Senin, 20 Juni 2016

Mengarungi Selat Madura Bersama Kapal Artama

Photo by Hafidz Novalsyah

Halo! Selamat pagi dari Surabaya. Hari ini, aku akan mengajak kalian naik Kapal Artama. Salah satu wisata bahari persembahan PT Pelindo III, yang siap membawa seluruh penumpangnya mengarungi perairan Tanjung Perak, menjelajah Selat Madura, dan mencicip indahnya Suramadu dalam pesona yang lain dari biasanya. Terdengar asyik? Nanti dulu. 


Kapal ini memulai pelayarannya dari Gapura Surya Nusantara, Surabaya. Naiklah dengan hati-hati, dan perhatikan instruksi keselamatan dari awak kapal sebelum kita memulai perjalanan. Sudah mulai terasa mabok karena goyangan kapal? Percayalah, kamu gak sendirian. *toss mabokers*

Mau duduk di mana? Carilah posisi yang paling nyaman. Kapal ini terbagi menjadi beberapa ruangan, di dalam, terdapat VIP room, living room (dengan fasilitas karaoke), pantry, dan mini bar. Di luar, ada sun deck dam covered deck. Dimanapun boleh, bebas. Mau duduk, berdiri, nungging, split, bebas. Asal, pastikan sudah ijin ke awak kapal jika mau ke deck. Karena ada beberapa ketentuan dan panduan keselamatan yang enggak bisa sembarang trobos. Lukata lampu merah tanabang.

Kapal ini akan membawa kita melihat beberapa titik elok di Selat Madura. Pertama, jelas saja Pelabuhan Tanjung Perak. Dari atas kapal, bisa kelihatan segala aktifitas pelabuhan baik penumpang maupun barang. Bongkat muat kontainer, beberapa crane raksasa yang sedang kerja, sampai bagaimana hilir mudik kapal-kapal besar yang bersandar di Surabaya. Yaiya dari jauh lah lihatnya, kan kita mah di dalem kapal atuh sayang. Tapi tetap bisa menyaksikan dengan jelas betapa Tanjung Perak hari ini sudah sangat sangat keren. Rapi, modern, dan kekinian.


Selanjutnya, selama beberapa menit kita akan diombang-ambing perairan Tanjung Perak sebelum akhirnya bisa melihat kegagahan monumen Jalesveva Jayamahe. Bagi kaum-kaum mabok laut kayak aku, saat-saat ini adalah saat dimana wajah memucat dan cuma bisa keringet dingin di pojokan nahan hoek. Hahahahaha dari kampung mana sih ah.
Sekarang, silakan arahkan pandangan ke sebelah kanan. Kita telah sampai di depan monumen Jalesvevas Jayamahe. Sebuah monumen yang menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU), lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menatap mantap ke arah laut. Patung karya seniman I Wayan Nuarta ini memiliki tinggi 31 meter, dengan bangunan di bawahnya yang pada sebagian dindingnya, dihiasi diorama perjuangan angkatan laut pada masa silam.

Jalesveva Jayamahe sendiri merupakan motto angkatan laut yang berarti Di Laut Kita Berjaya. Keren ya? Kalau aku mah, di laut kita mabok. Mabok banget. Euh.

Sebenernya sebelum monumen ini, ada bangunan lain yang juga menjadi 'kunjungan' kapal Artama. Tapi aku lupa namanya, jadi kita lanjut aja boleh? Siptap.

Selepas menikmati gagahnya Monjaya (sebutan lain untuk monumen Jalesveva Jayamahe), kita akan menuju titik paling menarik dari perjalanan ini. Naiklah ke deck dan lihat ke depan. Sunggingkan senyum terbaik kalian lalu ucapkan halo pada si tampan yang membentang. Dia yang dengan kokohnya melintas Selat Madura sepanjang 5.438 m, menghubungkan pulau Surabaya dan pulau Madura.

Selamat datang di Jembatan Suramadu..

 
  

Indah, ya? Kapan lagi menikmati romantis Suramadu dari kolongnya. Diapit dua pulau dalam satu waktu, dipayungi langit biru Selat Madura dengan arakan awan bagai kapas di udara, menyesap udara laut yang asin sekaligus menyenangkan, dan mensyukuri kenyataan: nenek moyangku seorang pelaut!
***

Dan berakhirlah sudah wisata bahari kita, kapal akan berputar tak jauh dari Jembatan Suramadu, lalu kembali ke pelabuhan Gapura Surya Nusantara di Surabaya. Jangan khawatir, kalian gak akan bosan di perjalanan pulang, karena kapal ini dilengkapi dengan fasilitas karaoke yang boleh digunakan sepuasnya! Mau nyanyi boleh, mau goyang boleh, mau nyanyi sambil goyang boleh. Hanya tidak dianjurkan nyanyi lagu kenangan trus galau inget mantan dan menceburkan diri ke laut. Jangan, plis..

Photo by Hafidz Novalsyah
Photo by Hafidz Novalsyah

Oh, ya. Aku belum bilang ya, kalau hampir seluruh awak kapal Artama adalah perempuan? Ya, sampai ke nahkodanya, semuanya adalah perempuan, yang menyerahkan kerja dan baktinya berlarung bersama Artama. Serasa kembali ke Teluk Lamong, ya? Dimana kebanyakan operator Automated Stacking Crane nya adalah mbak-mbak.

Photo by Hafidz Novalsyah
Photo by Hafidz Novalsyah

Kita sudah sampai kembali di Tanjung Perak. Hati-hati saat turun, ya! Terimakasih sudah menemani aku naik kapal Artama. Lebih terimakasih lagi karena kalian tidak membuang apapun ke laut. Mari mensyukuri bahwa negeri maritim yang indah ini adalah Indonesia, dan kita adalah bagian di dalamnya. Jalesveva Jayamahe!
  

***
Jadwal, booking, harga paket, dan informasi lengkap mengenai kapal Artama bisa dilihat di:  
http://wisata.pelindomarine.com/


33 komentar :

  1. Waw... keren ya Mba kapalnya, semua armada dan awak kapalnya cewek semua ya.. Salut deh sama awak kapalnya itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, akupun kagum sekalii sama para awaknya :D

      Hapus
  2. Emansipasi wanita, langitnya bagussss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeet, aku sangat sangat jatuh cinta sama langit Surabaya :D

      Hapus
  3. udh lama gk maen ke selat madura, tambah cakep ya sekarang, cucoookk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, Pelindo III bebenah terus. Mantap! :D

      Hapus
  4. Hiks, kok jadi kangen Suroboyo baca ini.... Semoga nanti pas libur lebaran beroperasi deh mini cruisenya :D

    BalasHapus
  5. Kapal wisata yang diawaki semua oleh wanita. Keren ih Pelindo II :)

    BalasHapus
  6. baru satu kali naik kapal,dan itu juga waktu kecil. saya lupa mabok apa gak ya. mau nyoba naik kapal artam soalnya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mah jujur aja mabokan banget ehehehehe

      Hapus
  7. What a surprise.. Awak kapalnya cewek semuaaa ^^

    BalasHapus
  8. haseeeek banget sih jadi kamu wahai mahmud, bisa mengarungi bahtera rumah tangga eh selat madura :D keren banget tuh pemandangannya pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaha sesungguhnya mabok karena mengarungi selat madura tidaklah sesulit mabok karena mengarungi bahtera rumah tangga x)))

      Hapus
  9. Menarik banget artikelnya, thanks udah mau berbagi pengalaman. semoga dapat menginspirasi para pembaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir ke sini :)

      Hapus
  10. Ini maminya jiwo jln2 mulu kayanya, asyiknyaaa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muehehehe kalo enggak jalan-jalan, aku gampang galau sist xD

      Hapus
  11. kereeeen semua yang bertugas perempuan :)...Jadi inget Lampung :)

    BalasHapus
  12. Berkali-kali nyebrang Jembatan Suramadu tapi lum pernah berlayar di bawahnya,,
    Pasti seru banget ya kak, menikmati Surabaya dari lautan.. :D

    Semoga suatu saat kesampaian..

    BalasHapus
  13. Seru-seruan di situ asyik ya, Mbak :)

    BalasHapus
  14. Wuiih asik banget nih pengalamannya, bs ngeliat jembatan Suramadu dr sisi lain ya ;)

    BalasHapus
  15. bingung mau komentar apa, mau komentarin jembatan suramadunya ajah ah.. :D jembatan suramadunya terlihat gagah banget yah Mba Pungky :)

    BalasHapus
  16. gak berenang dibawah jembatan suramadu Pung? :)

    BalasHapus
  17. wuih seru banget itu mba sampe goyang goyang segala dlem kapal

    BalasHapus
  18. Wahh enaknya. Sayang sekali rencana mau ke madura belum terwujud lebaran kemarin :(

    Oh ya ngefotonya pakek kamera apa mbak ?

    BalasHapus
  19. Baru tahu kalau. Madura ada laut indah

    BalasHapus
  20. Fotonya bagus-bagus euy. Sayang daku takut naik kapal :(

    BalasHapus
  21. Kak Punk, asyiknya. Sayang mabok yaa hahaha

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...