku kecewakan. Enam tahun, segala materi, dukungan, kasih sayang, semangat.. Papa ridha, mengantarku sampai hari mimpiku tunai.

Ada bangga yang meluap-luap, saat suatu siang, Papa adalah orang pertama yang mengulurkan tangan mengucap selamat. Menepuk pundakku bangga seperti lupa bahwa bukan sarjana ini yang Papa impikan. Bukan gedung ini yang ingin Papa datangi. Bukan ijasah komunikasi ini yang ingin Papa lihat.

Papa..

Mungkin memang bukan gelar sarjana ini yang Papa mau. Aku tau Papa gak pernah betul-betul bangga, sekalipun hari ini aku adalah sarjana pertama di keluarga kita. Tapi percayalah, apa yang aku tunaikan adalah mimpi yang selalu kudoakan. Gelar sarjana ini adalah bukti, aku bisa bikin Papa bangga, dengan mimpiku sendiri.


Purwokerto,  12 hari setelah kelulusan, 2015

Terimakasih untuk segala dukungan selama 6 tahun. Terimakasih untuk menjadi satu-satunya orang yang ada di sampingku di acara kelulusan. Terimakasih untuk kata 'bangga' atas toga yang aku pakai hari itu. Gelar sarjana ini untuk Papa.

23 komentar :

  1. Terharu bacanya, Mak. Sy dulu juga ambil jurusan kuliah 'sedikit nyeleweng' dari keinginan Baoak sy. Tapi Alhamdulillah tak apa.

    Eniwei, congratz for the new tittle behind your name, ya Mak. Semoga berkah ^_^

    BalasHapus
  2. Selamaaaaat!! Makan makaaan. \:D/

    BalasHapus
  3. bacanya bikin berkaca-kaca nih.. :'(
    Ikut haru dan bangga ya, Pung. Sukses untuk ke depannya..
    Aamiin :)

    BalasHapus
  4. Selamat mak... semoga masa-masa setelah kelulusan ini papanya semakin bangga sama mak Pungky.

    BalasHapus
  5. Selamat ya Pungky. turut bahagia. kamu cantik banget deh...

    BalasHapus
  6. Selamat ya pungky, giginya putih ya :)

    BalasHapus
  7. Selamat pungky,, semoga ilmunya bermanfaat yaaa, semangat-semangat...

    BalasHapus
  8. selamat mak kandi...keren bingit deh...

    BalasHapus
  9. Bikin terharu :')
    Selamat mbak, semoga ilmunya bermanfaat... Aamiin...

    BalasHapus
  10. its not the end..its only another beginning... saya belum mengalami fase seperti papa pungky..tapi bisa saya bayangkan kebahagian dan kebanggaan beliau sebagai seorang ayah :)

    BalasHapus
  11. Selamat mbak pung :D aku nyusul juni X)

    BalasHapus
  12. Selamat ya Pungky.
    Kenapa jadi merinding baca postingan ini, dan ujung-ujungnya jadi mewek :') *elap ingus

    BalasHapus
  13. suatu kesenangan luar biasa dengar orang tua bilang bangga sama kita ,, sesuatu yang luar biasa :)

    BalasHapus
  14. pasti dirimu nulis ini juga sambil berkaca kaca ya Pung. Bersyukur deh kamu, diriku sudah tidak berbapak sejak SMP kelas 2. Wihihihihi...

    BalasHapus
  15. Pungky.. selamat yaa....
    berbahagialah ada Papa yang selalu bangga akan dirimu...
    Semoga gelar sarjanamu berkah ya, Pungky aamiin

    BalasHapus
  16. Jadi keinget nasib sendiri :'((

    BalasHapus
  17. Eh aku koq baru baca ini yaaa... kemane ajeee....
    Sama dekbeb, aq juga kuliah ga spt yg bapakku mau. Beliau mau aq masuk IPA, aq nya keukeuh masuk IPS. Trus diminta kuliah di bahasa, malah masuk ke komunikasi heheheee... Bersyukur aja tuh papamu masih ada sampai kau sarjana, bapakku udah pergi dengan mimpinya yg tetap mimpi :(

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...