Jumat, 26 Februari 2016

Aku Blogger Kampung


Waktu bloggercamp Purwokerto kemarin, ada pertanyaan menarik dari salah satu peserta.

"Kesempatan untuk blogger, sekarang bertaburan di ibukota. Gimana caranya kami yang di daerah dapat kesempatan yang sama?"

Mbak @nevanov, mewakili sebuah agency, menjawab.

"Gimana kami mau mendengar kalau kalian gak ada suaranya? Gimana kami bisa lihat kalau kalian gak pernah muncul?"

Lalu kami dibuat melek, kalau bloggercamp hari itu adalah salah satu bukti bahwa kami sebenarnya 'didengar'. Siapa sangka Purwokerto bisa jadi salah satu tuan rumah acara blogger skala besar? Bersandingan dengan 3 kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan Makassar. Suara-suara yang kita tulis, di daerah, menguarkan kalau kita ada dan punya kesempatan yang sama dengan blogger-blogger ibukota.


Satu hari temenku pernah melempar pertanyaan sejenis, katanya kenapa aku bisa dapat banyak kesempatan dari blog. Padahal, katanya lagi, aku ini blogger kampung. Dari pelosok Purwokerto. Harusnya enggak dikenal siapa-siapa, apalagi mulutnya gak kenal bangku sekolahan, harusnya mendem aja dalem-dalem di Purwokerto. Asyem! Minta banget dilolohin sendal jepit.

Ya aku jawab lah dengan tengil tengil elegan, jaman internet begini, masa iya kesempatan bagus masih cuma punya anak-anak ibukota? Jaman dimana buka facebook lebih cepet daripada bersin, bales komen lebih sregep dari angkat telpon, bahkan aktifis-aktifis LDR sudah bisa tatap muka kapanpun mereka mau.

Rasanya sia-sia kalau jaman udah semaju ini, kita masih begini-begini aja. Masih terjebak di lingkaran yang itu-itu saja dan menyesali hidup jauh darimana-mana. Mentang-mentang gak tinggal di Jakarta trus merasa gak punya kesempatan apa-apa? Ayolah, bangun! Jarak tempat yang kamu bilang pelosok itu dengan Jakarta, cuma sejauh jarak mata dan layar yang kamu pantengin setiap hari. Gak sampai 15 centi. Kamu dan kesempatan-kesempatan bagus berada sedekat itu. Sedekat itu.
 
Menjadi bagian dari World Travel Writer Gathering 2015 di kaki Gunung Rinjani, karena blog :)
Menghadiri kopdar blogger ter-akbar di Malaysia, karena blog :)
Menikmati kepulauan Selayar tanpa biaya sama sekali, karena blog :)
Kesempatan emas dimulai dari tempat aku duduk, berdiri, nungging, kayang, ngesot, nyungsep, sekarang. Hari baik berawal dari apa-apa yang aku kejar. Kalau kata suamiku, jadilah jiwa lokal dengan daya global. Bocah Purwokerto yang lantang dan berani terus ke depan.

Hingga hari-hari baik itu datang, aku akhirnya sampai pada kesempatan-kesempatan yang dulu aku inginkan dan doakan. Lalu dengan bangga aku bisa bilang: aku ini dari desa, rumahku tujuh jam dari ibukota.

Sejak itu aku terus belajar dan mengejar. Belajar 'taste'  anak-anak ibukota dan berusaha memahaminya, belajar bagaimana blogger-blogger besar 'bekerja' dan pelan-pelan mempraktekannya, belajar lebih dalam bahwa mereka yang jadi seleb bukan perkara cling! trus ketiban keberuntungan, belajar untuk memperlakukan blog lebih profesional, lebih greget, lebih yuuuwh. Belajar, belajar, belajar melampaui.

Berhenti mengeluh. Berhenti mengeluh. Jarak adalah nihil kalau kita gigih dan lantang. Kesempatan, biarpun tak berwujud, tapi mampu mendengar. Waktu untuk mengeluh yang sia-sia sangat bisa dialihkan untuk belajar dan 'bekerja'. Satu lagi, setop nyinyir. Nyinyir will bring us nothing but hatred. Nyinyir adalah buang-buang waktu sembari menjatuhkan diri paling jatuh. Mending gosip, cuma kita sama lawan main dan orang lain enggak tau. EH APA BEDANYA, GILA? HAHAHAHAHA


Purwokerto, serius bener sik, february 2016
Terimakasih, mbak Nevanov atas kalimatnya. Tetaplah cihuy dan cakeb. Uhuy!

73 komentar :

  1. Tulisan ini keren sekali, jadi termotivasi. Terima kasih. :)

    BalasHapus
  2. Mewakili perasaan aku banget! Dan aku suka kalimat "jiwa lokal, daya pikir global"... Makasih semangatnya Mba Pung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini aslinya memang curhat sih.. cuman sok bijak aja ahahahaha ya gitu deh xD

      Hapus
  3. Kalo aku suka baper "kenapa kesempatan selalu datang mereka yang masih muda?"... mau belajar tampil muda sulit

    BalasHapus
  4. Betul banget Mba..pernyataan dari agency itu, gimana mau teraupdate kalo kita sendiri nggak muncul? Nah biar muncul alias eksis ya kudu sering2 nampilkan diri ya Mba di medsos..tentu saja dgn tujuan yang positif tentunya ya..

    BalasHapus
  5. *mendadak semangat* aku padamu kak pungky :"D

    BalasHapus
  6. Semangatnya .... bagiin dong ...

    BalasHapus
  7. Tulisannya memotivasi aku blogger newbie untuk terus belajar dan mengejar dan berhenti merasa kecil dan mengintimidasi diri sendiri.. Thanks mbak Pungky

    BalasHapus
  8. Ngakak abis pas kalimat; "dilolohin sendal jepit" hahahahahaha.

    BalasHapus
  9. Semangat ngeblogggg.....!!!
    Makasih mak pungky postingannya... greget....

    BalasHapus
  10. Suka banget dengan tagline jiwa lokal, daya global :)
    Di Yogya, aku ngajak emak-emak blogger untuk bikin sendiri event, walau tanpa sponsor sekalipun. Dengan rutin kita adakan, Insya Allah bakal ada yang melirik.
    Jaman sekarang memang harus kreatif ya, Pungky. Ibaratnya harus jemput bola, supaya nggak ketinggalan.

    BalasHapus
  11. keren mbaak! bener banget tuh, kesempatan g cma ada buat blogger ibu kota. Jadi smakin smangat! :)

    BalasHapus
  12. Sukaaaaa sama postingan ini, keren n bikin daku semangat mba Pung hehehe. Awak ni apalah, gitu kalo kata orang Medan, kalo nengok blogger-blogger lain yang duluan eksis. Etapi aku jadi semangat ah baca tulisanmu ini mba ;).

    BalasHapus
  13. Sebagai blogger kampung, saya sukaaaa sekali sama tulisan Mbak Pungky... :D

    BalasHapus
  14. Tapi aku ngefans sama kamu kok makpunk. Walau nyebut blogger kampung. Aku juga cinta purwokerto. Mau donk belajar banyak sama dirimu, Kakaaaaakkkk :* *ciyoom*

    BalasHapus
  15. aku berhenti ngeluh, tapi kamu berhenti pamer, bisa? :v :v :v :v
    salam cinta dari blogger bekasi (bukan kampung, bukan pelosok, tapi luar angkasa)

    BalasHapus
  16. tulisan ini seakan memberikan energy positive. Terus berkarya blogger - blogger pelosok kampung. :D

    BalasHapus
  17. Eh purwokerto itu keren lho... sy aja pengen tinggal di purwokerto. Sapa tau bisa ketemu sama mayang sari kalo pas lg mudik xixi😊Kalo pas naik kereta saya selalu senang pas berhenti di purwokerto. Stasiunnya besar dan bagus. Keretanya jg berhentinya lama jd bs jajan dulu.sayang penjelajahan sy di purwokerto br sebatas di dalam stasiun kereta aja😁

    BalasHapus
  18. mau blogger kampung mau blogger ibu kotah...kalo memang keren tetep aja keren...
    apalagi kalo nggak suka nyinyir dan nyindir, makin kereeen...

    BalasHapus
  19. Justru saya ngrasa blogger yang tinggal di luar ibu kota tu kesempatannya besar Mbak. Punya diferensiasi dan banyak yang bisa diungkap dari daerahnya,yang mungkin tidak digali blogger lain :D

    BalasHapus
  20. Njleeb deh, bagai diguyur hujan es batu.. Ndiingin.. Yuk Maju terus mak punky..

    BalasHapus
  21. semangaat..kita denger kok pung #eeehapasih :). Tapi bener..make your mark, make yourself heard and seen..the rest will follow :)

    BalasHapus
  22. Salam kenal Mbak Pungky, saya ikut salut bahkan malu karena kalah semangat dan kalah gigih dalam berblogging ria. Pada dasarnya, bagi saya pribadi, blogger hanyalah istilah, bungkus. Apalagi jika diikuti kata "kampung". Semua punya kesempatan sama karena dasar yang sama; Kesukaan menulis untuk berbagi. Berbagi untuk memberi.

    Sukses selalu, terus menginspirasi, semoga kelak melangkah lebih jauh hingga puncak tertinggi Gunung Rinjani :)

    Btw, saya kangen mendoannya Purwokerto :D

    BalasHapus
  23. Aku juga blogger kampung mak pung, rumahku mau ke kota madiun +/-45 menit.
    Jadi lebih semangat karena tulisan ini :)

    BalasHapus
  24. You rooock..pungky. Aku yang sering banget ngeluh tinggal di daerah jadi kayak ketampar *keteplak*
    Aku ke ibukota? 8 jam jugaa. Ibukota Makassar tapinya :v
    Maturnuwun ya. Beneran jadi termotivasi. Salam ngapak, salam mendoan XD

    BalasHapus
  25. Aq blogger kampung... Aq gtw dikampungku ada yg ngeblog jg apa gak, aq brasa sendirian dsni, daerahku aja ga banyak yg tahu kl aq sebutin, tapi rapopo sing penting hore blogku keurus *lho* wkwkwk...

    BalasHapus
  26. blogger kampung pada ngumpul di siniiii...horeee...

    BalasHapus
  27. sedikit semangat yang tercurah pagi ini..makasih banyak..pungky...

    BalasHapus
  28. blogger kampung nggak apa-apa, tapi kelasnya sudah level kota apalagi menuju blogger dunia...eh istilahku

    BalasHapus
  29. Purwodadi juga boleh unjuk gigi donks pung? Xixixii

    BalasHapus
  30. Purwodadi juga boleh unjuk gigi donks pung? Xixixii

    BalasHapus
  31. Sukaaa kalimat, jiwa lokal, daya pikir global :)

    Kalo ke Purwokerta kita kopdaaar

    BalasHapus
  32. Dimanapun berada jadi blogger gak boleh manja. Harus bekerja kalau mau apa2. Keren Pungky.

    BalasHapus
  33. Wuahhh... Motivasi banget ini. Makasih, Pungky :)

    BalasHapus
  34. Walaupun aku tinggal di pinggiran ibukota, aku juga tidak serta merta bisa ikutan acara acara kece blogger meet up gitu. Soalnya mikirin anak siapa yang jagain.

    Thanks god, kasih tau ada tulisan kece dari mak pungky, walaupun jauh tapi masih bisa eksis. Gak korbanin waktu bareng anak juga ^^.

    yes! im proud of you, dan sepertinya aku juga mau belajar dan belajar lebihh.

    BalasHapus
  35. Aku malah di kampung ujung Pung, ujungberung hehe

    BalasHapus
  36. Kebayang kegigihannya, warbiyasa mak satu ini, maju trus mak Punk

    BalasHapus
  37. Njaluk banget dilolohi sendal :D

    BalasHapus
  38. iya mak.. stop nyinyir.. tp aneh nya yg ga suka di nyinyirin justru membalas dengan super duper nyinyir lg :-D

    BalasHapus
  39. Sangat memotivasi Mba Pungky... Keren :)
    jarak hanya alasan untuk mereka yang tidak mau bekerja cerdas, dimanapun kita seharusnya bisa jika memang ada kemauan, karena kemauan akan membuka seribu jalan.

    Salam Blogger :)

    BalasHapus
  40. Wah aku amat sangat termotivasi mba, karena sekarang tinggal dikampung yang jauh dari kata ngota jadi blogger kampung juga mancappplah mba tetep semangat ngeblog klo gitu ;)

    BalasHapus
  41. Ini mah mantab brew :-) Keren bisa kemana-mana gratis hehehe

    BalasHapus
  42. Keren, mba. Emang benar sih kalau dunia maya nggak peduli asalnya dr mana selama bisa akses internet. Hiihi

    BalasHapus
  43. Semangatnya juara banget kak, jangan pernah mau kalah sama siapapun.. Semua bisa diraih kok :)

    BalasHapus
  44. Blogger kece memang kakak kita yang satu ini kerena banget dahh ..

    BalasHapus
  45. Kece! Jadi memotivasi. Thanks, mbak...

    BalasHapus
  46. pagi2 ujan gini, baca tulisanmu jd super semangat mba Punky ;) ^o^... Iya duunk, walo tinggal jauh di belantara manapun, udh bukan alasan utk ga bisa tampil melalui blog ;)

    BalasHapus
  47. Pungky blogger yang keren banget...!

    BalasHapus
  48. Aisshhh..blogger kampung rezeki kota. Terima kasih sudah membukakan mata saya. Jadi..yang di Solo pun ga boleh menyerah begitu saja dong yaa..;)

    BalasHapus
  49. kampung ato gak yg penting mau berusaha ya mbak

    BalasHapus
  50. Menjadi seorang blogger personal gak ada hubungannya dengan hal apapun, mau tinggal di kampung atau kota, itu mah gak penting. Yang penting itu seberapa kuat keinginan seseorang tersebut untuk nulis di blognya :3

    Salam kenal, mbak

    BalasHapus
  51. Ahh, mama Jiwo mah emang keren tulisannya. Yg d jakarta jg klo kerja di wikdeys, ga bs drg k event n males nulis ya sama aja ga bakalan kdengeran suaranya. Intinya, balik lg deh ya ke dirinya masing2...

    BalasHapus
  52. tulisanmu selalu bernyawa mbak Pungky

    BalasHapus
  53. Sukaa banget tulisan iniih.. Kesempatan ya punya siapa aja yang mau mengejarnya yaa :)

    BalasHapus
  54. Akuuu juga di PWT mbaa, kuliah :D

    BalasHapus
  55. Wih..dah panjang aja komennya. Purwokerto enak2 makanannya #komen nggak nyambung. Boneka pungky nya ketjce..

    BalasHapus
  56. Hiduuup blogger kampung,klo aku lebih kampung lg pung, sinyal hp cuma ada tsel dan lemooot bingiit

    BalasHapus
  57. Kesesi lebih kampung keleus Pung dari PWT

    BalasHapus
  58. Berhenti mengeluh dan mulai mendengarkan queto yang bagus, suka aku mo belajar dari mbak punky

    BalasHapus
  59. Blogger kampung memang sesuatu ya mbak :)

    BalasHapus
  60. Tulisannya menginspirasi dan memotivasi mbak :)

    BalasHapus
  61. Tulisannya keren, penulisnya juga keren *muaach..

    BalasHapus
  62. Lha masih mending di Purwokerto, masih satu daratan ama ibukota. Minta endorse KAI atau PO selesai, lha saya??? Beda pulau dan harus nyeberang, minimal minta endorse ama Maskapai baru bisa nyampai. Tapi itulah enaknya jadi Blogger, suaranya bisa kedengaran sampai kemana2. Jangan lihat kisah perjuangan awal memulainya, tapi lihat bagaimana perjuangan tersebut bisa menghasilkan. :-)

    BalasHapus
  63. Selalu suka dengan tulisannya Mba pungky, bener banget, kesempatan tidak hanya untuk yg ada di ibu Kita, stop complaining

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...