Rabu, 02 Maret 2016

Hal-Hal yang Mungkin Ingin Kamu Ketahui tentang Aplikasi MyJNE dan MyCod


Disclaimer:
Aku enggak bekerja untuk JNE. Hubungan kami sebatas kerjasama sementara. Tulisan ini murni dari pengalaman pribadi dan ditulis karena aku sayang kalian. Iya, kalian.. Yang saban hari saban waktu nanyain aku tentang aplikasi MyJNE dan MyCod. Mungkin kalean kira aku ini @jnecare -_-. Jadi kalau misalnya ada yang meleset atau kurang tepat dari tulisan ini, ya maklum aja yah, aku cuma user biasa yang mungkin lebih dulu mencoba dan otak atik.

1. Apa itu MyJNE?


MyJNE adalah aplikasi punyanya JNE. Di dalamnya, kita bisa cek ongkos kirim, tracking resi, cari konter JNE terdekat, sampai menjadikannya sebagai sarana transaksi (MyCod).

Dengan MyJNE, kita gak perlu repot-repot lagi buka web JNE setiap mau cari tau ongkos kirim atau nge-track resi. Semua tersedia di app dan loadingnya (menurut aku pribadi), jauh lebih cepat daripada webnya. Jadi cocok banget buat para pemilik online shop yang sering cari tau ongkir demi kenyamanan pembeli. Cocok juga buat banci online shopping macam aku, yang tiada hari tanpa nge-track resi. Belanjaan gincu udah sampe mana :P


2. Cara Pakainya?


Bagaimana cara menggunakan MyJNE? Gancil! Tinggal download aja di playstore, instal, dan ya udah, kita bisa menikmati MyJNE dengan hepi.

Ada 4 fitur utama di sana:

a. Check Tariff



Ini untuk cari tau ongkos kirim. Tampilannya simpel banget, ada tulisan From dan To, tinggal di isi sesusai kota asal dan kota tuju. Jangan lupa disesusaikan berat paket atau volumenya, klik Check Tariff, sedetik kemudian, di layar akan tampil daftar tarif ongkos kirim. Dari paket Eko, Reg, sampai Yes. Ada semua. Praktis banget ya?

b. Search Air Waybill



Kalau yang ini, tracking resi. Jadi supaya tau kiriman kita udah sampai mana, gak perlu lagi tracking di web JNE. Bisa pakai aplikasi MyJNE ini. Caranya gampang, tinggal masukin nomer resi ke kolom yang disediain, trus klik Search Air Waybill. Nah, nanti keluar tuh, kiriman kita udah sampai mana.


Masih repot? MyJNE dilengkapi dengan fitur barcode scan. Jadi, tinggal klik gambar kamera mungil yang ada di layar MyJNE, trus arahkan ke barcode resi. Gak perlu klik apa-apa lagi, dalam hitungan detik, dia akan menampilkan data perjalanan paket kita. Cepet dan praktis.

c. JNE Nearby


Nah, yang ini, buat cari tau lokasi konter JNE terdekat. Asal GPS di smartphone kita udah on, dia otomatis menampilkan Joni Joni di maps. Gambar Joni yang banyak ini adalah konter-konter JNE yang dekat dengan kita. Bisa get direction juga lho! Karena terhubung langsung dengan google maps. Jadi gak ada lagi tuh harus tengok kanan kiri di tengah jalan karena nyari konter JNE. Pegel cyin! :D

d. MyCod


Ini yang pualing buanyak ditanya orang. Oke, aku jelaskan pelan-pelan yes.

3. MyCod itu apa?



MyCod adalah salah satu layanan dalam MyJNE berupa rekening bersama. Banyaaaak banget yang kira MyCod adalah layanan Cash On Delivery-nya JNE. Bukan ya, gaes.. COD di sini adalah Cash On Digital, BUKAN CASH ON DELIVERY.

Jadi sama sekali bukan layanan bayar kurir kalau barang sampai, macam Go-Food gitu. Tau rekening bersama, kan? Itulah si MyCod ini.

Dia tuh jadi perantara transaksi antara penjual dan pembeli. Simpelnya, saat kita transaksi, pembeli bayar ke MyCod dulu, kalau barang sudah sampai, baru MyCod akan kirim uangnya ke penjual. Jadi sangat aman, bahkan untuk transaksi dalam jumlah besar.

4. MyCod jadi kayak online shop, gitu?


Bukaaaan. Dia itu rekening bersama, perantara transaksi. Di sana, kita bisa jadi penjual maupun pembeli. Tergantung kebutuhan.

Pernah belanja di online marketplace? Nah, kan kita transfer ke online marketplace-nya tuh, baru setelah barang sampai ke pembeli, uang bisa didapatkan si penjual. Bedanya, kalau di online marketplace, kita harus belanja di sana. Nah MyCod ini enggak, dia cuma perantara aja, jadi kita bisa belanja di toko online MANAPUN. Suka-suka lo deh xD

5. Bedanya apa sama MyJNE?


Mmm, MyCod sebenernya bagian dari aplikasi MyJNE. Jadi dia ini aplikasi di dalam aplikasi. Selama ini JNE jadi perantara paket tuh, antara pembeli dan penjual. Nah dengan MyCod ini, JNE melebarkan sayapnya, jadi perantara pembayaran. Okesip?

6. Cara Pakainya?


Ini agak panjang, semoga aku gak belibet yaa.. Awalnya, sebelum transaksi di MyCod berjalan, penjual dan pembeli pastinya udah janjian tentang transaksi mereka. Istilahnya itu udah deal, udah tinggal bayar.
Kita sebagai penjual

Ceritanya kan udah deal nih ya. Barangnya apa, harganya berapa, lokasi si pembeli ada dimana. Nah, tinggal buka MyCod, pilih gambar bulat merah yang bertanda plus, bikin deh order baru. Tinggal tulis deh di form yang disediakan.

a. Order Name. Ini ya berarti nama orderan keseluruhannya ya, bisa diisi sesuka hati lah bebas, gimana kesepakatan sama pembeli aja. Misal: Paket Pembersih Sip Mantap

b. Insert Buyer's Phone Number. Yang dalam bahasa Indonesia berarti; masukkan nomer hp pembeli. Eits, nomer hp-nya, yang digunakan pembeli di MyCod-nya ya. Jangan nomer yang lain nanti enggak sampai.

c. Add Item. Ini data barang belanjaan berserta harga dan jumlahnya. Misal: Sabun Pembersih Wajah, Sabun Pembersih Nasib, Sabun Pembersih Hati, Sabun Pembersih Mantan. Tulis aja harga dan jumlahnya, nanti si MyCod dengan baik hatinya menjumlah sendiri.

d. Shipment Fee. Yang ini ongkos kirim ya, saudara-saudara.. Jadi MyCod meskipun punya JNE, tapi sistem transaksinya ya kayak biasa kita sama online shop lah, harga yang dibayar oleh pembeli adalah harga total sekalian ongkir. Kalau ada yang bilang, pembeli bayar ongkirnya ke app, itu salah besar. Tetep lah bayar ke penjual, kan nanti si penjual yang antar paket ke konter JNE. Tau harga ongkir darimana? Dari app yang sama dong! Klik aja fitur Check Tariff.

e. Other Fee. Ini biaya lain-lain (kalau ada), misal: biaya packing oleh penjual karena paket berisi botol kaca yang mudah pecah, jadi harus di pack kayu, yaudah tulis aja biayanya di situ.

d. Grand Total. Setelah semuanya di isi, nanti si MyCod akan menyodorkan jumlah total yang harus dibayar oleh pembeli. Otomatis ngitung sendiri. Di dalamnya sudah termasuk total harga barang, ongkos kirim, dan biaya lain-lain (kalau ada). Jadinya sangaaaat ringkes! Kalkulator? Apa itu kalkulator xP

Setelah semua di isi, klik Create Order. Nanti dengan sendirinya, MyCod akan mengirim invoice orderan tersebut ke akun MyCod-nya pembeli. Gimana bisa? Kan tadi udah masukin nomer hape pembeli, kan? Jadi tu invoice langsung terbang ke sana. (liat poin b di atas).

Nanti, kalau si pembeli udah bayar orderan itu, kita sebagai penjual akan dapat notifikasi bahwa order sudah PAID. Yang artinya, kita wajib mengirim paket ke pembeli (pakai JNE dong yah pastinya) dan menyetor resinya ke MyCod. Gampang! Tinggal klik Paid Order, lalu masukan nomer resi ke kolom yang sudah disediakan. Males ngetik nomer resi? Bisa scan barcode! Kurang gampang apalagi coba? xD

Kenapa harus setor resi? Ya karena resi itulah yang akan jadi bukti keberhasilan transaksi. Kalau berdasarkan resi si pembeli belum juga terima paketnya, yaa kita sebagai penjual enggak bisa mencairkan uang yang ada di MyCod. Adil kan?

Setelah pembeli menerima barangnya, dengan sendirinya MyCod akan tau karena dia tracking resi otomatis, dan kita sebagai penjual akan dapat notifikasi kalau barang telah sampai. Transaksi dinyatakan beres. Uang yang dibayarkan pembeli akan masuk ke MyCod kita dan bisa dicairkan kapan aja. Bisa tiap order dicairkan, bisa juga dikumpulin dulu.

Kita sebagai pembeli

Ini lebih gampang sebenernya, karena kita tinggal nunggu aja si penjual bikin orderan. Kan udah deal yaa, jadi udah sepakat kalau transaksi akan diselesaikan via MyCod, ya langsung aja suruh si penjual create order.


Setelah dia buat order, kita sebagai pembeli akan terima invoice baik di MyCod, sms, maupun email. Udah deh, tinggal klik PAY di MyCod. Psst, jangan lupa MyCod nya di top up dulu yaa.. Kalau gak ada isinya, ya gak bisa pay apa-apa atuh, Gaes.. :P


Setelah membayar, kita tinggal menunggu barang dikirim oleh penjual. Kalau sudah dikirim, akan ada notifikasi On Delivery pada MyCod. Yasyudah, berarti tinggal duduk-duduk manis, golar-goler lucu, tunggu belanjaan kita dateng. Setelah datang, jangan lupa konfirmasi ke MyCod, ya! Walaupun si resi bisa otomatis lapor sendiri ke MyCod, tapi konfirmasi kita sebagai pembeli sangatlah dibutuhkan. Karena berarti, sudah jelas barang diterima dengan baik dan transaksi berjalan lancar. Jadi sama-sama enak.

Gimana kalau setelah kita bayar, penjual gak kirim barangnya? Nah itulah gunanya transaksi lewat MyCod, lebih aman dan terjamin. Penjual enggak bisa mengambil uangnya kalau pembeli belum menerima barang (berdasarkan resi), kalau sampai enggak ngirim juga, uang akan kembali ke MyCod kita, kok! Jadi tenang aja, enggak ada pihak yang bisa tipu-tipu di sini. Aman, aman dan aman.

7. MyCod Wallet Itu Apa?


Kalau ini semacam profil MyCod kita. Di dalamnya ada data nama kita, virtual number, nomer rekening, dan nomer KTP. Kalau takut kenapa-kenapa, kolom ktp boleh kok gak di isi. Ini penting kalau kita jadi penjual. Ada 4 fitur utama di sana:

a. Transfer


Ini bisa dipakai untuk transfer uang dari MyCod ke MyCod. Buat apa? Aku sih belum pernah pakai ya, tapi mungkin kita butuh transfer-tranferan uang antar MyCod, ini bisa digunakan. Dan account tujuan itu bukan nomer rekening bank ya, tapi nomer MyCod yang akan kita transfer.


b. Top Up


Kayak namanya, ini untuk mengisi uang ke MyCod kita. Uang inilah yang bisa kita pakai belanja, yang bisa bikin kita klik PAY kapan aja. Gampang banget sebenernya tapi aku agak belibet jelasinnya, jadi klik aja logonya, nanti ada caranya. Bisa lewat ebanking atau mbanking. Biar gak bolak balik Top Up, ya sekali ngisi langsung banyak aja. Jadi bisa buat belanja berkali-kali. Tenang, bisa diambil kapan aja kok dari MyCod!


c. Cash Out


Nah itu tadi, kita bisa mengambil uang kita dari MyCod kapan aja. Fitur ini untuk mengirim uang di MyCod ke rekening kita. Kalau gak mau ambil semua, jumlahnya bisa kita tentukan sendiri, kok!


d. History


Yang ini yaa cuma riwayat uang kita di MyCod ya. Kalau abis Top Up, abis transfer atau abis ngapain aja di MyCod, semuanya terekam di sini. Jadi bisa kita pantau kapanpun kalau-kalau lupa.


8. KOK RIBET???


Ribet? Udah coba belum?
Mmm, gini aja deh, kita bandingin sama transaksi online tanpa MyCod yaa...

Transaksi tanpa MyCod:

Penjual dan pembeli chatting tentang barang, pembeli setuju dan deal membeli. Penjual akan kirim pesan berupa daftar belanjaan, jumlah harga, biaya ongkos kirim dan total keseluruhan. Di sini, penjual harus ngetik list orderan pembeli, ambil kalkulator buat hitung totalnya, buka web JNE untuk tau berapa ongkos kirimnya, ambil kalkulator lagi untuk jumlahin total belanjaan dan ongkos kirim, baru send ke pembeli via aplikasi berbalas pesan.

Pembeli menerima pesan berupa list belanjaan dan total harga, lalu dia ngacir ke atm atau buka m-banking atau internet banking dulu buat transfer, setelah itu dia masih harus upload bukti transfer dan kirim ke penjual, lalu penjual biasanya masih buka internet banking juga untuk liat mutasi saldo apakah bener udah ditransfer atau belum, lalu penjual bilang ke pembeli transferan sudah diterima, trus penjual mengirim barangnya ke pembeli.

Beres? Belooom. Abis kirim paket, penjual harus kirim nomer resi ke pembeli, pembeli mengecek resi di web JNE, lalu pembeli dan penjual akan sibuk bolak balik buka web JNE supaya tau barang sudah sampai mana.

Transaksi dengan MyCod:
Penjual dan pembeli golar goler sambil pegang hape masing-masing. Chatting tentang barang dan deal. Penjual create order di MyCod, total harga otomatis dihitung oleh MyCod tanpa butuh kalkulator, tarif ongkir tinggal klik MyTariff di aplikasi yang sama, seluruh prosesnya gak akan sampai 5 menit. Gak perlu bilang apa-apa ke pembeli, semuanya udah otomatis. Pembeli menerima invoice, tinggal klik PAY dengan sekali sentuhan jari, dan dalam hitungan detik: transaksi beres.

Tanpa perlu ke atm atau buka ebanking, tanpa perlu upload bukti transfer, tanpa perlu juga penjual cek-cek mutasi saldo. Tanpa perlu penjual setor resi ke pembeli dan dua pihak bolak-balik ngecek web JNE untuk tracking. Cukup setor resi ke MyCod dengan scan barcode, lagi-lagi hitungan detik, dan selanjutnya MyCod akan terus melaporkan tentang perjalanan si paket hingga sampai. Tanpa perlu ribet.

Masih mau bilang MyCod bikin ribet?

9. Kenapa harus punya aplikasi MyJNE?


Satu, karena lagi lagi aku bilang ini aplikasi yang praktis, dan menjamin keamanan bertransaksi. Cocok untuk pemilik online shop dan banci online shopping macam aku. Yaa gak perlu jadi banci shopping pun, jaman sekarang emang siapa yang enggak belanja online?

Dua, karena dengan mendownload aplikasi MyJNE dan menceritakannya di blog, kamu bisa mendapatkan smartphone seharga 5 juta rupiah. Kurang? Masih ada voucher belanja ratusan ribu dan pulsa.


Tiga, kamu tau kan kalau aku mah orangnya maksa? Kalau sampai enggak ikutan, kita enggak temenan yaaaa. FIX. TENGSBHAY!

Purwokerto, demi kalian aku nulis sepanjang ini ya ampuuuun, Maret 2016

Kalau masih ada yang mau ditanyain, silakan di komen yaaa. Akan aku jawab sebisanya. Dan aku tunggu partisipasi kalean! Papapaw! :D

8 komentar :

  1. Aku komentator premium, bukan? Wkwkwk

    TengsBhaaay!

    BalasHapus
  2. Keren informasinya, sangat bermanfaat nih untuk saya yang lagi merintis bisnis online. Makasih yah infonya :)

    BalasHapus
  3. Aku mauu ikutt, aku mau dapat hapeeeee *lah :v

    BalasHapus
  4. Ulasan yg mantep bude ^^ tapi waktu itu nyari, blum ada di apps store yaa, alhasil ntar pinjem andorid pak suami deh, moga bisa ikutan inih...sampe ada wallet ya aplikasi ini, oh ya ini aplikasi cocok buat mamakku yg agak ngeri klo blanja online

    BalasHapus
  5. 1 aplikasi banyak fiturnya ya mbak Pungky, wah ini bisa jadi teman aku untuk memudahkan cek tarif kalau ada konsumen nanyain tarif ongkir kalau aku udah ada di rumah heheh

    Thank ya infonya mbak Pungky ^^

    BalasHapus
  6. MyCOD jadi membuat transaksi aman dan nyaman buat kedua belah pihak ya PUng

    BalasHapus
  7. barusan baca, duhhh elap keringet, semoga bisa menerjemahkan ke bahasa kalbu saya mbak pungky ehehe

    BalasHapus
  8. aku cari di App store sini ngga adaaa pung :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...