Sabtu, 03 Oktober 2015

Maya Bay, Bukti Pelampauan Batas Diri Sendiri


“Pung, mumpung kapalnya belum berangkat. Masih ada waktu buat cancel..”

Ifa, partner perjalananku, masih berusaha menawarkan opsi untuk mundur. Melihat wajahku yang mulai pucat dan gerak-gerikku yang melemas. Dia tau, aku ketakutan. Untuk seseorang yang semalam baru saja panas dingin dan muntah-muntah, Ifa sadar betul naik kapal laut pagi itu, sama sekali bukan pilihan yang baik untuk kami.

“Enggak, udah sejauh ini.. Kita harus sampai ke surga!”

Aku menggeleng mantap, menolak dengan baik pilihan untuk mundur. Semantap tanganku yang bergetar hebat, tanda kalau tubuhku betul betul tidak siap. Kepalaku tenggelam dalam lipatan tangan, aku mengatur napas satu dua. “Pasti bisa.. Pasti sampai..” cuma itu mantra yang aku punya. 

***

Depok, Indonesia, akhir February, 2000

“Mas tadi nonton apa?”


“Film barat. Tentang pantai yang baguuus banget..”


“Pantai dibikin film?”


“Iya, saking bagusnya.. Malahan, di film itu si pantai disebut surga. Bagus banget, dek!”


“Mas pengin kesana?”


“Mau, tapi gak mungkin lah. Jauh!”


“Jauhnya kayak dari sini ke ancol?”


“Lebih jauh lagi, harus naik kapal terbang dulu. Pantainya ada di luar negeri”

Purwokerto, Indonesia, Desember 2012

Leonardo Di Caprio? Aku mengeryitkan dahi, melihat suamiku asik menonton film yang baru saja disewanya di rental dvd. Serius sekali dia, duduk ngangkring di depan laptop bersama kacang atom dan kopi hitam.

“Nonton apa, yang?”

“The Beach.. Film tentang pantai di Thailand. Keren banget lautnya..”


“Film baru? Pantai apa sih?”


“Film lama, tahun 2000. Ndak tau pantai apa.. Belom ada namanya gitu. Tapi di film disebut The Paradise. Saking bagusnya..”

Pantai yang disebut surga saking bagusnya? Aku tau! Itu pasti film yang sama yang ditonton kakakku dua belas tahun lalu. Oh, ternyata dia ada di Thailand. Aku duduk di samping suamiku, ikut menyaksikan apa yang membuatku penasaran 12 tahun silam.

Pic Source: www.hdfreeimagess.tk
The Paradise. (Pic Source: www.hdfreeimagess.tk)

“Aku mau ke sana!”

Satu satunya kalimat yang keluar dari mulutku ketika film telah selesai. Suamiku melongo, kacang atom dalam mulutnya ditelan paksa. Kugeser paksa dia dari tempat duduknya, layar berganti dengan halaman web pencari.

 "Gimana caranya ke sana?"

“Phuket! Aku bisa ke sana lewat Phuket. Atau lewat Krabi. Nih ada blogger yang pernah ke sana, dia lewat Phuket, sekarang ada tur ke sana naik kapal, satu jam dari dermaga,” aku menunjuk nunjuk layar laptop.

Suamiku terdiam, aku tau apa yang melintas di kepalanya.

“Ke Thailand kan gak gratis, yang.. Uang darimana?”

Gotcha! Tebakanku gak meleset. Aku menutup laptop, mengambil tangan suamiku, memejamkan mata, dan merapal mantra. 

“Sayang.. kamu sama sekali gak perlu cari uang buat ongkosin aku ke sana. Kamu cuma perlu percaya, bahwa apapun caranya, suatu hari nanti istrimu akan sampai ke sana..”

Phuket, Thailand, September 2015

Pier (dermaga) pagi itu ramai dengan turis, pengelola meminta seluruh peserta tur untuk menunggu sembari speedboat disiapkan. Aku dan Ifa, memilih jajaran bangku dekat mini bar demi segelas air putih dan beberapa cookies pengisi perut. Kami sama-sama tau, aku butuh banyak waktu dan air putih untuk memantapkan diri mengikuti tur pagi itu. Perjalanan wisata yang akan membawa kami ke Phi Phi Island, sebuah pulau di selatan Thailand tempat surga yang aku tuju berada.
Dermaga tempat Phi Tour dimulai

Tepat pukul sembilan pagi, tour guide meminta kami untuk mengambil fin dan naik ke kapal. Aku terdiam gemetar, menggenggam gelas air putihku lebih erat. Sebagai seorang yang punya mabuk kendaran parah, naik ke kapal, adalah frasa yang kontan membuat perutku mual. 

Tur menuju Phi Phi Island, atau terkenal dengan sebutan Phi Tour, adalah salah satu tujuan mengapa wisatawan pergi ke Phuket. Menggunakan Speed Boat/Big Boat (dapat memilih), wisatawan akan dibawa mengunjungi pulau-pulau kecil yang indah nan ternama di Thailand selama satu hari penuh. Untuk ikut tur ini, mudah saja, tinggal mendaftarkan diri di agen-agen penyedia Phi Tour yang mendirikan kios-kios kecil di setiap sudut Phuket. Tak susah menemukan mereka, tersebar dari pojok bandara, tengah kota, sampai gang-gang kecil.

Seperti namanya, tujuan utama tur ini adalah Phi Phi Island. Gugusan pulau yang memiliki pantai pantai eksotis. Salah satunya, adalah sehampar surga yang membuatku penasaran sejak 15 tahun yang lalu. Sejak kakakku pulang dari bioskop dengan takjub di wajahnya, membawa cerita tentang sebuah pantai yang disebut surga saking bagusnya. Sejak suamiku duduk di depan laptop bersama kacang atom dan kopi hitam tiga tahun yang lalu, menawarkan tidak sengaja sebuah film tentang pantai yang disebut The Paradise saking bagusnya.

“Miss.. Are you okay? You look sick..”

Sang tour guide menyambangi kami, dia pasti memperhatikan wajahku yang sudah pucat pasi, keringat dingin dengan badan bergetar. Ifa menjelaskan bahwa aku mabuk kendaraan parah, terlebih kapal laut. Belum naik saja aku sudah sempoyongan. Ifa lalu lanjut bercerita tentang penerbangan kami kemarin, dari Jakarta ke Phuket. Perjalanan udara selama 3,5 jam tersebut sanggup membuat aku seperti kehilangan nyawa.

Kami memang menjalani dua kali penerbangan, masing-masing 2 jam dan 1,5 jam. Karena menuju ke Phuket dari Jakarta, jarang sekali ada penerbangan langsung. Mau tidak mau, harus transit dulu di Singapore atau Kuala Lumpur selama beberapa jam. Kami memilih penerbangan dengan transit Singapore.  Lumayan buat aku, transit beberapa jam ini menjadi waktu menenangkan dan menyiapkan diri untuk penerbangan selanjutnya. Kalau langsung terbang 3,5 jam, bisa-bisa aku pingsan di pesawat.

“Why did you join this trip? It’ll take one hour to go from here to the island, your condition gonna be worse. Don’t worry, you don’t have to pay if you cancel this trip.”

“Miss, do you know about The Paradise?” Seperti tak mengindahkan tawarannya, aku malah balik bertanya.

“Ya.. of course. The Paradise is the main reason why everybody go to Phuket. It’s very beautiful place.. “, dengan bahasa Inggris berlogat Thai, perempuan bertubuh besar itu menjelaskan dengan mata berbinar.

“That’s why im here. The Paradise is one of my life goals, I just wanted to be there. I don’t even care whats gonna happen on the boat.”

“Oh, okay… Just call me if you need some help”

Dia mengenggam tanganku, erat. Meyakinkan bahwa apapun yang akan terjadi di atas kapal nanti, dia siap untuk membantu. Tangan Ifa menggantikan gengamannya, kami naik ke kapal.

Di atas speed boat, tengah laut Thailand, 8 September 2015

“Miss.. Please, take this pill and go sleep”

Lola, asisten tour guide perjalanan kami mendekati aku yang terduduk lemas di pojok kapal. Dia menawarkan beberapa kantung plastik dan kaplet obat tidur agar aku tak perlu lagi tersiksa dengan mabuk laut yang aku alami. Aku menggeleng lemah. Aku tau tidur adalah pilihan terbaik, tapi berdiri di The Paradise adalah pilihan yang aku mau.

“I’m fine. Don’t worry”

Aku tersenyum lemah. Sungguh, satu jam di atas kapal laut adalah hal paling menyiksa dalam hidupku. Jangan tanya berapa sering aku mengeluarkan isi perut di atas kapal, seberapa sering aku menangis karena sakit kepala yang hebat. Ifa menutup tubuhku dengan handuk, mengurangi terpaan angin laut yang membuat aku semakin kewalahan menghadapi diri sendiri. 

Satu jam paling menyiksa  itu akhirnya ditutup dengan suara perempuan dari mikrofon. Ada gemuruh yang meletup letup dalam hatiku, satu mimpiku tunai lagi. Aku, dengan pertarungan melawan diri sendiri, sampai ke surga yang aku tuju..

“Ladies and Gentlemen.. Welcome in Maya Bay, The Paradise..”


 

Setelah dua belas tahun, rasa penasaran ini terjawab sudah. Aku berdiri di Maya Bay, sebuah pantai yang disebut surga saking indahnya. Air laut pelan-pelan membasahi kakiku, energinya meresap ke tubuhku, sampai hingga kepala. Inilah aku, si pemabuk kendaraan yang berhasil berjalan sejauh ini. Menaklukan udara, laut, jalanan, ketakutan dan keraguan.
Aku tau ada pilihan untuk mundur sejak tadi, aku tau ada pilihan untuk tidur saja di rumah dan semua akan baik baik saja. Tapi begitulah I Cross Over my own limit.. demi sebuah mimpi, melampaui batas diri sendiri.

Purwokerto, Indonesia, 21 September, 2015

Dimana tempat yang menurutmu hebat? Seberapa jauh perjalanan menuju ke sana? Seberat apa medannya? Tantangan apa yang menghalangimu? Dimanapun itu, yakinlah suatu hari kamu akan berdiri di sana. Kita hanya butuh menyiapkan ransel besar, memasukan baju-baju, perlengkapan berpetualangan, dan jangan lupa bawa serta keyakinan serta ketangguhan. How far will you go? You decide!

Atau kamu punya mimpi untuk menaklukan kecepatan di California, menembus salju di Alaska, Atau... menikmati keseruan olah raga air di Canada? Ikut aja tantangan Cross|Over di www.neversaymaybe.co.id. Jangan bilang gak mungkin, percaya aja selalu ada kenyataan untuk mimpi yang diperjuangkan.

57 komentar :

  1. Allhamdulillah akhirnya sampai juga di Maya Bay, fotonya masih kelihatan pucet pung :) tapi membuktian bisa melawan rasa takut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pucet dan rambutnya rada lepek, gara gara keringet dingin :'D

      Hapus
  2. Mimpi yang jadi keinginan,, dan keinginan yang menjadi kenyataan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenyataan yang menjadi postingan blog hihihi :D

      Hapus
    2. Postingan Blog yang menjadi Trending Topik #laluhilang

      Hapus
  3. Baru tau ternyata Pungky itu satu klub sama Priit Api Kecil hehehee... gerombolan pemabuk level wahid :) Tapi kamu keren lah Pung, bisa cross over your limit toughly.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu bulik, tunggu yaaaa. Awal Oktober nanti aku akan melakukan perjalanan. Kita lihat yaa, bagaimana cara Tuhan bekerja. Etapi, aku sebenarnya puyeng jg sih baca tulisan ini ������

      -Apikecil-
      Sekretaris Jendral Gerombolan Pemabok Kelas Wahid

      Hapus
    2. Tunggulah.. kami mbakbro..
      Kami akan berjalan lebih jauh dari yang kami capai sekarang.. Saksikan terus ya.. :D

      -Pungky Prayitno-
      Ketua Divisi Ke-seleb-an Gerombolan Pemabok Kelas Wahid

      Hapus
  4. Menginspirasi banget sih mba pung ceritamu...semangatnya itu loh...PATUT DITIRUUU! Semangat teruuus yaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaaaat cari jalan jalan gratisan hihihihi xD

      Hapus
  5. How far will you go? You decide!
    Untuk saat ini, sungai danube, sungai seine dan sungai rhein mungkin jadi tujuan utama yang wajib dikejar. Well untuk sementara masih dalam tahap bermimpi :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak papa, akupun awalnya dari mimpi doang :D

      Hapus
  6. Katanya impian yang sanggup di bayangkan adalah kenyataan, saat mak pungky bilang saya harus dan aka ke sana itu sudah setengah perjalanan.... dannnn semesta menjawab semua lintasan prasangka dan impian tentu saja doa2 dan ikhtiar. Taraaa....dirimu disana, senangnyaaaa....turut bangga dan bahagia melihat pencapaianmu darling ;)

    Salam buat Jiwo yaaa..... *kiss

    BalasHapus
  7. Ah...selamat mak, kaw keren sekaliii. Aku kok terharu termewek-mewek ya baca postingan ini :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaak jangan mewek maak.. ini teh postingan curhat sebenernya xD

      Hapus
  8. Sekarang aku blm tau mau ke mana.. Soalmya Turki udah dilewatin kmrn. :)))
    Kayaknya mau ke Legiland aja deh. Bhahahahahahah. Mainstream banget. Emak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gitu gantian sekarang aku yang pengin ke turki xD

      Hapus
  9. Pung... ini cerita keren banget!
    Selamaaaat ya mimpimu akhirnya tercapaaaaai..huhu.

    BalasHapus
  10. Di sekeliling keluarga dan lingkungan aku, nggak ada yang benar-benar mabuk kendaraan sampe aku kira itu cuma cerita doang. Aku sendiri naik bus selama dua hari dari Bandung ke Bali ga masalah :))
    Sampe aku liat post ini.. Wah. Sulit ya kalau mabuk kendaraan :')
    Semoga selalu diberi kekuatan buat travelling, Mbak Pungky! :D

    BalasHapus
  11. Nah ini yang menjadi power of dream.. Pada akhirnya bisa conquer yourself(cross over your own limit) selamat y Pungky atas travelling mengesankannya.

    BalasHapus
  12. Pssst puuung.. Tau ngg.. Aku pun semuanya berawal dari mimpi! Mimpi jadi diplomat, pengen ke luar negeri et voilaaaa.. Ahamdulillaaaah.. Allah memang tidak tidur! Sooo proud of you and all your achievements! Bravooooo... Next, ayo main ke siniiii ;)..,Cheers from NYC

    BalasHapus
  13. Pung..aku itu punya banyak mimpi tp aku takut buat mewujudkan mimpi itu..etapi liat kamu aq jd semacam ada semangat kalau harus bisa menaklukan diri sendiri...selamat ya pung atas pencapaianmu

    BalasHapus
  14. Keren ni..mimpi yg tidak berhenti sekedar angan angan saja

    BalasHapus
  15. Pungkyyyy tulisanmu keren banget... keren juga atas ketangguhan mu dalam mewujudkan mimpi.
    Maya Bay... sejauh ini baru sebatas impian bagiku... kalah jauh aku darimu hahaha

    BalasHapus
  16. MasyaAllahh indahnyaaaaaaaa mbak
    keren bgd jadi mbak pungky !!!!

    BalasHapus
  17. viewnya sama yah kayak yang di raja ampat :)

    dianexploredaily.blogspot.com

    BalasHapus
  18. Baru tau kalo Pungky mabuk kendaraan, tapi kalo kereta nggak mabuk kan Pung?
    Satu jam mabuk di kapal pasti kesiksa banget. Aku aja yang 15 menit mabuk laut di kapal waktu pulang dari Bali rasanya sudah nggak karu-karuan perut.
    Akhirnya semesta kembali membawamu mewujudkan mimpi, kereeen!

    BalasHapus
  19. ya ampun Pungky, perjuangan elooo... Padahal kl liat foto2nya gak keliatan elo sakit sebelumnya! Keren! Mudah2an akan ada perjalanan keren lainnya buat kallan sekeluarga ya

    BalasHapus
  20. Subhanallah..bener2 keren deh di kau mak kandi..hebat..hebat satu kata itu untukmu...jadi....kita bisa menggapai mimpi itu..makasih ya buat semangatnya....

    BalasHapus
  21. Indah sekali pantainya
    jadi pengen liburan kesana juga

    BalasHapus
  22. itulah ya mujarabnya sebuah perkataan,al kalamu du'a..akhirnya sampai juga di Thailand hehehe...hiyya ampun,baru sejam,Batam-Siak kalo naik kapal 5 jam lo pung hehehehe...kira2 habis ke thailand dapet gratisan kemana lagi nih??^^

    BalasHapus
  23. Waduh kak, aku kok ya meles campur takjub bacanya.
    Kakak keren (seperti biasa) :)))

    BalasHapus
  24. How Far you can go, you decide ...
    serasa gimana gitu, tadinya gue pikir hanya pulau jawa saja yang bisa dijelajahi, namun sumatera maupun borneo itu menunggu, kemudian daerah-derah lain pun menunggu, tak hanya di Indonesia saja yang harus di lampui namun juga negara lain, tak terbatas, hanya waktu saja yang menunggu

    semangat Pungky :D

    BalasHapus
  25. keren banger kak story nya, akhirnya tercapai juga ke pantai paradise yang katanya surga ntu, tapi emang indah sih pantainya :D

    BalasHapus
  26. aaaaaaah keren sekali
    lanjutkan dan semangat terus :)

    BalasHapus
  27. Baru tahu ternyata Pungky mabuk-an hehehee
    Akhirnya mimpi tahun-tahun yang lalu kesampaian juga ya Pung
    Selamat sudah bisa menikmati surga di Thailand... tetep rendah hati ya Pungky

    BalasHapus
  28. Pagi Mba Pungky, salam mba.. Baru mampir lagi ke blognya, eh disediain postingan yang keren abis. Butuh waktu sampai 15 tahun, akhirnya mimpi itu menjadi nyata. Kepengen jugaaaaa..

    BalasHapus
  29. aaaaaaaaa....gue suka gaya lo, mak! :)

    BalasHapus
  30. Andai di sama ketemi abang leo yaaa, sempurnaaaa. . . wkwkw

    Aku ikut komen, pemabuk kelas WAHIIIIIID... :D

    BalasHapus
  31. Walaupun bacanya agak bikin gue pengin muntah, tapi seruuu. Hahaha pasti bahagia-bahagia eneg gitu ya pas nyampe sana. :)) GImana sih rasanya naik pesawat sama kapal? Gue belum pernaaah.

    BalasHapus
  32. Salam kenal mba Pungky...
    1 kata ...*hebaaaaaaaaaaaaaattttt*

    You conquer your self..and after this..nothing can stop you...*well except some more boat trips* xixixix

    BalasHapus
  33. Kalau nonton The Beach, piye ngono, Maya Bay sepi... cuma duaan. Nah aslinya... dua puluh ribu orang rasanya =)) Tapi bagus sih...

    Beberapa tahun lalu aku bilang ke siapa-siapa pengen tinggal di Jepang hihi alhamdulillah kesampaian meski short term. Nanti ke sini lagi amiinnn!!

    BalasHapus
  34. Keren mba
    Selamat ya mimpimu akhirnya tercapai :)

    BalasHapus
  35. Wah selamat Mbak ^^ mimpimu akhirnya tercapai ^^
    Mimpiku Insyallah dalam 2 bulan lagi tercapai :)

    BalasHapus
  36. aku juga pernah ke thailand tapi aku jarang ke pantai, tapi pas liat ini keren ya ternyata phuket itu, jadi pengen ke thailand lagi, salam kenal ya kak :)

    http://litarachman.blogspot.com/

    BalasHapus
  37. Bener deh pung, traveling itu bkn cuma soal seneng2, tapi ada perjuangan utk mewujudkan impian. Go wombat go...

    BalasHapus
  38. wih... pengen ke pantai itu...

    BalasHapus
  39. Barutau kalau dirimu suka mabuk. Padahal seceria itu saya kira tahan banting. Dirimu yg mabukan aja sejauh itu pikniknya, sementara aku yg tahan banting ini (bahkan aku masuk angin pun kalau naik bis gak mabuk loh, gak muntah), harusnya lebih jauh lagi. Ke Mars mungkin. Mungkin.

    BalasHapus
  40. Punky aku boleh minta nomor kontak atau email km nggak? pengen nanya" seputar blogger :)

    BalasHapus
  41. Mimpi yang dipelihara niscaya bakal terwujud.

    Eh nggak nyangka, Pungky mabuk laut juga yaaa... tapi keren loh, bisa menghadapi bantingan ombak ;)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...