Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Enak Banget Lo, Fesbukan Doang Dapet Duit!


Waktu aku kerja jadi digital marketing officer, temen-temen tuh pada sering banget komentar "Enak ya kerjaan lu, fesbukan doang dapet duit!". Enggak cuma temen, komentar semacam ini bahkan datang dari keluarga. Ya karena tiap mereka ke rumah, pasti lagi lihat aku buka facebook atau sekrol-sekrol instagram. Koloran doang, kadang belom mandi, hape aja terus dikekepin. Malah kadang diceletukin, "Kamu nggak pengen kerja yang bener?". Lha emang ini kerja nggak bener? Muahahahaha

Iya, bekerja di dunia digital marketing emang masih sering dipandang sebelah hidung. Apalagi aku karyawan remote, kerjaku ya di rumah, di cafe, di kampus, kadang kerja sambil tiduran, sambil menyusui anak, ya dimana aja deh sepenginnya dan sebutuhnya aku kerja.

Waktu mengisi posisi social media strategist, orang-orang taunya aku ini 'ngadmin', dan itu hal yang sangat sangat gancil. Dimana susahnya fesbukan? Mainan instagram? Bikin twit sebiji dua biji, which is cuma 280 kata sehari? Balesin komentar orang itu yaelah apa sih susahnya, nanggepin komplain kan bisa pakai template dan modal pegang hape sepuluh menit juga beres. Gitu ya?

ENGGAAAAK, JURAGAAAAAN.

Buahahahahaha dunia digital marketing enggak segancil itu. Sini sini, duduk yang cakep, kuceritain ya! Barangkali kamu tertarik mempromosikan usaha kamu lewat ranah digital, tapi bingung harus ngapain dan apa yang dikerjakan. Ini lho, hal-hal yang harus kamu tempuh saat kamu melakukan promosi di dunia maya.

1. Bikin Konten itu Enggak Segampang Fesbukan


Kalau yang kamu bilang 'ngadmin' itu cuma apdet status trus udah, kamu salah banget. Dulu pertama kali jadi socmed specialist, aku pegang brand bulu mata premium gitu. Dan tau apa, demi konten, aku ikut kelas make up! Iya, karena yang brand ini posting di sosmednya adalah tips and trick memoles mata jadi badai. Jadi sebagai orang dibalik postingan-postingan itu, ya aku harus bisa dandan lah.

Bayangin gak, seorang pungky, yang sehari-harinya jarang mandi, kudu paham cara pakai esedo sama lipensetip. Jadi tuh kadang, foto di IG nya si brand isinya mata aku lagi dandan sangat wow. Padahal aslinya cuma mata aja yang didandanin, trus difoto, upload! Muka ke bawah, masih bau asem karena belom mandi dari kemaren. Ahahahaha demi konten!


Trus waktu pegang sosmednya brand suplemen kesehatan, aduh itu lebih lawak lagi. Si klien minta konten dengan foto yang berkualitas tinggi. Jadi itu kapsulan aku bawa kemana-mana banget, bahkan keluar negeri, cuma demi foto sebiji dua biji. Trus itukan selalu ada di tas aku ya, nah sering tuh aku lagi jalan kemana gitu, nemu mbak-mbak cantik yang bodinya bagus. Aku deketin deh, "Mbak, boleh minta fotonya sekali gak? Mukanya gak kelihatan kok. Lagi pegang ini ya..". 

Sodorin bungkus suplemennya, foto sekali dua kali, upload! Captionnya "Ladies, tubuh sehat dan seksi tentu jadi impian setiap wanita. Karenanya, bawa selalu xxx kemanapun kamu pergi untuk mendapatkan tubuh impian kamu!". Banjir like. HAHAHAHAHAHA

Produksi konten menuntut para pegiat digital marketing, punya kemampuan fotografi, sekaligus menulis (content writing), sekaligus desain grafis, sekaligus video editing, sekaligus radar untuk update tren terkini tentang 'dunia brand' yang lagi kami kerjakan. Harus paham juga taste-nya si brand, produk bedak untuk remaja misalnya. Ya buat nuansa konten yang ngepink, ceria, dan ringan. Pegang produk celana dalam pria, ya nggak mungkin kan kontennya tetap ngepink dan ceria? Yakali kan foto celana dalam pria bekgronnya lolipop sama unicorn terbang-terbang hahahaha 

2. Berburu KOL


KOL itu key opinion leader, bukan kembang yang buat masak itu bukan. Namanya aja marketing, selain produksi konten berkualitas, butuh juga bekerjasama dengan orang-orang yang berpengaruh buat mempromosikan si produk. Dulu waktu pegang bagian ini, beuh, aku nyari kontak manajemen artis udah kayak mantan belum move on. Kejar terus tanya sana sini. Dan namanya digital, seleb dunia maya macam dek Anya dan dek Awkarin ya kudu banget kita tau harga dan kontaknya.

Itu kalau selebnya enakan dan biasa kerja, urusan bakal gampang srat sret srot. Tapi kalau sombong dan tengilnya seubun-ubun, ya aku juga yang harus punya sejuta ide buat ngakalin biar deal. Gimana dong, kliennya minta dia, mau nggak mau, biarpun dijutekin mulu ya tetep kejar terus. Belum lagi kalau selebnya masih bocah, yang baru kenal dunia endorse tapi followersnya bejibun. Kita minta rate card, dia ngasihnya kartu nama. Kita minta media kit, dia gak tau media kit itu apaan, yaudah deh minta profilnya dek.. Trus dia ngirim foto selfie di kamarnya. 

Bang.. Pundak mana pundak.

Ha itu agency yang menghubungi blogger untuk kerjasama artikel, kamu pikir kerjanya gampang. Mencari blogger yang pas dan klik sama si brand, itukan engga modal "oke, blog lo rame, kita deal". Engga, juragaaaan. Aku pernah blogwalking ke 200an blog, demi milih SEPULUH blog yang klik sama si brand. Yasalam. Enggak mungkin tho, brand kecantikan kita kasih ke blogger otomotif. Nanti dia bergincu pakai oli, nenekmu mau tanggung jawab?

3. Apa? Instagram Bisa Live Sekarang? Duh, InstaStories Aja Belum Nemu Celahnya!


Iya, di saat orang lain hore-hore dengan apdet terbaru para sosmed, pegiat digital marketing lagi pijet jidat. Hahahahaha Standarnya nih ya (STANDAR), kami harus paham hal-hal teknis sosial media di luar produksi konten. Cara beriklan di fanpage facebook, pasang sponsored post di instagram, membaca analytic, seluk beluk tentang instagram for bussiness, bahkan hapal ukuran-ukuran image yang tepat untuk setiap sosial media platform.

Di luar itu semua, aku juga harus mengulik apakah fitur terbaru setiap sosmed bisa dijadikan celah untuk promosi? InstaStories misalnya, gimana memanfaatkan instaStories untuk promosi. Kan orang pasti penginnya buka instaStories itu ya lihat real life nya kita. Gimana real life-nya sebuah brand? Posting foto pabrik gitu?

Trus mengulik ini belum kelar, ijig-ijig instagram punya fitur Live. Derrrrr! Para KOL pada live dan ih ternyata yang menyimak banyak yaaa.. Bisa dong ya dimanfaatkan untuk promosi. Gimana nih strateginya biar smooth? Eh, instaStories emang udah nemu celahnya? Jadi posting foto pabrik? masa pabrik? hahahahahahaha kalah deh rumitnya hubungan teman tapi mantan.

4. RIBET BANGET YA MALESIN, TRUS GIMANA?


Itu yang aku tulis baru sebagian kecil lho, bagaimana kerjanya seorang pegiat digital marketing. Kamu punya usaha dan mau promosi di dunia maya? Ya itulah hal-hal yang harus siap kamu tempuh. Kalau enggak mau? Ya silakan lihat kompetitor melesat karena memilih digital marketing sebagai jalan yang tepat :D

TAPI RIBET.

Iya emang. Makanya ada Digital Agency Jakarta kayak ABAH. Solusi segala keperluan digital marketing kamu. Butuh apa sebutttt? Produksi konten? Bisa. Kerjasama dengan blogger yang tepat? Cingcai. Jasa sosial media? Bisa diatur. ABAH Digital Marketing Specialist gitu lho, apa aja bisa.

Dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki, ABAH adalah partner terbaik perusahaan kamu untuk semua proses pekerjaan rutin dan membutuhkan keahlian spesifik dalam bidang digital marketing secara berkesinambungan.

Ya kalau ada ahlinya, buat apa ribet mengerjakan sendiri. Ya nggak? :D

**

Sekarang aku sudah resign dari semua perusahaan digital marketing, dan memilih hidup sebagai ibu rumah tangga. Tapi, sisa-sisa ilmu saat kerja dulu, aku terapkan di blog. Ya lumayan, meskipun bukan seleb, tapi rejekiku dari blog belum pernah putus. Digital marketing membawaku dan keluarga ke hidup yang lebih baik, lebih sejahtera. Blog ini, blog Jiwo, dan calon blog mas Suami, terus merangkak naik ya berkat kemampuan digital marketing yang aku miliki. Plus, restu dan bantu suami tentunya yah. Karena dialah guru menulisku.

Aku bisa dapat banyak kesempatan dari blog, bukan sekedar karena aku menulis, tapi karena aku mendistribusikan tulisanku. Membuat namaku dan blogku ada dimana-mana, supaya orang ngeh, orang kenal, dan orang tertarik memberiku kesempatan bagus. Dan itu semua, adalah digital marketing.


 Purwokerto, 18 februari belum mandi, 2017

Jadi kamu pilih mana? Menggeluti dunia digital marketing, atau serahkan saja pada ahlinya? :D

20 komentar

  1. kalau punya bisnis dan pengen dikenal kayaknya bakal lebih suka serahkan ke ahlinya deh, serahkan ke yang pro pasti hasilnya akan lebih baik

    BalasHapus
  2. Bicara digital marketing memang gak segampang yang terlihat, kalau pengen punya brand yang terus melejit sudah pasti harus di serahkan sama ahlinya.
    Tapi sedikitnya saya pribadi juga harus belajar lah, kan pepatah bilang carilah ilmu sampai ke negeri Tiongkok Hahaha
    Mba,saya baca postingan ini sambil ketawa tawa lho :D

    BalasHapus
  3. Ya digital marketing emang susah-susah gampang. Cepet banget update annya. Google gak segampang dulu untuk ditaklukkan.

    BalasHapus
  4. Kalau saya paling lewat socmed seperti facebook dengan fanspagenya, kemudian lewat artikel di blog juga saya bisa karena itu paling mudah

    BalasHapus
  5. Jadi penasaran, nyari KOL yg artis :D

    BalasHapus
  6. jadi begini caranya digital marketing hahaha

    BalasHapus
  7. mirip sama komen diatas... berarti kayak gitu ya dunia digital marketing... itu butuh kreatifitas tingkat dewa sama ide gila.. soalnya jaman sekarang susah ditebak, cepet berubah hehehe

    BalasHapus
  8. keren ya mbak fesbukan aja bisa dapet uang...teknologi membuat kita bisa produktif walaupun dari rumah ya

    BalasHapus
  9. wih bagi ilmu digital marketingnya :D

    BalasHapus
  10. Mlongo bacanya. Aku sampai sini dr tautan blog Carra sih. Kadang tak terhindarkan nggampangin kerjaan socmed strategist krn makin banyak teman2 sendiri yg sering pengumuman jadi blogger koord. Pdhl itu jauh beda dg seorg digital marketing strategist, nggak cuma ngelist buzzer. Share yg berharga pungky.

    BalasHapus
  11. Waw segitunya yaah. Berhubung udah menekuni dunia blog dan mayan tertarik ama digital marketing, ini bermanfaat banget. Makasih sharingnya MakPung! 😘😘

    BalasHapus
  12. good luck untuk lombanyaaa :)...pengen terus belajar di sela sidang yang bejibun hehehe..tapi kalau ada ahlinya enak bangeeet yah

    BalasHapus
  13. kereeen, aku baru tahu lho sebegitu rumitnya. maksudnya, kita ga cuma ngurusin kontennya...tapi jua nyari2 KOL itu.

    BalasHapus
  14. daftar materi pelajarannya makin banyak nih buat eijk.

    makasih tipsnya mbak Pungky.

    BalasHapus
  15. Kalau aku sih so far ngeblog baru untuk hobi aja.
    Sama untuk dokumentasi pribadi

    Sukses terus ya, shay ngeblognya :)

    BalasHapus
  16. Keren ya buka pesbuk bisa dibayar hehehe kalo aku sih bisanya cuma bikin status ato aplod photo hehehhe

    BalasHapus
  17. Mbak belajar digital marketing dimana? sy saat ini juga sedang ingin mempelajari ttg ini lho mbak.

    BalasHapus
  18. Mba Pungky, rasanya pengen semba sujud abis baca postingan ini hahaha. MAKASIH BANGET yaaa sudah berbaik hati share tentang digital marketing. Aku ngejalanin bisnis keluarga kebetulan aku yang megang promosi sosial media. Tadinya aku juga pikir, "Ah gampang lah tinggal aplot foto dan nulis caption". Setelah dijalani, kok susahhh.

    Dengan postingan ini jadi bekal pembelajaran aku banget. Emang nggak semudah itu ya dunia digital markerting.

    Sukes terus, Mba Pungky!

    BalasHapus
  19. Serahkan pada ahlinya, bikin sendiri suka lieuur

    BalasHapus