Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Syahdu Suci Jamasi



Hai! Dengan apa kalian merayakan tahun baru imlek kali ini? Belum ada rencana? Mari, kuajak kalian ke klenteng Boen Tek Bio, klenteng tertua di Banyumas, Jawa Tengah. Di sini, barangkali perayaan imlek terlihat tak terlalu meriah. Namun, di sini akan kamu temukan penyambutan tahun baru yang begitu syahdu, yang intim, yang siap.

Menyambut tahu baru dengan bersih, mungkin itulah kesimpulan yang akan sampai ke kepalamu saat berkunjung ke sini menjelang imlek. Warga Tionghoa, bergotong royong mencuci seluruh patung dewa, alat ibadah, dan seluruh klenteng. Dibersihkan, sampai ke sudut-sudutnya.


Jamasi, begitu ritual ini diberi nama. Dilakukan tiap tanggal 24 bulan 12 tahun Imlek. Tujuannya, tentu saja membuang kesialan dan kekotoran, yang terjadi pada tahun sebelumnya untuk menuju yang lebih baik dan bersih. Menyambut tahun baru dengan kondisi baru.



 



Detil, perlahan dan penuh penghormatan, penjamasan patung-patung dilakukan dengan air yang telah diberi kembang. Para suci dimandikan, lalu ditutup dengan handuk. Tak ketinggalan seluruh klenteng, dibuat betul-betul seperti baru.

Oh, iya, kamu akan lihat macam-macam manusia di ritual ini. Banyak kepercayaan, banyak latar belakang, mereka menyatu di sini. Mereka tak punya tembok-tembok yang membatasi kebhinekaan. Imlek adalah gotong-royong, keguyuban masyarakat yang tak kenal sekat.



Mengantar Dewa ke Langit


Kita duduk dulu sebentar, boleh? Ada warung tahu kupat legendaris di dekat klenteng, warung Mbah Djawi namanya. Kita mampir ke sana ya, kamu pasti suka, rasanya sangat-sangat enak! Sambil kusambungkan sebuah cerita dari mereka, para warga Tionghoa Klenteng Boen Tek Bio.

Di sini, selain para dewa, ada juga altar Mbah Kuntjung, tempat diletakannya keris Mbah Kuntjung dan leluhur lainnya. Mbah Kuntjung adalah salah satu panembahan di Banyumas, yang bersama mbah-mbah lain, memberi pengayoman luar biasa kepada warga Banyumas.

Bukan hanya Mbah Kuntjung, di sini, mereka juga menghormati Dewa Sumur. Sumber lima mata air yang dipercaya memberikan pengayoman dan kesejahteraan kepada warga. Urutannya sebelah timur adalah mata air Sungai Serayu Dieng (Wonosobo), sebelah selatan berupa Sumur Mas (Kompleks Pendapa Kecamatan Banyumas), sebelah utara berupa Sendang Ayom di Bumijawa (Tegal), sebelah barat adalah Kalibening di Kebasen, dan sumur asli Banyumas.

Iya, di klenteng ini memang terjadi akulturasi budaya Tionghoa dan Kejawen yang luar biasa. Bahkan ada bangunan pendapa yang berupa joglo. Mereka sangat menghormati budaya Kejawen. Mereka Cina dan mereka Jawa. Duh, indah banget, ya.. keberagaman yang harmonis sekaligus manis.

Dan oh, semalam, sebelum ritual jamasi dilakukan, mereka melakukan sembahyang. Katanya, mereka mengantar para dewa ke langit! Jadi sebelum dimandikan, para suci itu diantar naik. Selain juga meminta restu untuk pelaksanaan ritual jamasi yang kamu lihat hari ini. Syahdu ya? Betul-betul sakral dan intim.


 

Eh, kamu pulang lewat mana? Naik bis atau kereta? Klenteng Boen Tek Bio ini berada di Kompleks Kota Lama, Banyumas. Kita jalan kaki dulu sedikit ke jalan raya, nanti di sana ada banyak bis yang bisa mengantarmu ke terminal. Kalau ke stasiun kereta, kamu harus naik bis dulu ke terminal Purwokerto, lalu disambung dengan angkutan kota ke stasiun Purwokerto. Kuantar sampai ke jalan raya, ya! Oh biar, biar aku saja yang bayar tahu kupatnya.



Terimakasih lho sudah mau kuajak melihat Klenteng Boen Tek Bio. Indonesia kecil di Banyumas. Mengintip penyambutan tahun baru yang begitu syahdu, sakral dan penuh rasa guyub. Selamat Tahun Baru Imlek, ya! Semoga damai selalu menyertai kita semua. Hati-hati di jalan, sampaikan salamku untuk keluargamu.
***
Semua foto adalah hasil jepretan Aris Andrianto (digunakan dengan izin)
Sumber wawancara: Bambang Setianto, ketua Klenteng Boen Tek Bio, Banyumas






6 komentar

  1. Yess, itu yang aku rasakan untuk sincia..

    Betul, pada saat mau Imlek ada ritual mengantarkan Dewa ke langit, dan patung-patung mereka akan disucikan dengan dibersihkan, klenteng juga dibersihkan sesuai ritual mereka.

    BalasHapus
  2. Klentheng di Malang nggak kalah meriah. ^_^ Semua guyub dan rukun

    BalasHapus
  3. Budaya china sudah jadi bagian dari Indonesia. :) Saling bersatu dan gotong royong

    BalasHapus
  4. Imlek tahun ini memang meriah. :)

    BalasHapus
  5. Syahdu banget perayaannya ya Kak Pung. Aku baru tau kalo ritual yang mereka lakuin itu banyaaaak banget ternyata.

    BalasHapus
  6. salam kenal dari klenteng pho An Thian Pekalongan

    BalasHapus